
Sementara itu di Kerajaan Galuh Permata, Ratu Galuh Permani telah di kabari teleksandi, bahwa pasukan pemberontak yang di pimpin Pangeran Roksa Galuh, semakin merajalela di wilayah perbatasan.
Ratu Galuh Permani memerintahkan Panglima kerajaan ki Guntur Setra mempersiapkan pasukan prajurit, untuk berangkat ke daerah perbatasan.
Panglima Kerajaan Galuh Permata itu segera mempersiapkan sepuluh ribu pasukan yang siap berperang, sambil menunggu kabar dari Senopati Agung Arya geni dan Patih Jagat Geni, yang pergi ke daerah perbatasan Kerajaan Galuh Permata.
Sementara itu Anggala dan Wulan Ayu beserta Patih Jagat Geni dan Senopati Arya masih di dalam hutan, mereka menanti hari gelap, baru bergerak meninggalkan hutan, karna pasukan pemberontak dan dedengkot golongan hitam yang di rekrut Pangeran Roksa Galuh sedang mencari keberadaan mereka, di bawah pimpinan iblis hitam.
"Ini pakaian tuan Putri sempat hamba ambil, Di kuda..!" kata Arya geni sambil memberikan bungkusan pakaian Wulan Ayu.
"Terima kasih kak Arya, masih sempat membawakan pakaian Wulan..!" ucap Wulan Ayu sambil menerima buntilan tempat pakaiannya itu.
"Kita harus menunggu gelap, baru kita meninggalkan tempat ini tuan putri..!" kata Patih Jagat geni sambil memandang ke arah Wulan ayu, yang duduk dekat Anggala.
"Baik paman patih.! Wulan yakin para prajurit pemberontak itu mencari kita.!" jawab Wulan Ayu sambil tersenyum.
Berapa lama paman Patih mengabdi pada Kerajaan Galuh Paman..?" tanya Wulan ayu pada Patih Jagat Geni.
"Hamba mengabdi pada Kerajaan Galuh Permata sudah lebih dari tiga puluh tahun Tuan Putri" jawab orang tua itu sambil menghela napas panjang dan melepaskanya secara perlahan.
"Kerajaan Galuh Permata punya pendekar-pendekar hebat sebagai bentengnya, wajar kalau Pangeran Roksa Galuh merekrut tokoh golongan hitam kelas atas di wilayah kerajaan Galuh Permata ini," sambung Anggala menyela percakapan Wulan Ayu dan Patih Jagat Geni.
"Yang anak Anggala katakan ada benarnya, tampaknya Pangeran Roksa Galuh memang tidak tanggung-tangung dengan keinginannya menduduki Tahta Kerajaan Galuh Permata," jawab Patih Jagat Geni.
Mereka berbincang bincang hingga hari pun mulai gelap, Setelah malam menyelimuti hutan mereka bergerak meninggalkan tempat itu.
Mereka berkelebat di kegelapan malam, menuju kampung terdekat, Anggala dan Wulan Ayu beseta Arya Geni berlari di belakang ki Jagat Geni.
Tak butuh lama mereka telah sampai ke sebuah kampung yang mulai sepi.
"Tuan putri hamba lansung ke istana, Tuan putri dan yang lain carilah penginapan, Hamba ada kuda di rumah kepala kampung, kemarin hamba titip padanya," kata patih Jagat geni.
"Baiklah Paman," jawab Wulan Ayu, Anggala dan Arya geni hanya mengangguk.
__ADS_1
Patih Jagat geni berkelebat secepat kilat ke arah rumah besar di ujung kampung, sedangkan Anggala, Wulan ayu dan Arya geni berjalan ke arah sebuah warung makan di tengah kampung, hanya warung itu yang masih terbuka dan ada beberapa orang kampung yang masih duduk mengobrol di sana.
Anggala, Wulan ayu dan Arya geni memasuki warung itu, mereka memesan makanan, untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.
Setelah mereka makan, mereka memesan dua kamar untuk mereka menginap malam itu.
Kebetulan warung itu menyediakan tempat untuk menginap. Wulan ayu satu kamar sendirian dan Anggala bersama dengan Arya geni.
Mereka tertidur lelap malam itu, setelah apa yang mereka lalui hari ini, hari yang cukup melelahkan bagi mereka.
Pagi itu Anggala bersama kedua pendekar, lansung melanjutkan perjalanan, karena mereka tidak ingin kalau para pemberontak sampai ke kampung itu, akan terjadi keributan yang akan melibatkan orang-orang kampung.
Setelah cukup jauh dari kampung, barulah mereka mencari sungai untuk mandi, Wulan Ayu mandi duluan sedangkan Anggala dan Arya geni menunggu sambil mengobrol.
Kini giliran Anggala yang mandi, ia sekalian mau menangkap ikan untuk mereka sarapan pagi ini.
Wulan Ayu dan Arya Geni mengobrol, sambil menunggu Anggala yang mandi, kadang mereka tertawa karna ada cerita lucu dalam obrolan mereka.
Sedang asyik berbagi cerita mereka di kejutkan dengan sekelebat bayangan kuning yang tiba-tiba menyerang Wulan Ayu.
"Hup...!"
Wulan Ayu langsung melompat dalam keterkejutannya, ia cepat berjumpalitan di udara menghindari serangan gadis berbaju kuning keemasan, yang menyerangnya cukup cepat.
"Kemuning tunggu..! Arya Geni menyebut nama penyerang Wulan ayu tersebut, Wulan ayu yang berencana menyerang balik, jadi mengurungkan niatnya, ia terus berjumpalitan menghindari gadis yang menyerangnya dengan emosi itu.
"Kau juga Kak Arya, ternyata kau punya kekasih baru..!" ujar gadis itu dengan nada membentak, tanpa menghentikan serangannya pada Wulan Ayu.
"Hmm.... jadi gadis ini kekasih Kak senopati Arya.." guman Wulan Ayu dalam hati, sambil terus menghindari serangan yang mengarah padanya.
"Hup...!"
Arya geni melompat ke depan gadis yang menyerang Wulan ayu, sehingga.
__ADS_1
Wut...!
Dukk...!
"Aakh...!" tendangan gadis itu mengenai dada Arya Geni, sehinnga Arya geni terlempar sekitar satu tombak ke belakang.
"Kak Arya...!" gadis itu menhambur kearah Arya Geni yang terlempar ke belakang.
"Maafkan kemunig Kak..!" ia lansung mendarat di samping Arya Geni, tampak Arya geni tidak mengalami luka dalam, karena ia telah siap menerima serangan itu.
"Tidak apa-apa, Kemuning," jawab Arya Geni, sambil duduk di samping gadis itu.
"Hahaha...! Ada yang cemburuan dan salah sangka..!" Wulan Ayu tampak tertawa sambil melihat kearah Pendekar Pedang Terbang dan Kemuning.
"Kau..!" bentak gadis itu ke arah Wulan Ayu. Bidadari Pencabut Nyawa hanya tersenyum melihat kearah Kemuning, Sedangkan Kemuning tampak marah memandang Wulan Ayu.
"Jangan Dinda Kemuning," cegah Arya Geni sambil menyebut nama gadis itu, "Dia adalah Tuan Putri Wulan Ayu, putri dari prabu Surya Galuh..!" tambah Arya geni lagi. ia tampak serius dengan ucapannya, membuat kemuning terdiam sejenak. Kemuning lansung melompat ke depan Wulan Ayu dan berlutut.
"Maafkan hamba Tuan Putri, hamba telah menyerang Tuan Putri dengan membabi buta.!" ucap Kemuning, gadis cantik berbaju kuning keemasan itu tampak menyesal dengan perbuatanya pada Wulan Ayu tadi.
"Tidak apa Kak Kemuning itu biasa, Wulan pun akan melakukan hal yang sama, bila melihat kekasih Wulan bersama gadis lain, apa lagi laki lakinya segagah Kak Senopati Arya," jawab Wulan Ayu sambil tertawa kecil, menggoda Kemuning.
"Tuan putri...," jawab Kemuning sambil tersenyum malu, mendengar perkataan Wulan ayu.
"Boleh nanya Kak Kemuning?" Wulan ayu bertanya.
"Boleh Tuan Putri," jawab kemuning.
"Siapa nama lengkap kakak..? tanya Wulan Ayu lagi.
"Nama lengkap hamba Sri kemuning tuan putri..!" jawab Sri Kemuning.
" Ya sudah Kak, bangunlah.." kata Wulan Ayu sambil mengajak Sri Kemuning bangun dari berlututnya.
__ADS_1
.
Bersambung....