Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Iblis Hitam Rambut Merah


__ADS_3

Iblis Hitam Rambut Merah, memainkan pedangnya di sekitar tubuhnya, putaran pedang itu membuat angin berkumpul seperti angin puyuh.


Wut.....! Wut......!


Wut....! Wut....!


"Jurus Pedang Badai Penghancur Bukit'.


"Heaa...!"


Angin di sekitar tubuh Iblis Hitam Rambut Merah semakin membesar, Angin itu kini berputar mengelilingi tubuhnya.


"HEAAA......!"


Bentakan melengking Iblis Hitam Rambut Merah, di sertai ayunan pedangnya, Angin berputar di sekitar tubuhnya itu, melesat ke arah Jaka Kelana.


"Heeaaa....!"


Jaka Kelana pun mengayunkan Pedang Srigala Putihnya, Dengan beriringan angin dingin yang begitu besar.


Desss......!


Desss.....!


DUUUSSSS.....!


Kedua Angin beradu, pepohohan di sekitar arena pertarungan bergoyang di hempas angin yang saling berbalik arah itu.


Iblis Hitam Rambut Merah melesat ke samping menghindari angin pukulannya yang berbalik arah.


Sedangkan Jaka Kelana, kembali mengibaskan Pedangnya, kibasan Pedang Srigala Putih itu membuat angin dingin, yang berbalik arah maju menyusul angin buatan Iblis Hitam Rambut Merah.


WUUUSSS.........!"


Krak....! Pletak.....!


Krak.....! Brum.....!


Pepohonan yang di lalui kedua angin yang saling Susul itu, runtuh rentah dan banyak yanga tumbang.

__ADS_1


"Huak...!"


Jaka Kelana mengalami luka dalam, karna memaksa mengeluarkan tenaga dalam tingkat tinggi dua kali.


Melihat Keadaan Pendekar Srigala Putih, Iblis Hitam Rambut Merah melesat ke arah Jaka Kelana, dengan ayunan pedang besar di tangan kanannya.


Trang.....!"


Jaka Kelana terpaksa menangkis dengan pedangnya, ia terjajar mundur sekitar tiga tombak ke belakang, Iblis Hitam Rambut Merah tidak memberi kesempatan, ia kembali melesat secepat kilat dengan sebuah tendangan bertenaga dalam tingi.


Duak....!"


"Aakh....!"


Jaka Kelana terlempar ke belakang, sejauh tujuh tombak, ia berusaha bangkit, namun Iblis Hitam Rambut Merah melesat ke arahnya dengan mengayunkan pedang besarnya.


Wuss....!


Tap....!


Buak....!


"Aakh...!"


Iblis Hitam Rambut merah melenguh kesakitan ketika tapak tangan bertenaga dalam tinggi itu mengenai dadanya, ia pun terpental sekitar lima tombak ke belakang, sehingga ia jatuh terlentang di tanah.


"Ha ha ha.....!" Rasain... Kau menyerang orang yang sudah tidak berdaya...!" tawa bayangan putih itu, ternyata ia adalah Pertapa Sakti dari Lembah Naga, alias Pertapa Naga.


"Bangsat....!" Beraninya kau membokongku orang tua...!" bentak Iblis Hitam Rambut Merah.


Pertapa Naga malah mendekati, Jaka Kelana dan menolong Pendekar muda itu, seakan ia tidak berhadapan dengan seorang musuh.


Pertapa Naga memberikan sebuah pil obat pada Jaka Kelana.


"Makan lah obat ini anak muda, dan setelah itu kau bersemedi dulu, biar Iblis Rambut Merah itu, Kakek yang akan memberinya pelajaran dulu...!"


Selesai bicara Pertapa Naga berdiri dan barjalan ke arah Iblis Hitam Rambut Merah.


Iblis Hitam Rambut merah berdiri menghadap Pertapa Naga, pedang di tangan kanannya mengacung ke depan, tangan kirinya memegang dada, bekas di hajar tangan Pertapa Naga tadi.

__ADS_1


"Bagaimana Rambut Merah, apa dadamu terasa sesak..! Itu peringatan, berikutnya dadamu akan jebol..!" ujar Pertapa Naga, sebuah peringatan sangat mengancam musuhnya.


Iblis Hitam Rambut Merah kembali meràpal 'Jurus Pedang Badai Penghancur Bukit'. nya, namun kali ini ia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya.


Angin puyuh hasil putaran pedang Iblis Hitam Rambut Merah, kali ini terlihat lebih besar dari yang tadi, saat ia menghadapi Pendekar Srigala Putih.


Pertapa Naga hanya tertawa melihat musuhnya, yang mulai mengalami luka dalam, karna terlalu memaksakan tenaga dalam.


"Heaaa....!"


Iblis Hitam Rambut Merah mengayunkan pedangnya ke arah Pertapa Naga, bersamaan angin puyuh besar yang mengelilingi tubuhnya menderu ke arah Pertapa Naga.


Wusss......! Wusss.......!


"He he...! Mau adu tenaga nih orang...!" ujar Pertapa Naga, ia menunggu angin puyuh yang menuju ke arahnya.


"Heaaa.....!"


Pertapa Naga menghempaskan telapak tangannya ke depan, ia memakai 'Jurus Badai Menghantam gunung'. hempasan angin besar menghantam ke arah angin puyuh kiriman Iblis Hitam Rambut Merah itu.


WUUU.........!


Angin Pukulan Pertapa Naga itu begitu cepat mendorong angin puyuh itu, sehingga angin puyuh itu berbalik arah, dan menghantam Iblis Hitam Rambut Merah.


"Aaa.....!"


Iblis Hitam Rambut Merah terbang berputar putar terbawa angin pukulannya sendiri, sampai akhirnya ia terhempas ke sebatang pohon, sampai pohon itu patah dan tumbang.


"Huaks....!"


Iblis Hitam Rambut Merah berusaha bangkit dari jatuhnya, darah menyembur dari mulutnya, ia pun jatuh tak bergerak lagi, ia tewas akibat pukulan andalannya sendiri.


"He he...!" Lihat Jaka, siapa menggali lobang dia sendiri yang akan masuk ke lobang itu..!" ujar Pertapa Naga, sambil menghampiri Pendekar Srigala Putih yang lagi bersemedi.


***************************


Jangan lupa baca Novel Author yang lain ya...!"


Makasih....

__ADS_1



__ADS_2