Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Tiga Elang Part 13


__ADS_3

Si Mata Satu mengembor marah melihat enam anak buahnya tewas dalam satu serangan oleh Elang Merah. Dalam sekali lompatan Si Mata Satu telah keluar dari warung Ki Suro itu. Si Mata Satu langsung memberikan sebuah serangan dadakan ke arah Elang Merah.


"Heaaa....!


Wuk..!


"Heh...!"


Si Mata Satu terkejut ketika serangannya di tahan oleh Pendekar Naga Sakti yang tiba-tiba telah berada di antara ia dan Elang Merah.


Si Mata Satu terpaksa melompat kebelakang merasa serangannya di gagalkan oleh Pendekar Naga Sakti.


"Heh! Bangsat! Siapa Kau berani mencampuri urusanku! Kisanak!" Bentak Si Mata Satu dengan suara lantang menggambarkan kemarahannya.


"Aku, Kau tidak perlu tau siapa aku kisanak! Yang jelas aku adalah orang yang tidak suka melihat orang bertindak curang di depanku!" Jawab Pendekar Naga Sakti sengit.


"Rupanya Kau sudah bosan hidup, Kisanak! Heaaa...!"


Si Mata Satu langsung menyerang Pendekar Naga Sakti dengan Jurus pukulan tangan kosong, namun pukulannya mengandung tenaga dalam tinggi, hawa panas begitu terasa di sekitar tempat itu.


Wuk! Wuk!


Tap! Tap!


Pendekar Naga Sakti dengan gesitnya menapaki setiap serangan pukulan tangan kosong Si Mata Satu itu. Tentu saja perlakuan Pendekar Naga Sakti yang tampak begitu tenang menghadapi setiap serangannya, membuat Si Mata Satu semakin marah.


"Heaaa...!"


Si Mata Satu menyerang Pendekar Naga Sakti dengan tendangan beruntun yang mengandung tenaga dalam tinggi.


Wut! Wut!


Tap! Tap!


Pendekar Naga Sakti menghadapi tendangan beruntun Si Mata satu dengan begitu tenang. Pendekar Naga Sakti menggunakan jurus dasar Tapak Naganya, di imbangi tenaga dalam tinggi yang ia kerahkan ke arah kedua tangannya.


"Bedebah! Siapa pemuda ini? Kesaktiannya setingkat dengan para Warok Singa Merah," Guman Si Mata Satu membathin.


Hampir dua puluh jurus telah berlalu Si Mata Satu belum juga mampu mendesak Pendekar Naga Sakti. Si Mata Satu akhirnya melompat kebelakang sekitar dua tombak.


"Jurus Cakar Iblis Penghancur Raga'. Heaaa...!"


Jerit melengking keluar dari mulut Si Mata Satu, ia merapal sebuah jurus yang cukup menakutkan di dunia persilatan bagian selatan ini. Cahaya merah menyala menyelubungi telapak tangan Si Mata Satu. Hawa panas mendera di sekitar tempat Si Mata Satu itu berdiri.

__ADS_1


"Hup!"


Pendekar Naga Sakti menggeser tubuhnya kesamping menghindari cakar tangan kanan Si Mata Satu, sehingga serangan Si Mata Satu itu hanya lewat sekitar dua jengkal dari bahu kanan Pendekar Naga Sakti.


"Hawa panas cakar Si Mata Satu ini cukup terasa di kulit, tampaknya cakar Iblis ini mengandung racun," Guman Pendekar Naga Sakti dalam hati sambil menghindari serangan Si Mata Satu yang saling susul menyusul itu.


Pendekar Naga Sakti juga tidak mau kecolongan. Pendekar Naga Sakti langsung merapal 'Jurus Baju Besi Emas'. tingkat delapan Belas dan Ilmu Sembilan Matahari Cakar Elang.


"Hiaaa...!"


Crak!


Cakar Si Mata Satu beradu dengan cakar 'Jurus Sembilan Matahari Cakar Elang milik Pendekar Naga Sakti itu di udara. Si Mata Satu tersurut mundur sekitar lima langkah kebelakang. Sebenarnya Si Mata Satu sudah merasa gentar melihat kesaktian yang di miliki oleh Pendekar Naga Sakti itu, namun Si Mata Satu tidak ingin di pandang rendah oleh anak buahnya.


Sring!


Si Mata Satu menghunus pedang besar dari balik punggungnya, dan bersiap dengan jurus-jurus pedang andalannya.


.


.


Sementara itu Bidadari Pencabut Nyawa dan Elang Merah yang berhadapan dengan anak buah si Mata Satu terlibat pertarungan yang cukup sengit. Taktik bertarung yang di gunakan oleh anak buah si Mata Satu cukup membuat dua pendekar wanita itu kerepotan.


"Ya, taktik bertarung mereka cukup sulit di tembus, tampaknya kita harus memecah formasi Wulan!" Jawab Dewi Arau sambil memandang tajam ke arah musuh mereka itu.


"Mungkin ini mau mereka! Hiaaa...!"


Bidadari Pencabut Nyawa melompat secepat kilat ke udara. Bidadari Pencabut Nyawa dengan cepat mengibaskan kipas elang perak ke arah anak buah si Mata Satu itu. Puluhan senjata rahasia berupa jarum melesat cepat ke arah para perampok itu.


Set! Set...! Set...!


Crang! Crang!


Cleb! Cleb!


"Aaaa....!"


Para perampok itu tidak tinggal diam, mereka memutar golok mereka di depan tubuh mereka hingga membentuk seperti baling-baling. Namun senjata rahasia yang keluar dari kipas elang perak bukanlah senjata rahasia biasa. Puluhan senjata rahasia itu menembus golok para perampok itu dan langsung menghujam ke tubuh mereka.


Sekitar sepuluh orang perampok itu langsung bermentalan ke tanah, dengan tubuh mereka tertembus senjata rahasia dari kipas elang perak itu. Para perampok itu langsung meregang nyawa ketika tubuh mereka sampai ke tanah.


Para Perampok Singa Merah anak buah si Mata Satu itu itu tampak terkejut melihat teman-teman mereka tewas meregang nyawa di ujung senjata rahasia dari kipas Bidadari Pencabut Nyawa itu.

__ADS_1


"Hiaaa...!"


Bidadari Pencabut Nyawa dan Elang Merah melesat cepat ke arah para perampok yang masih hidup. Kedua gadis cantik itu dengan begitu gesit menyerang ke arah para perampok yang sudah kehilangan nyalinya itu.


Srass...! Srass...!


Crass...! Creb!


"Aaaa....!"


Hanya jeritankesakitan dan tertahan keluar dari mulut para perampok itu. Pedang dan kipas di tangan dua pendekar cantik itu tidak kenal ampun.


Kipas Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu menyambar setiap perampok yang ada di depannya.


Begitu pun sepasang pedang di tangan Elang Merah itu, dalam sekali gerakan para perampok itu sudah tidak ada yang berdiri


Para perampok itu berjatuhan ke tanah dengan tubuh bersimbah darah.


"Bangsat! Mereka membantai semua anak buahku! " Guman Si Mata Satu dalam hati. Si Mata Satu satu melihat semua anak buahnya sudah tidak ada yang berdiri lagi.


"Jurus Pedang Iblis Api!"


Si Mata Satu meningkatkan tenaga dalamnya kw arah pedang besar yang ada di tangan kananya. Perlahan Si Mata Satu mengankat pedang besarnya ke atas kepala dan menggenggamnya dengan kedua telapak tangannya.


Cahaya merah membentuk api menyelubungi pedang besar di tangan Si Mata Satu itu. Wajah Seram Si Mata Satu tampak memerah karna hawa panas yang keluar dari cahaya merah di pedangnya itu.


"Jurus Pedang Iblis Api! Hati-hati Kak Anggala! Jurus pedang itu cukup berbahaya!" Seru Dewi Arau tampak mengenal jurus pedang yang di gunakan oleh Si Mata Satu itu.


"Heaaa.....!"


Jerit melengking keluar dari mulut Si Mata Satu. Seketika cahaya merah yang menyelubungi pedang besarnya menderu deras, melesat ke arah Pendekar Naga Sakti.


Wuss....!


Booomm....!


Blaaar....!


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like Koment dan favorit nya ya teman-teman. Terima kasih banyak.


__ADS_2