Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Pengepungan


__ADS_3

Pagi yang cukup cerah di padang rumput yang sangat luas ini, para prajurit yang bersiap ke medan perang, tampak hilir mudik, lalu lalang di sekeliling area perkemahan mereka.


Para prajurit bergiliran berjaga,di sekitar area perkemahan pasukan pemberontak, mereka menunggu perintah untuk berangkat ke posisi mereka.


Tampak para pendekar dan Para punggawa pasukan Galuh Permata, dan pasukan Mandalika juga telah bersiap siap untuk berperang.


Perlengkapan seperti pedang, anak panah, dan tombak semua telah di siapkan, para pendekar dari dua kerajaan tampak bergiliran ke dapur umum, untuk sarapan pagi.


Perlahan matahari mulai naik, para pendekar telah berada di posisi mereka masing masing, para prajurit pemberontak tampak masih di perkemahan mereka.


"Kak Anggala, apa mereka masih mau berperang setelah kekalahan mereka kemarin..?!" tanya Wulan Ayu sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti, yan berdiri di sampingnya itu.


"Entah lah Dinda, Kakak juga tidak mengerti masalah perang, sebaiknya kita tunggu, paman Jagat Geni, dan panglima ki Guntur Setra..!" jawab Anggala alias Pendekar Naga Sakti.


"Hmm... Baik lah Dinda rasa, sebaiknya kita tunggu saja paman Jagat Geni, dan paman Panglima ki Guntur Setra...!"


Ujar Wulan Ayu sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti, dan tersenyum dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Anggala hanya mengangguk dan membalas senyuman Bidadari cantik itu.


Wulan Ayu tampak memandang lekat pada pemuda tampan di sampingnya itu, sampai Anggala melihat ke arahnya, baru ia buru buru mengalihkan perhatian dan pandanganya.


"Ada yang mencuri nih..!" Ujar Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum pada Wulan Ayu.


"Mencuri apa Kak..?!" tanya Wulan Ayu sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti, tidak mengerti.


"Mencuri pandangan...!" Jawab pendekar Naga Sakti sambil tersenyum pada Wulan Ayu.


"Kakak...! awas ya..! Dinda merajuk...!" rengut Wulan Ayu sambil tertawa ke arah Pendekar Naga Sakti kekasihnya itu.


Patih Jagat Geni dan Panglima ki Guntur Setra, menghampiri Wulan Ayu dan Anggala.


"Bagaimana tuan Putri..? kita gempur habis pasukan Pemberontak hari ini..?!" Ujar Patih Jagat Geni, sambil mengikat tali pedang di pinggangnya.


"Jangan tanya Wulan paman..! Karna Wulan tidak mengerti soal peperangan, jadi paman lah yang memberi keputusan dengan ki Guntur Setra, masalah paman Roksa Galuh, biar Wulan yang hadapi..!" Ujar Wulan Ayu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, tuan Putri kita lansung kepung pasukan Pangeran Roksa Galuh, dari segala


penjuru..!" Ujar Patah Jagat Geni.


"Baik Paman..! Ayo Kak, kita berangkat..!" Ujar Wulan Ayu, sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti.


"Ayo...!" Jawab Anggala singkat, mereka melompat ke atas kuda, dan segera mengubahnya ke arah perkemahan, pasukan Pangeran Roksa Galuh.


Pasukan kedua kerajaan mengepung area perkemahan, pasukan pemberontak dari segala penjuru.


Pasukan Pangeran Roksa Galuh, lansung bersiaga melihat mereka telah tergepung, dan melapor Pada Pangeran Roksa Galuh.


Pangeran Roksa Galuh lansung memimpin pasukan nya, dan bersiap untuk berperang.


Pasukan kedua kerajaan, langsung mengepung seluruh area perkemahan, pasukan pemberontak.


Para pendekar golongan putih, yang memberikan dukungan kepada Kerajaan Galuh Permata, berjalan paling depan, mendekati pasukan Pangeran Roksa Galuh.

__ADS_1


Anggala dan Wulan Ayu tampak berjalan, paling depan mendekati Pangeran Roksa Galuh, mereka berencana mengadakan perundingan dengan Pangeran Roksa Galuh.


"Paman Wulan ingin bicara langsung, dengan Paman...!" teriak Wulan Ayu, kepada Pangeran Roksa Galuh, Pendekar Naga Sakti tampak menemani di samping Bidadari Pencabut Nyawa itu.


__ADS_2