
Pagi ini cahaya matahari tampak indah di upuk timur, Wulan.Ayu bangun pagi bersama Ibundanya Ratu Galuh Permani, pagi-pagi Wulan Ayu sudah mandi, seperti yang terjadi di Mandalika, Wulan Ayu juga tidak mau di temani Dayang-dayang ketika ia manadi, mungkin karna sudah biasa mandi sendiri, jadi sang Putri malu kalau dilihati orang lain ketika ia sedang mandi.
Setelah selesai mandi ia minta izin pada Ibundanya, ia mau menemui Anggala yang beristirahat di kediaman Patih Jagat Geni, begitu Wulan Ayu keluar dari pintu istana, dua orang pengawal mengikutinya.
"Maaf.. prajurit saya tidak perlu di kawal," ucap Wulan Ayu sambil menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah para prajurit itu.
"Maafkan kami Tuan Putri.. kami hanya menjalani tugas, kalau ada yang keluar Istana, kami harus mengawalnya..!" jawab salah seorang dari dua prajurit itu.
"Tidak apa-apa..! Saya tidak usah di kawal, lagian saya hanya ke rumah paman Patih..," jawab Wulan Ayu sambil meninggalkan dua parajurit itu, mereka tampak bingung, dan akhirnya mereka kembali ke depan pintu Istana.
"Prajurit kediaman paman Patih Jagat Geni yang mana," seru Wulan Ayu, ia baru sadar kalau tidak tahu rumah Patih Jagat Geni.
Prajurit yang tadi telah kembali ke pintu istana, tergopoh-gopoh menemui Wulan Ayu
"Tidak usah tergesa-gesa prajurit, saya tidak sedang terburu-buru kok..!" kata Wulan Ayu sambil tersenyum pada prajurit itu.
"Mari Tuan Putri saya antarkan ke rumah Patih Jagat Geni..!" ucap prajurit itu sambil menunduk hormat pada Wulan Ayu
"Ya..! Terima kasih, silahkan jalan duluan..," titah Wulan Ayu sambil mempersilahkan prajurit itu jalan duluan di depannya.
Begitu Sampai ke rumah besar di samping istana tempat kediaman Patih Jagat Geni prajurit itu lansung kembali ke istana lagi.
Wulan Ayu lansung mengetuk pintu rumah itu.
"Assalamu alaikum, Paman Patih!"
Wulan Ayu menunggu jawaban tidak lama terdengar jawaban dari dalam rumah.
__ADS_1
"Waalaikum salam..!" jawab Patih Jagat Geni tampak membuka pintu.
"Eh... Tuan Putri..! Masuk Tuan Putri..," Patih Jagat Geni mempersilahkan Wulan Ayu masuk ke rumahnya, "Anggala lagi mandi Tuan Putri," tambah Patih Jagat Geni lagi.
"Ya, tidak apa-apa Paman, Saya akan menunggu Kak Anggala selesai mandi, ayahanda ingin bertemu dengan kak Anggala," tutur Wulan Ayu sambil tersenyum.
Tidak begitu lama Wulan Ayu duduk, nyi Arum muncul dengan membawa singkong rebus dan secangkir air manis.
"Di minum Tuan Putri, ubinya di makan, hanya itu yang cepat siapnya untuk sarapan pagi..," ucap nyi Arum, sambil duduk di depan Wulan Ayu.
"Ya, Nyi, terima kasih..," jawab Wulan Ayu sambil tersenyum, Sri Kemuning muncul dari belakang dan lansung duduk di samping Wulan Ayu.
"Pagi Tuan Putri..!" ucap Sri Kemuning sambil menunduk memberi hormat pada Wulan Ayu.
"Jangan seperti itu Kak Kemuning, biasa saja kita kan teman," kata Wulan Ayu sambil tertawa kecil ke arah Sri Kemuning.
Wulan Ayu mengangguk sambil tersenyum, sepeninggalan nyi Arum, Wulan Ayu dan Sri Kemuning tampang berbincang-bincang sambil menunggu Anggala dan Arya Geni.
Tidak seberapa lama mereka berbincang-bincang, Anggala dan Arya Geni muncul dengan wajah segar. Mereka lansung berangkat ke Istana, karena Baginda Raja Surya Galuh mau bertemu dengan Anggala.
Sesampainya di Istana Anggala lansung di ajak Wulan Ayu ke kamar Baginda Raja Surya Galuh.
Mereka berdua sampai ke kamar Baginda Raja,di sana sudah ada Ratu Galuh Permani yang lagi bersama sang suami.
"Ayo masuk, anakku kami sudah menunggu kalian..," titah Ratu Galuh Permani, begitu melihat Anggala dan Wulan Ayu di depan pintu kamar Baginda Raja.
"Baik..! Bunda..," jawab Wulan Ayu sambil masuk bersama Anggala si Pendekar Naga Sakti.
__ADS_1
"Assalamu alaikum.! Baginda, Ratu..!" ucap Anggala sambil menyalami Baginda Raja dan.Ratu Galuh Permani.
"Waalaikum salam.. nak, silahkan duduk..!" ujar Baginda Raja Surya Galuh sambil tersenyum.pada Anggala.
"Terima kasih Baginda..," jawab Anggala sambil duduk disebuah kursi. Wulan Ayu tampak duduk di dekat orang tuanya.
"Jangan panggil Baginda anakku panggl saja seperti panggilan Putri kami ini," titah Baginda Surya Galuh sambil memegang tangan Wulan Ayu yang duduk di dekatnya.
"Ya Kak..! Kakak kan calon menantu di Istana ini..!" sela Wulan Ayu sambil tersenyum memandang Anggala, O.. ya Kak..! obat yang Kakak berikan pada Wulan itu, bisa tidak untuk mengobati Ayahanda?" tanya Wulan Ayu.
"Belum tau Dinda, tapi kita bisa mencobanya..!" jawab Anggala sambil mengeluarkan sekantung obat dari dalam sakunya.
Wulan Ayu mengambil obat itu satu butir, dan memberikannya pada Ayahandanya yang duduk di tempat tidur.
Sementara itu Patih Jagat geni dan Pangglima Kerajaan ki Guntur Setra bersama Senopati Agung Arya Geni sedang mengadakan pertemuan dengan pembesar-pembesar Istana.
Mereka tinggal menunggu Ratu Galuh Permani yang belum hadir di aula pertemuan itu.
Setelah meminum obat dari Anggala, Baginda Surya Galuh di minta istirahat oleh Ratu Galuh permani, sang Ratu mengajak Anggala dan Wulan Ayu ke ruang aula pertemuan, untuk mengadakan pertemuan dengan para pejabat Kerajaan.
Di pertemuan mereka memutuskan meminta bantuan, para pendekar golongan putih, Anggala yang jadi perantara meminta bantuan pada Kakek gurunya Pertapa Naga, dan gurunya Lesmana.
Seterusnya dua pendekar kawakan itu yang akan mencari bantuan pendekar lain, Ratu Galuh Permani terpaksa meminta bantuan para pemdekar golongan putih, karena di dalam pemberontakan Pangeran Roksa Galuh terlibat orang-orang dunia persilatan dari golongan hitam dari Lembah Tengkorak, yang terkenal kehebatannya dalam mengacau kedamaian dan ketenangan dunia persilatan.
.
.
__ADS_1
Bersambung...