Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sebab Dan Musabab


__ADS_3

Soka melompat ke belakang setelah menangkis serangan Pendekar Naga Sakti itu, wajah Kakak tertua Loka itu tampak menggambarkan kemarahan, matanya berubah merah pertanda ia sedang menahan amarah nya.


Pendekar Naga Sakti, tampak mengalami hal yang sama, tatapan matanya tajam bak mata elang memperhatikan mangsa, Kali ini Pendekar dari Lembah Naga itu lansung meningkatkan tenaga dalamnya, dan merapal 'Jurus Tapak Naga'. tingkat tujuh.


Soka pun meningkatkan tenaga dalam nya, kedua tangan nya mengepal tinju, ia memakai ' Jurus Setan Merah Tinju Penghancur Gunung'. Kedua tinju nya berubah hitam dengan cahaya merah menyala.


"Heaaa....!"


Soka melompat secepat kilat ke arah Pendekar Naga Sakti, dengan kedua tinju menderu ke depan, Pendekar Naga Sakti pun menyongsong dengan Telapak tangan terbuka, dan mengacung ke depan dada nya.


"Heaaa.....!"


Tap.....!


Dik....!


Kedua pukulan tàngan kedua Pendekar itu, saling beradu di udara, keduanya saling menyarangkan pukulan, dan menghindari serangan lawannya.


Wosss...!


Shu....!


Jdak....!


Kedua pendekar yang sama sama memakai tenaga dalam tingkat tinggi itu, saling terjajar ke belakang, terhempas kekuatan tenaga dalam mereka sendiri, Pendekar Naga Sakti kembali melompat ke udara, dengan sebuah tendangan berputar, bagai kan sebuah putaran angin.


"Naga Menjangkau Langit...! Hiaaa......!"


Jerit melengking Pendekar Naga Sakti, tendangan kakinya bagaikan sebuah mata bor, yang siap menghancurkan sebuah batu, Soka yang menyongsong dengan kedua tinju di depan.


Blaaarr....!


Sebuah ledakan dahsyat mengguncang tempat itu, ketika dua pukulan bertemu, Soka terjajar ke belakang beberapa tombak, sedangkan Pendekar Naga Sakti, membubung ke udara, ia kembali melesat ke arah Soka,sebuah tendangan yang lebih cepat dari sebelumnya, meluncur deras ke arah Soka, amukan Pendekar Naga Sakti kali ini di luar dugaan Soka, Pemimpin Penyamun Setan Merah itu terpaksa berjumpalitan menghindari setiap serangan Pendekar Naga Sakti itu.


Tubuh Pendekar Naga Sakti berkelebat sangat cepat sehingga sulit di pandang mata, setiap serangannya mengincar titik lemah di tubuh tokoh hitam dari bukit tiga puluh itu.


"Hiyaaat......!"


Sebuah tendangan beruntun dan berpindah pindah, sehingga Soka sulit memprediksi kemana arah serangan Pendekar Naga Sakti itu, Soka terpaksa terus berjumpalitan menghindari serangan Anggala itu.


"Tampak nya Anggala sangat marah, karna Wulan Ayu di bokong tadi..," kata Jaka Kelana, yang memperhatikan jalan pertarungan itu.


"Ya, Kak, saat pertempuran dengan Pasukan pemberontak dulu, Kak Anggala tidak pernah semarah ini," jawab Aruni, Pendekar Kelelawar Putih.


Sebuah tendangan cepat Pendekar Naga Sakti, sempat mengenai tubuh tua Soka, Laki laki setengah baya itu terpental bebetombak ke belakang, namun ia masih sempat menjejak tanah.

__ADS_1


"Huk....!"


Soka memegangi dadanya, tampak ada darah yang merembes di sela bibirnya, tanda ia mengalami luka dalam.


Sring....!


Tanpa banyak bicara lagi, tokoh hitam dari Bukit Tiga Puluh itu, lansung menghunus golok besar di pinggangnya, ia memainkan golok itu di sekitar dadanya.


Wut......!


Wut.......!


Suara golok itu memecah udara di sekitarnya, Soka menerjang ke arah Pendekar Naga Sakti, dengan Jurus Golok, yang sangat cepat, setiap sabetan dan tusukan golok itu mengandung aura panas menyengat kulit.


Pendekar Naga Sakti yang baru bisa mengontrol emosi nya, menghindari setiap serangan golok Soka yang mengarah ke tubuhnya, ia lansung melompat ke belakang, menjauhi Soka, dan bersiap dengan 'Jurus Baju Besi Emas'. tingkat delapan belas.


"Hup......!"


Pendekar Naga Sakti menyambut serangan Soka dengan lengan kirinya.


Trang.....!


"Heh....!"


Soka terperanjat ketika melihat golok nya, bagai mengenai sebuah besi, begitu menyentuh lengan kiri Pendekar Naga Sakti itu, belum sempat ia menghilangkan keterkejutan nya, sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi tinggi di arahkan ke perutnya, ia cepat cepat menarik tubuhnya ke belakang.


Soka melompat ke belakang menghindari tendangan cepat Kaki Pendekar Naga Sakti itu, tanpa memberikan kesempatan Pendekar Naga Sakti kembali menyusul kan sebuah serangan berbentuk cakar.


"Jurus Sembilan Matahari Cakar Elang...! Hiaaa....!"


Soka terpaksa menahan serangan cakar Pendekar Naga Sakti itu, dengan melintangkan golok nya di depan wajahnya.


Crang....!"


Bret.....!


"Aaakh....!"


Soka melenguh kesakitan ketika bahu kanannya terserempet cakar tangan kanan Pendekar Naga Sakti itu.


Buk....!


"Aaaa.....!"


Belum sempat berkelit, sebuah tendangan cepat Pendekar Naga Sakti mengenai tubuh Soka, ia pun terpental ke tanah, dengan derasnya, hingga tubuhnya menghantam dinding warung Ki Banaja.

__ADS_1


Brak....!


Soka jatuh ke dalam warung Ki Banaja itu, darah segar mengucur dari bibirnya, ia segera di tolong Soma dan Loka, Pendekar Naga Sakti meluncur ke depan warung Ki Banaja itu, ia berniat menyerang musuhnya yang telah terluka itu.


"Cukup Kak, dia telah terluka..!" Ujar Wulan Ayu, sambil menghadang Pergerakan Pendekar Naga Sakti itu.


"Minggir Dinda, biar kuat bunuh, orang yang telah berani membokong mu, itu..!" Jawab Pendekar Naga Sakti, sambil terus berjalan menuju warung Ki Banaja itu.


"Sudah Kak, cukup dia telah terluka parah, bukan seorang satria yang menyerang musuh yang telah kalah..!" ujar Wulan Ayu, sambil berdiri menahan tubuh Kekasihnya itu.


Anggala terdiam sejenak, "Astagfirullah hal azim, maaf Dinda, Kakak terlalu terbawa emosi..!" Ujar Pendekar Naga Sakti, sambil mengurut dadanya sendiri, ia berusaha mengontrol emosi nya.


"Nah gitu dong, itu baru kekasihnya Bidadari Pencabut Nyawa...!" Ujar Wulan Ayu, sambil tersenyum manis memandang wajah tampan Pendekar Naga Sakti, yang sudah mulai tenang emosinya itu.


"Maafkan Kami Pendekar..," Ucap Loka, adik Soka yang berusaha membantu sang Kakak, yang lagi terluka itu.


"Kami akan mengganti semua kerugian yang kami sebabkan," ujar Loka lagi.


"Kalian mau kemana, Ki?" tanya Wulan Ayu, pada Loka, ia tidak tega harus membunuh musuh yang sudah kalah itu, walau mereka adalah rombongan penyamun.


"Kami mau ke Lembah Kematian, menghadiri pertemuan Para pendekar di sana,"


"Kalian mau bergabung dengan Partai Lembah Kematian itu?" tanya Pendekar Naga Sakti, menyela.


"Tidak! Kami tidak berniat menjadi bawahan orang orang Partai Lembah Kematian, yang berniat menguasai Pulau Andalas ini,"


"Jadi maksud kalian kesana??"


Kami ingin membantu perguruan Harimau putih," jawab Soma, ia membantu Soka dengan mengalirkan tenaga dalam ke tubuh sang Kakak.


"Perguruan Harimau Putih, yang di pimpin Ki Sokananta itu?" tanya Anggala, penasaran.


"Ya, dia adalah Kakak tertua kami.!" Jawab Loka.


"Tapi, kalian adalah penyamun..!!??"


"Kami menyamun para saudagar kaya, yang terkenal pelit dan kikir..!" Jawab Loka, lagi.


"Tapi kenapa kalian membuat keributan di Desa ini??"


"Maaf, karna kami kelaparan, dan warung ini penuh, jadi kami berniat mengusir orang orang yang lagi makan di sini, agar kami bisa makan semua, tapi para Penduduk desa ini mengadakan perlawanan, sehingga beberapa orang anak buah kami terluka..!" tutur Soka, memberikan penjelasan tentang apa yang telah terjadi.


"Ya, sudah Ki, Kalian istirahat, Ki Banaja akan menyiapkan makanan untuk Kalian,"


Wulan Ayu meminta Ki Banaja menyiapkan makanan untuk para Penyamun Setan Merah, para Penduduk yang melihat Anggala dan Wulan Ayu berdamai dengan para penyamun itu, berdatangan mereka membantu memperbaiki warung Ki Banaja.

__ADS_1


bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan komen, dan like, sebagai penyemangat Author dalam upload episode baru, kritik dan saran juga boleh, Terimakasih.


__ADS_2