
Kita tinggalkan pertarungan Wulan Ayu, dengan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu, kita ke perguruan Bambu Kuning, ki Gading Mageli.
Sehari sebelum Aruni kembali dari Kerajaan Galuh Permata, Para murid Perguruan Bambu Kuning, yang lagi berlatih di awasi Ketua perguruan Bambu Kuning, Kakak tertua Aruni si Pendekar Kelelawar Putih, yang bernama Aruma Sakta.
Tampak serombongan Orang orang yang berkuda, memakai baju serba hitam memasuki wilayah Perguruan Bambu Kuning.
Mereka berjumlah sekitar sepuluh orang pasukan,
Yang paling depan tampak orang tua berambut putih, salah seorang sesepuh Lembah Kematian, yang bergelar Iblis Kematian Rambut Putih.
Mereka tanpa permisi lansung memasuki Perguruan Bambu Kuning, mereka lansung membubarkan para murid yang sedang berlatih itu.
"Hahaha..! Ayo siapa yang akan menjadi lawanku...!" tantang salah seorang anggota Partai Lembah Kematian, yang bergelar Iblis Tangan Besi.
Murid murid Perguruan Bambu Kuning, lansung merangsek maju melawan Iblis Tangan Besi, namun ilmu kanuragan mereka, jauh di bawah ilmu kanuragan Iblis Tangan Besi.
Belum habis lima jurus, murid murid Perguruan Bambu Kuning berjatuhan.
"Hahaha...! Cuma segini kepandaian orang orang Bambu Kuning, Hah...!" bentak Iblis Tangan Besi, sambil tertawa terbahak bahak.
Melihat para adik seperguruannya, tumbang melawan Iblis Tangan Besi, Cakradana salah seorang murid tertua Perguruan Bambu Kuning, merangsek maju.
Sebuah tendangan bertenaga dalam, yang cukup tinggi di lepaskan ke arah Iblis Tangan Besi.
Trang....!
Cakradana terjajar tiga langkah ke belakang, tendangannya seperti mengenai sebuah besi, ia kembali merangsek dengan pukulan tàngan kosong.
Cakradana meningkatkan tenaga dalamnya, ia bersiap dengan 'Jurus Bambu Besi'. tangannya mengeluarkan cahaya kuning.
"Hiaaa....!" Iblis Tangan Besi, menghadapi Cakradana dengan 'Jurus Tangan Besi'. pertarungan berlangsung sengit, jurus demi jurus berlalu, mereka masih saling menyerang, dan saling menghindari serangan musuh.
"Heaaa....!"
Lengkingan suara Iblis Tangan Besi, membahana, ia menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi, sebuah serangan menggunakan tinju mengarah ke tubuh Cakradana.
Duk...!"
"Aaakh.....!"
__ADS_1
Pukulan Iblis Tangan Besi yang begitu cepat, mengenai dada Cakradana, sehingga ia terpental ke tanah.
"Heaaa....!" Iblis Tangan Besi melancarkan sebuah tendangan ke arah Cakradana yang berusaha sedang bangun dari jatuhnya.
Desss......!
Aruma Sakta cepat melompat ke arah Iblis Tangan Besi, dan menepis tendangan Iblis Tangan Besi yang mengarah, ke arah Cakradana.
"Heh.....!" Iblis Tangan Besi terjajar tiga langkah ke belakang, tepisan tangan Aruma Sakta, yang mengandung tenaga dalam tinggi tersebut, membuat tubuh Iblis Tangan Besi terdorong kebelakang sekitar tiga langkah. Cukup kuat tenaga Aruma Sakta sehingga mampu mendorong tendangan Iblis Tangan Besi kebelakang.
Iblis Tangan Besi meningkatkan jurusnya, ia merangsek menyerang putra tertua ki Ageng Mageli itu.
"Hiyaaat..!" Aruma Sakta pun menyongsong dengan tongkat Bambu Kuning di tangannya, putaran Bambu Pusaka milik ki Ageng Mageli itu, membuat Iblis Tangan Besi terpaksa melompat mundur menjauh.
Sring...!
Iblis Tangan Besi menghunus golok besar di pinggangnya, ia memutar golok itu dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan suara menderu, dan angin ribut di sekitar area latihan itu.
Wuuu....! Wuuu.....!
Suara angin dari putaran golok Iblis Tangan Besi, menderu, ia pun melompat dengan sebuah tebasan dan sabetan yang cukup cepat mencerca
Trang....! Trang!
Dua senjata itu beradu, mengeluarkan suara mendenting, pertarungan pun berlangsung sengit, tongkat Pusaka Bambu Kuning, di tangan Aruma Sakta berkelebat bagai bayangan. Bayangan gerakan tongkat bambu kuning itu bagai ular yang siap mematuk mangsanya. Aruma Sakta terus meningkatkan serangannya, ia pun mempersiapkan sebuah jurus yang cukup kuat, yang berasal dari seperguruannya.
'Jurus Bambu Kuning Menghadang Badai'. Aruma Sakta berhasil mendesak Iblis Tangan Besi.
Trang...!"
Jling...!
Golok di tangan Iblis Tangan Besi, terpental, terkena pukulan tongkat Pusaka Bambu Kuning di tangan Aruma Sakta, hingga jatuh ke tanah.
Iblis Tangan Besi terpaksa bertarung, memakai tangan kosong, ilmu tangan besinya, menjadi andalannya. Namun kecepatan gerakan tongkat bambu kuning ditangan Aruma Sakta itu sulit dibendung oleh Iblis Tangan Besi. Sehingga sebuah sambaran tongkat bambu kuning telak mengenai tubuh Iblis Tangan Besi.
Duk....!
"Aaakh...!" Iblis Tangan Besi terpental, sekitar lima tombak ke belakang. Iblus Tangan Besi jatuh bergulingan, karena hantaman tongkat di tangan Aruma Sakta itu.
__ADS_1
"Heaaa...!"
Iblis Kematian Rambut Putih, melesat ke arah Aruma Sakta, dengan sangat cepat, sebuah pukulan tangan kosong bertenaga dalam tinggi, di lepaskan kearah ketua Perguruan Bambu Kuning tersebut. Namun Aruma Sakta masih sempat menangkis dengan tongkat bambu kuningnya.
Dik...!
Aruma Sakta terjajar ke belakang, ia segera menahan tubuhnya, dengan memasang kuda kudanya, Iblis Kematian Rambut Putih tak memberikan kesempatan kepada Aruma Sakta, ia lansung kembali merangsek dengan sebuah tendangan keras ke arah dada Aruma Sakta.
"Hup....!" Aruma Sakta terpaksa melompat menghindari serangan Iblis Kematian Rambut Putih, ia berjumpalitan di udara, sambil mengayunkanTongkat Bambu Kuning ke arah Iblis Kematian Rambut Putih.
Tap...!
Iblis Kematian menangkap tongkat Pusaka Bambu Kuning di tangan Aruma Sakta,dengan sangat cepat, sehingga Aruma Sakta tidak sempat menarik tongkatnya.
"Hup....!" Aruma Sakta berusaha menarik tombaknya, namun tenaga dalam Iblis Kematian Rambut Putih, jauh di atasnya, sehingga ia tidak berhasil menarik tongkat Pusaka Bambu Kuningnya itu.
"Heaaa....!" Iblis Kematian Rambut Putih, menghentakkan tangannya, dengan tenaga dalam tinggi, sehingga Aruma Sakta terpental beberapa tombak ke belakang, dan mengalami luka dalam yang cukup parah.
Set...!
Jleb......!
Sebuah daun lontar, melesat dengan cepat mengarah ke depan Aruma Sakta, dan menancap di tanah.
"Itu undangan peresmian Partai Lembah Kematian, tiga purnama ke depan, kau harus datang bawa murid murid Perguruan Bambu Kuning, sebagai tanda kalian tunduk dan bergabung dengan Partai Lembah Kematian, jika tidak aku Iblis Kematian Rambut Putih, akan kembali untuk menghapuskan, Perguruan Bambu Kuning..! Hahaha...!" tawa Iblis Kematian Rambut Putih, dengan lantang, dan ia kembali melompat ke atas kudanya.
"Ayo...! Tangan Besi, kita tinggalkan tempat ini..!" ajak Iblis Kematian Rambut Putih pada Iblis Tangan Besi dan seluruh anak buahnya.
Iblis Tangan Besi, melompat ke atas kudanya, tampak ada darah di bibirnya, tanda ia mengalami luka dalam, saat bertarung dengan Aruma Sakta tadi.
Cakradana menghampiri, Aruma Sakta, ia memapah ketua Perguruan Bambu Kuning itu.
"Bagaimana keadaan ketua? Apa luka ketua parah?" tanya Cakradana tampak mencemaskan Aruma Sakta.
"Hehe..! Kenapa Kau mencemaskanku, sedang luka dalammu cukup parah Cakradana?" tanya Aruma Sakta sambil berusaha tersenyum.
"Keras kepalamu tidak pernah berubah Aruma," jawab Cakradana sambil tertawa kecil, Cakradana dan Aruma Sakta adalah teman dari kecil, namun Aruma lebih memiliki bakat kependekaran dibanding Cakradana, karena ia putra ki Gading Mageli pendiri Perguruan Bambu Kuning.
Merekala hanya memandang kepergian Iblis Kematian Rambut Putih, dan rombongannya, yang tertawa kesenangan.
__ADS_1
Bersambung......