Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Keributan Di Ujung Desa


__ADS_3

Dua malam sudah Arya Geni dan Jaka Kelana beserta dua Pendekar wanita, dan dua Pendekar, Anggala dan Wulan Ayu.


Mereka tinggal di rumah aki Kusnadi, mereka tinggal bagai di rumah sendiri, aki Kusnadi dan Istrinya, membuat rombongan dari Kerajaan Galuh Permata itu.


Perjalanan ke Lembah Kematian, pun semakin dekat, kini tinggal dua Purnama lagi.


"Apa yang harus kita lakukan, kita di sini menyusahkan Aki Kusnadi saja," Ungkap Arya, sambil duduk di depan teras rumah aki Kusnadi.


"Kan kita memberikan uang makan, kepada istri aki Kusnadi, Kak Arya," Ujar Wulan Ayu, sambil berdiri di dekat pintu rumah aki Kusnadi itu.


"Ya, Kak Arya, kita mau tinggalkan tempat ini, tempat ini adalah jalan terdekat ke Lembah Kematian itu," tambah Anggala lagi, "Orang orang persekutuan Partai Lembah Kematian, bakal banyak lewat Desa ini, kasihan Orang orang Desa Lingkar Sari ini, di gangguin Orang orang golongan sesat itu...!!"


"Jadi Kita harus menunggu tiga purnama ke depan, di Desa ini? Tanya Arya Geni lagi.


"Sepertinya begitu Kak! Jawab Wulan Ayu sambil duduk di depan Arya Geni.


"Baik lah, Saya ikut saja!" Jawab Arya Geni, sambil tertawa kecil ke arah dua Pendekar.


"Jaka Kelana kemana ya? Dari tadi saya tidak melihatnya?" Tanya Arya Geni.


"Jaka Kelana dan Kak Sri, bersama Aruni ke sungai, katanya mau menangkap ikan!" Jawab Anggala, singkat.


Mereka berbincang bincang sampai siang, Jaka Kelana bersama Aruni dan Sri Kemuning, pulang membawa ikan yang cukup banyak.


Siang itu, mereka makan siang dengan lauk ikan bermacam macam masakan, Sri Kemuning dan Aruni membantu istri Ki Kusnadi, dan Wulan Ayu.


Setelah selesai makan siang mereka asyik mengobrol dengan Aki Kusnadi, di ruang tengah tempat mereka makan, rumah Aki Kusnadi yang cukup besar, sehingga mereka dapat duduk dengan


leluasa.


Tiba tiba seorang warga Desa datang dengan tergopoh gopoh, memanggil Aki Kusnadi.


"Ki..! Aki....! Ki Kusnadi...!" Ujar Seorang laki laki, di depan pintu rumah aki Kusnadi.


"Ki ada yang memanggil Aki..!" Ujar istri Aki Kusnadi, pada suaminya.

__ADS_1


"Ya.. Ya Aki dengar Nyi..," jawab Aki Kusnadi.


Laki laki setengah baya itu lansung menuju pintu depan rumahnya.


"Ada apa ki Somat?" Tanya Ki Kusnadi, sambil mengajak Ki Somat masuk ke dalam rumahnya.


"Ayo masuk dulu Ki, katakan di dalam apa yang terjadi..!?" kata Ki Kusnadi, Ki Somat, pun ikut masuk, Wulan Ayu mengambilkannya, secangkir air minum, setelah minum barulah Ki Somat berbicara.


"Itu Ki, warung Ki Banaja di obrak abrik sama segerombolan orang orang jahat Ki..!" Ki Somat tampak terengah engah, ia berusaha menenangkan napasnya.


"Baiklah Ki, Kami yang akan ke sana," Ujar Anggala sambil berdiri dari duduknya.


"Wulan ikut Kak!" Wulan Ayu tampak ikut berdiri, ia mengambil Pedangnya, yang terletak di atas dipan ruang tengah rumah Aki Kusnadi.


"Ayo...!" Jawab Anggala, sambil berjalan menuju pintu depan rumah Aki Kusnadi itu.


Begitu keluar dari pintu rumah itu, Anggala lansung berkelebat pergi meninggalkan rumah itu.


Gerakannya bagai kilat,Tidak butuh waktu lama Anggala sudah berada di depan warung Ki Banaja itu.


"Maaf Kisanak, Kami hanya berdua, tolong sabar," jawab Ki Banaja, tampak ketakutan.


"Ha ha ha...! Dasar kepala botak, beraninya hanya membentak orang tua...!" tiba tiba, Anggala sudah duduk di sebuah meja di hadapan teman teman lelaki botak itu.


"Hei...! Siapa Kau..?" Bentak laki laki botak itu.


"Bunuh...!" laki laki botak itu memberi perintah, ternyata ia adalah salah satu pimpinan rombongan itu.


"Hiyaaa...."


"Hup...!"


Anggala melompat ke udara menghindari, serangan orang orang yang menyerangnya.


"Bangsat..!"

__ADS_1


"Hebat juga kau! Cincang dia..!" laki laki botak itu memberi perintah lagi pada anak buahnya, Anggota


Mereka tidak kurang dari lima puluh orang.


Warung Ki Banaja penuh oleh mereka, tampak beberapa meja sudah mereka rusak.


Anggala melompat ke luar warung, dengan menggunakan 'Jurus Langkah Malaikat'. gerakannya begitu cepat.


"Heyaaa....!"


Anak buah si botak itu mengejar Anggala dan lansung mengadakan Pengepungan, mereka ada sekitar lima belas orang.


Anggala hanya tersenyum melihat orang orang yang mengepungnya, ia tampak cuek, seperti tidak sedang dalam pertarungan.


Sring...!"


"Heaaa....!"


Mereka menghunus golok di pinggang mereka, mereka lansung melompat ke arah Anggala, dengan menyabetkan golok.


Trang....!"


"Hah....!"


Betapa Terkejutnya mereka begitu melihat golok mereka, seperti mengenai sebuah besi.


"Heh....!"


Duk...! Desss...!"


"Akh.....!"


Hanya lenguhan kecil keluar dari mulut mereka, ketika telapak tangan Anggala, begitu cepat telah mengenai dada mereka, begitu mereka sadar, mereka telah terjerambat di tanah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2