
Sementara itu jauh di dalam hutan tampak Pepohonan Porak poranda, bagai di lindas gajah mengamuk.
Tampak Anggala si Pendekar Naga Sakti masih bertarung dengan Iblis Gerbang Neraka, Jurus jurus Tapak Naga Anggala begitu cepat bagai kilat menderu ke arah Iblis Gerbang Neraka.
Iblis Gerbang Neraka terpaksa harus menghindari setiap serangan pendekar muda itu.
Rubuhnya yang berangsur tua itu tampaknya mulai kelelahan, serangan Pendekar Naga Sakti, yang bagai Seekor Elang terus memburu musuhnya.
Iblis Gerbang Neraka, yang banyak kehilangan tenaga karna memakai 'Jurus Gerbang Neraka Penghancur'. tadi.
Sedangkan Anggala yang berada di atas angin tak memberi jeda pada musuhnya itu.
Jurus demi jurus terus berlalu, pepohonan patah mematah terkena serangan Anggala yang mengandung tenaga dalam tinggi itu.
Iblis Gerbang Neraka dalam terdesaknya, melancarkan tendangan jarak jauh bertenaga dalam tinggi, ia berniat membuat Anggala mundur.
"Hihhh....!"
Anggala yang terkejut serangan musuh yang tak di sangkanya itu, namun dengan begitu cepat Anggala melentingkan tubuhnya ke atas dan berjumpalitan di udara.
__ADS_1
Anggala menjejakkan kaki di tanah, kesempatan itu, di pergunakan Iblis Gerbang Neraka merapal Ilmu Andalannya, 'Jurus Gerbang Neraka Inti Api'.
Melihat musuhnya merapal jurus andalan,Anggala pun meningkatkan tenaga dalamnya, dan merapal 'Jurus Tapak Naga, tingkat sebelas Amarah pasukan Naga'.
Tampak tubuh Iblis Gebang Neraka di selubungi cahaya merah bagai api.
"Heaaaa.....!"
Iblis Gerbang Neraka, menyatukan cahaya di kedua tangannya, seluruh cahaya yang tadi menyelumbungi tubuhnya, kini berkumpul di ke dua tapak tangannya, cahaya itu berubah jadi bola api besar.
Sedangkan Pendekar Naga Sakti tampak diam sambil merentangkan kedua tangannya ke samping, dari kedua tangan Anggala keluar cahaya putih terang, menyelubungi kedua telapak tangannya.
"Hup....!"
Cahaya putih itu membesar, sehingga manutupi seluruh tubuhnya.
Anggala melesat ke udara, ia mengapung di udara cahaya kuning berbentuk kepala Naga, berderet di sampingnya,
Iblis Gerbang Neraka melompat secepat kilat ke udara menyerang Anggala, dengan kedua tangan di depan.
__ADS_1
"Heaaa....!"
Anggala melesat ke arah Iblis Gerbang Neraka, dengan bayangan naga berwarna kuning itu, ia menyongsong pukulan Iblis Gerbang Neraka.
"Hiaaa...!"
DESS...!
DUUAAAR....!"
Ledakan besar terjadi ketika pukulan sakti dan tenaga dalam tingkat tinggi itu bertemu.
Debu debu berterbangan, tempat itu hilang tertutup debu, kedua tokoh dunia persilatan itu hilang di dalam semburan debu itu.
Sekitar lima belas menitan, barulah Debu debu itu tersapu angin dan terhisap pepohonan hutan.
Tampak di tanah Anggala berlutut, dengan memegangi Dada, namun tak ada darah di bibirnya, berarti ia tidak terluka dalam.
Cukup lama Aggala berlutut sebelah kaki di tanah, sebelum akhirnya ia Duduk bersila dan bersemedi, menstabilkan jalan darahnya, dan mengatur napas.
__ADS_1
Berbeda dengan Iblis Gerbang Neraka, yang tampak terbaring di ujung sana, baju jubah merahnya hitam semua, tubuhnya mengeluarkan asap, kulitnya gosong seperti terbakar, tubuh Iblis Gerbang Neraka itu tak bergerak lagi, ia telah tewas terkena 'Jurus Gerbang Neraka Inti Api'. miliknya sendiri, yang berbalik arah.
Tamat sudah riwayat tokoh Dedengkot golongan hitam satu ini, sepak terjang-nya terkenal kejam dan sadis, apalagi dengan pukulan Inti Apinya itu, entah berapa banyak tokoh silat golongan putih, yang jadi korbannya selama lebih dari tiga puluh tahun ini.