
Arya Geni menghunus pedang terbangnya, pedang itu terbang menyerang para prajurit yang mengepungnya.
"Aaakh....!"
"Aaa.....!"
Para prajurit yang terkena sambaran pedang Arya Geni bergelimpangan, ada yang sekarat dan ada yang meregang nyawa, mereka tak sempat menangkis dan mengelak kecepatan pedang terbang milik Arya Geni.
Sedangkan prajurit yang mengepung Anggala telah menjadi patung hidup,di hajar ilmu 'Totokan Malaikat Semesta.
Sedangkan Wulan Ayu masih berkelebat bagai bayangan dengan jurus 'Kipas Elang Peraknya, 'Elang Menangkap Mangsa'.
Iblis Hitam dan kedua Warok Nusa Wungu, terdiam melihat para prajurit yang tak berdaya, menghadapi ketiga Pendekar muda itu.
Para prajurit berbaju kuning itu tersurut mundur, melihat kawan-kawan mereka bergelimpangan dan ada yang menjadi patung hidup, tak ayal membuat yang masih sadar nyalinya menjadi ciut.
Anggala dan Wulan Ayu, melompat ke samping Arya Geni.
Mereka berdiri di depan para prajurit yang mentalnya mulai terpukul itu.
"Kurang ajar.! Ternyata mereka cukup tangguh," gumam salah seorang Warok Nusa Wungu.
Siapa para Pendekar Pendekar itu.? tanya Warok Nusa Wungu yang satunya.
"Melihat kipas yang di pakainya, yang wanita itu murit Malaikat Pemarah dan Bidadari Galak, yang bergelar Bidadari Pencabut Nyawa dari barat.!" jawab Iblis Hitam.
"Apa kita langsung turun tangan Ki.?" tanya Warok Nusa Wungu.
"Kita tunggu.! Apa prajurit-prajurit kita masih berani menghadapi mereka," jawab Iblis Hitam pada kedua Warok Nusa Wungu.
"Prajurit atur formasi.!" perintah Iblis Hitam, para prajurit itu lalu mengatur pormasi benteng bertahan dengan menyusun pelindung diri di depan.
"Serang...!" perintah Iblis Hitam lagi, para prajurit itu maju serentak dengan perisai melindungi tubuh mereka dan tombak panjang mereka mengarah ke depan, dengan barisan rapat tanpa celah.
Tentu saja pormasi itu menyulitkan tiga Pendekar muda itu bergerak bebas, mereka bertiga terpaksa melompat mundur.
"Hup...!"
"Hiaa...!
Haap....!
Anggala dan Wulan Ayu beserta Arya Geni mundur sejauh lima tombak ke belakang.
"Biar ku hadapai mereka dengan jurus pukulan 'Tapak Naga, Amarah Sang Naga'. !" ucap Pendekar Naga Sakti, ia maju tiga langkah ke depan dan bersiap dengan jurus pukulan Tapak Naganya.
__ADS_1
"Hup....!"
Anggala mengalirkan tenaga dalam nya ke kedua tangannya, tampak kedua tangan Anggala mengeluarkan cahaya merah terang, tanda ia memakai lebih dari separuh tenaga dalamnya, lalu.
"Heaaa....!" bentakan membahana Anggala mengawali lompatannya, kedua tangannya maju ke depan, dan dua cahaya merah itu meluncur deras kearah para prajurit pemberontak yang ada di hadapannya.
Wusss......! Duaaar....!
begitu cahaya merah yang keluar dari kedua telapak tangan Anggala mengenai para prajurit di depannya.
"Aaaa......!"
Para prajurit pemberontak itu berlemparan ke belakang dengan tubuh hangus bagai di bakar, mereka tewas seketika.
Begitu melihat prajuritnya berterbangan Warok Nusa Wungu melompat ke arah Anggala dan mengirimkan tendangan bertenaga dalam tingkat tinggi.
Wuuukk....!
Tap....!
Pendekar Naga Sakti cepat memapaki tendangan Warok Nusa Wungu, keduanya tersurut mundur, setelah beradu tenaga dalam. Mereka saling berhadapan, berusaha mengukur kekuatan lawannya.
"Heaaah...!" Warok Bisa Wung kembali merangsek kearah Anggala, sebuah pukulan tangan kosong yang mengandung tenaga dalam tinggi di sarangkan kearah tubuh Pendekar Naga Sakti itu.
"Ding!
"Hup!" Warok Nusa Wungu cepat melentingkan dirinya kebelakang dan mendarat sekitar tiga tombak di depan Pendekar Naga Sakti itu.
"Anak muda ini boleh juga, tanganku sampai nyeri begitu menyentuh tubuhnya, tubuhnya seakan sebuah besi," guman Warok Nusa Wungu dalam hati sambil mengalirkan hawa murni kearah kepalan tinjunya yang terasa nyeri.
"Akan ku coba pukulan 'Warok Merah Tangan Besi'." Warok Nusa Wungu membathin. Ia pun meningkatkan tenaga dalamnya kearah dua tangannya, mempersiapkan pukulan 'Warok Merah Tangan Besi'. nya.
Melihat Warok Nusa Wungu meningkatkan tenaga dalamnya, Anggala pun mulai meningkatkan tenaga dalamnya kearah dua telapak tangannya.
"Hiyaaa....!" Anggala bersiap dengan jurus 'Tapak Naganya.Warok Nusa Wungu yang dari tadi telah meningkatkan tenaga dalamnya. ia mempersiapkan 'Pukulan Warok Merah Tangan Besi'. tingkat tiga.
"Heaaa....!" bentakan Warok Nusa Wungu mengawali tubuhnya melompat dengan pukulan 'Warok Tangan Besi'.nya,
"Hiyaaat...!" bentakan Anggala mengawali tubuhnya melesat kedepan dan melompat keudara, kemudian Pendekar Naga Sakti meluncur deras dengan jurus 'Tapak Naga'.nya.
Wuuut....!
Tap...!
Desss....!
__ADS_1
Telapak tangan Pendekar Naga Sakti beradu dengan telapak tangan Warok Nusa Wungu di udara, ledakan kecil terjadi di pertemuan dua tenaga pukulan itu. Warok Nusa Wungu terjajar dua tombak ke belakang.
Sedangkan Anggala tersurut mundur tiga langkah. Pertanda tenaga dalam Pendekar Naga Sakti itu di atas tenaga dalam Warok Nusa Wungu.
Merasa kalah adu tenaga Warok Nusa Wungu menghunus golok besar yang berada di pinggangnya dan bersiap menyerang Anggala.
"Heaaa...!" Warok Nusa Wungu melompat ke arah Anggala dengan 'Jurus Golok Pembelah Bukit'.
Wut...!
Wut....
Suara desingan golok Warok Nusa Wungu memecah udara di sekitarnya, membuat sakit telinga yang mendengarnya.
Crang...!
Golok besar Warok Nusa Wungu beradu dengan lengan kiri Anggala, Pendekar Naga Sakti lansung menyusulkan sebuah tendangan yang cukup cepat ke arah tubuh Warok Nusa Wungu.
"Heh...!" Warok Nusa Wungu terperanjat karena goloknya tidak juga mampu melukai tubuh Anggala, dan malah mendapat serangan mendadak, Warok Nusa Wungu dengan cepat menengoskan tubuhnya keudara menghindari tendangan Pendekar Naga Sakti itu.
Warok Nusa Wungu cepat melompat ke belakang sekitar tiga tombak begitu berhasil menghindari tendangan kaki Anggala itu.
Kini giliran Anggala menyerang dengan jurus 'Sembilan Matahari Cakar Elang'. nya, di gabungkan dengan ilmu 'Baju Besi Emas tingkat delapan belas'.
"Hiyaaat...!" Warok Nusa Wungu yang belum siap terpaksa memapaki serangan cakar Anggala dengan goloknya, sehingga!
Crang...!
"Aakh...!" suara seperti dua besi beradu, Warok Nusa Wungu terpental beberapa tombak ke belakang, dan jatuh di dekat Iblis Hitam dan Warok Nusa Wungu yang bersama Iblis Hitam.
"Bangsat...! Mati kau....!" teriak Warok Nusa Wungu yang bergelar si Golok Setan, ia lansung menyerang Anggala dengan pukulan 'Tinju Penghancur'. jurus ini di atas 'Jurus Tangan Besi'. adiknya tadi.
"Hih...!"
Anggala yang belum siap terpaksa menghindar pukulan 'Tinju Penghancur'. si Golok Setan, dengan melompat keudara, si Golok Setan lewat di bawah Anggala, tak ayal pukulan Warok Nusa Wungu yang bergelar Golok Setan yang terlewat mengenai sebatang pohon di belakang Anggala.
Crak...!
Bruuum...!
Pohon itu patah dan lansung tumbang ke tanah.
Sementara Wulan Ayu dan Arya Geni menyaksikan pertarungan itu, dengan mata tak berkedip.
.
__ADS_1
Bersambung...