
Tubuh Iblis Kematian Rambut Putih bak kebal dari pukulan tenaga dalam, Jurus Tapak Naga tingkat lima milik Pendekar Naga Sakti itu tidak memberi kan epek apa pun, malah dengan sangat cepat tangannya menghantam ke arah depan dan menghantam telak dada Pendekar Naga Sakti itu.
Sehingga Pendekar Naga Sakti harus terpental beberapa tombak ke belakang, dan Jatuh bergulingan.
"Hiyaaa....!"
Bidadari Pencabut Nyawa melihat sang kekasihnya jatuh segera melesat menyerang ke arah Iblis Kematian Rambut Putih dengan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi, namun.
Dik....!
"Heh.....!"
Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa terperanjat karna tendangannya seperti mengenai gumpalan karet, ia terpaksa melentingkan tubuhnya ke udara menghindari serangan balik Iblis Kematian Rambut Putih yang mengarah ke arah dadanya.
"Bangsat...! Tubuhnya seperti karet,"
Iblis Kematian Rambut Putih melesat menyerang ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dengan sangat cepat sehingga.
Buak....!
"Aaakh....!"
Gadis cantik Putri Raja Surya Galuh itu terlempar ke tanah dengan mengalami luka dalam.
"Ha ha ha....!Kalian semua akan ku habisi di Lembah Kematian ini..! Ha ha ha....!!!"
Tawa Iblis Kematian Rambut Putih membahana, para pendekar golongan putih yang baru selesai mengalahkan anggota Partai Lembah Kematian dan para sekutunya, terkejut dan lansung melihat ke arah datangnya suara tawa itu.
"Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara!" Bahaya.. Ajian yang di takuti di rimba persilatan! sejak kapan Iblis Kematian Rambut Putih menguasainya?" guman Pengemis Gila, wajahnya tampak agak berubah.
Pengemis Gila lansung melesat ke arah Iblis Kematian Rambut Putih itu dan menghadangnya, karna Iblis Kematian Rambut Putih bergerak ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa yang lagi terluka.
"Barutama dan Sokananta pun melesat menghadang Iblis Kematian Rambut Putih yang mengamuk dengan Jurus iblisnya itu.
"Sokananta, Pendekar Pedang Kilat! Hati- hati lah Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara, hanya dapat di kalahkan oleh Pertapa Naga dan Mustika Naga Sakti..!" Pengemis Gila memberi peringatan sambil melancarkan pukulan jarak jauh ke arah Iblis Kematian Rambut Putih.
Namun Pukulan jarak jauh milik Pengemis Gila itu, di anggap hanya ranting kecil yang mengenainya. Iblis Kematian Rambut Putih malah melesat menyerang ke arah Pengemis Gila dengan cakar tangannya, yang mengeluarkan kuku panjang dan berwarna hitam.
Set...!
__ADS_1
Bet...! Bet....!
"Hih......!"
Pengemis Gila terpaksa berjumpalitan menghindari setiap cakar dari kuku hitam panjang Iblis Kematian Rambut Putih itu.
Sementara itu Simbar Buana dan Arya Geni melesat ke arah Anggala si Pendekar Naga Sakti, yang lagi berusaha mengobati luka dalamnya. Anggala cepat-cepat mengambil obat di balik bajunya dan segera menelannya, setelah itu ia melanjutkan bersemedi.
Pandan Suri dan Sri Kemuning setelah mengalahkan musuh- musuhnya lansung melesat ke arah Wulan Ayu atau Bidadari Pencabut Nyawa.
Sementara itu Barutama dan Sokananta lansung membantu Pengemis Gila menghadapi amukan Iblis Kematian Rambut Putih.
"Hiaaa....!"
Set...!
Sut....!
Bet.....! Bet.......!
Pedang di tangan Barutama dan Sokananta lansung menikam dan menebas ke arah tubuh Iblis Kematian Rambut Putih, namun kedua pedang Ketua Perguruan silat golongan putih itu membal seperti mengenai sebuah karet.
"*Hih....!"
Set....!
Bet....!
Wusss....!
Dari kedua telapak tangan Iblis Kematian Rambut Putih melesat cahaya merah kehitaman sebesar bola tenis, Sokananta dan Barutama tidak sempat menghindar, namun mereka masih sempat melintang kan pedang mereka menangkis cahaya hitam itu.
Desss....!
Desss....!
"Aaakh....!"
Barutama dan Sokananta terjajar ke belakang dengan tangan kiri memegang dada, pertanda mereka berdua mengalami luka dalam.
__ADS_1
Pengemis Gila melesat secepat kilat, ke arah Iblis Kematian Rambut Putih, dan memberikan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi.
"Heaa....!"
Dup.....!
Tubuh Pengemis Gila membal kebelakang setelah tendangannya mengenai dada Iblis Kematian Rambut Putih. Orang tua itu terpaksa melompat menjauh, untuk menghilangkan getaran di kedua kakinya setelah mengenai tubuh Iblis Kematian Rambut Putih itu.
"Bangsat! Ilmu Iblis ini memang tidak boleh di anggap enteng!" guman Pengemis Gila, tokoh silat yang tertawa terkekeh itu kini tampak serius menghadapi ilmu kesaktian Iblis Kematian Rambut Putih yang sulit di kalahkan itu.
"Ha ha ha....! Pengemis Gila sebaiknya Kau serahkan nyawamu, atau berlutut mengakui Kau akan tunduk di bawah perintah Partai Lembah Kematian! Ha ha ha......!!!"
Tawa Iblis Kematian Rambut Putih penuh kemenangan, melihat tokoh silat golongan putih sehebat Pengemis Gila berpikir untuk menghadapi nya.
Pendekar Naga Sakti yang selesai bersemedi lansung memberikan obat pada Bidadari Pencabut Nyawa dan setelah itu lansung melesat ke samping Pengemis Gila.
Simbar Buana alias Pendekar Cambuk Sakti, lansung memakai Cambuk Tirta Kencana. Dengan secepat kilat ia lansung menyerang Iblis Kematian Rambut Putih.
Ctar....! Ctar....!
"Hua ha ha....! Ayo Pendekar Cambuk Sakti, Serahkan nyawamu, sebagai ganti nyawa putraku.!!"
Pendekar Cambuk Sakti terpaksa menghindari dua
cahaya hitam kemerahan yang menuju ke arahnya.
Pendekar Cambuk Sakti itu berjumpalitan beberapa kali di udara, sebelum melompat mundur.
"Pendekar Naga Sakti! Cabut pedang Mustika mu, hanya pedang Naga Sakti itu yang dapat menembus kekebalan 'Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara itu!" kata Pengemis Gila tanpa menoleh ke arah Pendekar Naga Sakti yang ada di sampingnya.
"Baik Kek! " jawab Pendekar Naga Sakti singkat, setelah menjawab perkataan Pengemis Gila itu, ia lansung menyingkap kain putih penutup pedang Mustika Naga Putih pemberian Pendekar Naga Sakti terdahulu, Lesmana.
Sring....!
Bersambung......
Jangan lupa like, Koment dan favorit ya...
Terima kasih.....
__ADS_1