Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Pembalasan Si Pedang Maut dan Si Pedang Terbang. part 2


__ADS_3

"Bangsat! Heaaa...!


Damar Suta berteriak marah melihat murid-murid Perguruan ayahnya itu tidak berdaya menghadapi serangan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa itu, padahal ia sudah membawa murid-murid yang punya kemampuan cukup tinggi.


.


Secepat kilat si Pedang Maut melesat ke arah Pendekar Naga Sakti dengan sebuah tendangan terbang bertenaga dalam tinggi.


Dik..!


Dengan sigap dan gesit tendangan Si Pedang Maut itu di tahan Pendekar Naga Sakti dengan telapak tangannya. Dengan hentakan ke depan Pendekar Naga Sakti memaksa Si Pedang Maut terjajar kebelakang beberapa langkah.


.


Damar Suta tidak tinggal diam begitu kaki nya menjejak tanah, ia lansung melesat ke depan dengan serangan tangan kosong yang mengandung tenaga dalam tinggi. Pendekar Naga Sakti menarik tubuhnya ke samping, sehingga pukulan Si Pedang Maut itu lewat di samping.


Sut..!


Sebuah pukulan balasan yang begitu cepat bagaikan kilat di arahkan Anggala ke wajah Damar Suta itu. Dengan sigap Damar Suta pun berhasil menghindari pukulan Anggala itu dengan menggeser tubuh nya ke samping kanannya.


.


Damar Suta kembali menyerang dengan pukulan tangan kirinya dengan sigap Pendekar Naga Sakti menangkis dengan siku kanannya.


Duk..!


"Hih....!"


Serangan demi serangan Damar Suta belum berhasil mengenai Pendekar Naga Sakti. Bahkan mendesak pun Damar Suta belum sanggup, ia melompat mundur bebarapa langkah ke belakang. Damar Suta lansung menghunus pedang yang tersampir di balik punggungnya.


Sring...!


Wut..!


Wut..!


Begitu pedang berwarna perak kehitaman itu keluar dari sarungnya hawa panas mendera tempat itu. Hawa panas di iringi bau pahit dan anyir menerpa hidung pertanda pedang di tangan Damar Suta mengandung racun yang sangat berbahaya. Jika orang biasa yang terkena sayatan pedang itu, akan lansung tewas menggenaskan.


.


Bau anyir pedang itu karna entah berapa banyak nyawa melayang di ujung pedang itu. Damar Suta tidak bisa membersihkan pedang itu, jika di bersihkan racun yang teesimpan di mata pedang itu akan hilang.


"Heaaa...!


Jerit melengking keluar dari mulut Damar Suta, maka seketika tubuhnya melesat cepat ke arah Pendekar Naga Sakti, pedang di tangannya bergerak cepat menyerang ke segala arah. Pendekar Naga Sakti dengan gesit menghindari setiap sabetan dan tusukan mata pedang di tangan Damar Suta itu.


Set..! Set...!


Wut..!


"Hiaaa....!"


Begitu cepat Pendekar Naga Sakti melentingkan tubuhnya ke udara ia berjumpalitan beberapa kali di udara sehingga pedang Damar Suta itu hanya mengenai angin kosong. Pendekar Naga Sakti melompat mundur ke belakang beberapa langkah.


.


Pendekar Naga Sakti yang memakai 'Jurus Langkah Malaikat'. nya bergerak begitu cepat, karna merasakan hawa panas racun di pedang Damar Suta itu. Pendekar Naga Sakti lansung mengerahkan 'Ilmu Baju Besi Emas'. tingkat delapan belas.


.

__ADS_1


Damar Suta tidak memberi kesempatan pada Pendekar Naga Sakti, ia terus mencerca dengan pedang nya, ia terus berusaha mendesak dengan meningkatkan jurus pedang dan tenaga dalam nya.


.


Trang..!


Suatu ketika pedang di tangan Damar Suta itu berhasil mengenai lengan sebelah kanan Pendekar Naga Sakti. Namun Damar Suta harus menelan ludah keinginan nya melukai Pendekar Naga Sakti tidak tercapai, karna pedangnya seperti mengenai sebuah patung besi. Damar Suta tampak terkejut dengan kejadian di luar dugaannya itu.


.


Sut..!


Buak...!


Belum hilang keterkejutan Si pedang Maut, sebuah tendangan cepat Pendekar Naga Sakti telah mengenai perutnya dengan begitu telak, tendangan itu pun mengandung tenaga dalam tingkat tinggi. Darah menyembur dari mulut Damar Suta itu, di iringi tubuhnya terpental beberapa tombak ke belakang. Damar Suta pun jatuh bergulingan.


.


"Huakss..!


Damar Suta memuntahkan darah segar dari mulutnya, ia segera duduk bersemedi untuk mengobati luka dalamnya. Sedangkan Pendekar Naga Sakti hanya tegak menunggu Si Pedang Maut itu siap bertarung lagi.


.


Matahri telah terbit di upuk timur, cahaya nya putih kekuningan menyilaukan mata. Tampak pos ronda penduduk Desa Talang kuda itu telah habis di makan api begitu pun sekitar lima buah rumah penduduk juga telah menjadi abu. Beberapa orang penduduk yang terluka tampak berusaha bangun dengan tertatih-tatih.


.


Beberapa orang penduduk yang tidak bergerak, mereka telah tewas terkena sambaran pisau terbang milik orang-orang Perguruan Belati Terbang itu.


.


Sementara itu beberapa orang murid Perguruan Belati Terbang yang menyerang Bidadari Pencabut Nyawa tampak telah berserakan di tanah. R-'ata-rata mereka tewas seketika karna terkena sambaran pisau kecil di ujung kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu.


.


Kindar Saka yang terkenal dengan gelar Si Pedang Terbang itu lansung menyerang Bidadari Pencabut dengan jurus pedang terbangnya.


.


Trang..!


Ujung pedang terbang milik Kindar Saka itu beradu dengan daun kipas elang perak yang di gunakan Bidadari pencabut nyawa melindungi tubuhnya.


.


Pedang itu seperti memiliki tali sehing begitu gagal mengenai sasarannya, pedang itu kembali melesat ke arah pemiliknya.


.


Sret.!


Bidadari Pencabut Nyawa lansung melipat dan menyimpan kipas elang perak ke balik bajunya dan segera menghunus pedang Elang Perak dari balik punghungnya.


.


"Kalian harus membayar kematian pamanku, Kala Ireng, Nisanak!" Terdengar dingin kata-kata Si pedang Terbang itu.


.

__ADS_1


"Hmm.. Kematian Kala Ireng karna senjatanya sendiri Kisanak, Kau malah menyalahkan orang lain, tapi tidak apa-apa dengan kedatangan Kalian ke sini membunuhi para penduduk membuat Kalian tidak pantas di biarkan hidup!" Jawab Bidadari Pencabut Nyawa dengan sengitnya. Matanya menatap tajam ke arah Kindar Saka itu, bagai mata elang memperhatikan mangsanya.


.


"Heh...! Jangan banyak alasan, jelas-jelas pamanku tewas karna bertarung dengan Kalian, Kalian masih mau berkilah, hah!" Bentak Si Pedang Terbang lagi sambil mengacungkan pedang nya ke arah murid Malaikat Pemarah dan Bidadari Galak itu.


.


"Aku tidak berkilah, kami memang bertarung dengan paman Iblis Kalian itu, namun kematiannya karna pisau terbangnya sendiri," Jawab Bidadari Pencabut Nyawa dengan lantang.


.


"Wajah cantik mu itu akan pucat Nisanak! Setelah nyawamu melayang dari sana!"


"Jangan terlalu banyak bacot Kisanak! Buktikan ucapanmu itu!" Jawab Bidadari Pencabut Nyawa dengan begitu dingin dan bernada tantangan.


.


"Hiaaa...!"


Jerit melengking Kindar Saka itu mengawali gerakannya, seletika tubuh nya melesat dengan begitu cepat, pedang di tangannya melesat di depan tangannya. Dengan sigap Wulan Ayu menangkis pedang terbang yang mencerca ke arahnya.


.


Trang.! Trang..!


"Hup..!


Begitu Kindar Saka mendekat begitu cepat bagaikan kilat pedang elang perak di sabetkan ke arahnya. Kindar Saka terpaksa berjumpalitan mwnghindari sabetan pedang elang perak itu.


.


Pertarungan Bidadari Pencabut Nyawa dengan Si Pedang Terbang terjadi seru dan alot, serangan demi serangan keduanya berhasil di patahkan sang lawan dengan pedangnya.


.


Sementara itu Damar Suta tampak telah bangkit dari duduknya dan bersiap dengan pedang di tangannnya.


.


"Ku akui, Kau begitu hebat Pendekar Naga Sakti! Jangan Kau berbesar kepala dulu, aku belum Kalah," Ucap Damar Suta tampak begitu dingin ucapannya. Damar Suta tampak meningkatkan tenaga dalamnya ke arah pedang nya. Damar Suta menyiapkan jurus andalannya. ' Jurus Pedang Iblis Penebar Maut'. tinglkat tujuh Seribu pedang Iblis.


.


"Jurus Pedang Iblis Penebar Maut! Seribu Pedang Iblis! Heaaa....!!"


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like


Koment


Vote

__ADS_1


Dan Favorit nya ya.


Terima kasih banyak..


__ADS_2