
Sebulan sudah Wulan Ayu dan Anggala si pendekar Naga Sakti, tinggal di Kerajaan Galuh Permata, para pendekar golongan putih telah kembali ke gunung.
Bantuan dari Kerajaan Mandalika telah kembali setelah tujuh hari perayaan kemenangan, para pendekar muda telah kembali ke perguruan Bambu Kuning, Jaka Kelana telah kembali ke Bukit Kancah.
Malam itu Wulan Ayu dan Anggala juga permisi pada Ayahanda dan Ibundanya, untuk meneruskan perjalanan, menjadi seorang Pendekar petualang.
"Jadi Ananda tetap mau pergi dari Istana Putriku..? tanya Baginda Raja Surya Galuh dan Permaisuri Galuh Permani pada Wulan Ayu.
"Ya Ayahanda, Bunda, Ananda tetap mau pergi berpetualang bersama Kak Anggala, menambah wawasan dan pengalaman Ananda, Ayahanda dan Ibunda tidak usah mengkhawatirkan Ananda, Ananda adalah seorang Pendekar, takdir Ananda memanggil Ananda, menjadi seorang petualang di dunia persilatan...!"
Ujar Wulan Ayu sambil memandang ke arah kedua orang tuanya itu, Anggala hanya mengangguk dan tersenyum pada kedua calon mertuanya itu.
"Anggala, jaga Wulan Ayu ya nak..! Kami percayakan Putri si mata wayang kami padamu...!" Ujar Baginda Raja Surya Galuh, sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti, Anggala hanya mengangguk sambil menunduk di depan kedua Orang tua Wulan Ayu itu.
"Kami seorang Pendekar Ayahanda, Bunda..! Kami saling menjaga..!" Jawab Wulan Ayu sambil tersenyum pada Kedua orang tuanya.
"Baiklah Anakku, restu kami dan doa kami selalu bersama kalian, sering sering lah berkunjung kemari, kami akan merindukan kalian..!" ucap Permaisuri Galuh Permani.
Pagi pagi Wulan Ayu dan Anggala bersiap siap
untuk meninggalkan Kerajaan Galuh Permata.
Wulan Ayu dan Anggala berangkat meninggalkan istana Galuh Permata, di antar kedua orang tua Wulan Ayu, Senopati Arya Geni dan Sri Kemuning beserta Patih Jagat Geni, dan Panglima ki Guntur Setra, di gerbang Istana mereka berpisah.
Anggala dan Wulan Ayu di berikan dua ekor kuda hitam yang tegap dan sangat cepat larinya, kuda pilihan Senopati Agung Arya Geni.
Siang telah beranjak kedua Pendekar pun telah meninggalkan kota Raja Surya Galuh Permata, mereka memasuki hutan perbatasan kota Raja Surya Galuh Permata.
__ADS_1
"Kak, kita menuju kemana..?" tanya Bidadari Pencabut Nyawa Pada Pendekar Naga Sakti.
"Kita ke timur Dinda..! kita akan mencari keberadaan paman Fhatik dan paman Rangga..!" Jawab Anggala atau Pendekar Naga Sakti, sambil tersenyum pada sang kekasih, Bidadari Biru atau Bidadari Pencabut Nyawa itu.
Menjelang sore, kedua Pendekar muda memasuki sebuah desa di sebelah timur kerajaan Galuh Permata.
"Dinda..! Kenapa Desa ini begitu sepi, padahal hari masih terang...??" tanya Anggala pada Wulan Ayu.
"Entahlah Kak..! Tampaknya telah terjadi sesuatu di desa ini, kita cari Warung untuk bertanya dan mengisi perut dulu..!" Jawab Wulan Ayu sambil tersenyum manis pada pendekar Naga Sakti.
Anggala pun membalas senyuman, sang bidadari cantik kekasihnya itu, mereka mengubah pelan kuda tunggangan mereka, mereka mencari warung makan di desa itu.
Tampak seorang laki laki tua membawa sayuran, berjalan menuju rumahnya, Wulan Ayu berhenti, dan bertanya pada laki laki tua itu.
"Maap ki, boleh Saya bertanya..?!" kata Wulan Ayu sambil memandang memandang laki laki tua itu.
Wulan Ayu dan Anggala turun dari kuda, wajah mereka yang tertutup caping bambu, tak begitu jelas terlihat.
Kami mencari tempat makan dan menginap malam ini, di mana ada penginapan dan warung makan ya ki...??" Tanya Wulan Ayu.
"Ada di ujung Desa den, kalau aden tidak keberatan aden aden ini bisa menginap di rumah aki, kebetulan aki, cuma tinggal berdua sama istri aki..!" jawab Pak tua itu, sambil menawarkan bantuan.
"Kalau aki tidak keberatan, kami numpang menginap malam ini, tidak apa-apa..!" kata Wulan Ayu sambil sambil menuntun kudanya.
"Ayo, ke rumah aki..!" ajak Pak tua itu, sambil berjalan ke arah rumahyang tidak jauh dari sana.
"Nama saya Wulan Ayu ki, dan teman saya ini Anggala..!" kata Wulan Ayu, memperkenalkan dirinya dan Anggala.
__ADS_1
"Nama aki Kusnadi den..!" jawab ki Kusnadi.
"O iya ki, kenapa Desa ini begitu sepi...?" tanya Bidadari Pencabut Nyawa itu.
"Orang orang pada ketakutan den..!" Jawab aki Kusnadi.
"Jangan panggil Aden ki, panggil saya Wulan Ayu ki..!" ucap Wulan Ayu sambil tersenyum.
"Ketakutan, kenapa ya ki..??" Sela Anggala, sambil memandang ke arah Aki Kusnadi.
"Orang orang dari Partai Lembah Kematian nak..!" Jawab ki Kusnadi.
"Emang siapa Orang orang Lembah Kematian Ki..?!" tanya Wulan Ayu, penasaran.
"Orang orang jahat yang memaksa pemuda Desa ini jadi Anggotanya, mereka merampas, merampok, dan membunuh, jika kemauan mereka tidak di ikuti, nak..," Jawab aki Kusnadi.
"Apakah mereka banyak Ki..?" tanya Bidadari Pencabut Nyawa, atau Wulan Ayu.
Banyak Nak, mereka sedang menghimpun Partai besar, mereka berencana menguasai pulau Andalas
ini..!" Jelas Aki Kusnadi.
Mereka pun sampai ke rumah aki Kusnadi.
Bersambung..........!
Jangan lupa ikuti Novel Karya authorized di MangaToon... KISAH PENDEKAR TANPA TANDING.
__ADS_1
dan Chat story DILEMA CINTA. karya Idwan Virca84.