Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Amarah Sepasang Pendekar


__ADS_3

Si Kapak maut terkejut bukan kepalang, karna begitu kapak besar bertenaga dalam tingginya tidak mampu melukai tubuh Pendekar Naga Sakti itu. Sedangkan Pendekar Naga Sakti hanya menangkis serangannya dengan lengan tangan kiri. Yang lebih mengejutkannya lagi kapak nya seperti mengenai sebuah gumpalan besi. Belum hilang keterkejutan Sarmada itu, Pendekar Naga Sakti tiba tiba menyerang dengan pukulan tinju tangan kanannya.


.


Si Kapak Iblis terpaksa menarik tubuhnya ke belakang, dan segera melompat mundur beberapa tombak, jika tidak tubuhnya akan gosong terkena sambaran lidah petir yang keluar dari tinju tangan Kanan Pendekar Naga Sakti itu.


.


Si Kapak Iblis terlempar beberapa tombak ke belakang dan jatuh bergulingan tubuh nya penuh dengan tanah yang berhamburan, ia segera bangkit berdiri berusaha mengusir debu dan tanah yang lengket di pakaian nya.


Kapak besar bermata dua itu masih tergenggam di tangannya, wajahnya agak berubah karna sadar musuh yang di hadapi nya berilmu tinggi diatasnya.


.


Si Pedang Terbang melesat menyerang ke arah Pendekar Naga Sakti dengan jurus pedang andalannya, puluhan bahkan ratusan mata pedang meluncur ke arah tubuh Pendekar Naga Sakti dengan begitu cepat bagaikan kilat.


.


Trang.! Trang! Trang..! Trang...!


Puluhan mata pedang tanpa gagang itu bagai menghantam potongan besi ,tidak satu pun mata pedang itu yang berhasil menyentuh tubuh Pendekar Naga Sakti. Semua mata pedang itu tertahan di udara disekitar tubuh Pendekar Naga Sakti dengan sekali kibasan tangannya semua mata pedang itu rontok ketanah.


.


Kindar Saka tampak tertegun setengah tidak tidak percaya kalau jurus andalannya itu tidak dapat menyentuh tubuh Pendekar Naga Sakti. Secepat kilat Pendekar Naga Sakti menghentakkan tinju nya ke depan, beberapa pijar lidah petir keluar dari tangan Pendekar Naga Sakti, bebarapa lidah petir itu lansung menghantam tubuh Si Pedang Terbang.


.


Ctar.! Ctar..! Ctar.!


"Aaaa....!"


Jerit melengking keluar dari mulut Kindar Saka, di iringi tubuhnya terpental beberapa tombak ke belakang dan jatuh bergulingan di tanah, bebarapa saat tubuhnya mengelepar, lalu diam tidak berkutik, si Pedang Terbang itu tewas dengan tubuh hitam bagai terbakar.


.


"Kindar Saka....!"


Jerit melengking keluar dari mulut dari mulut Sarmada ia melompat ke arah tubuh Kindar Saka. Sarmada lansung merangkul tubuh Kindar Saka dengan penuh kesedihan, perlahan di letakkannya tubuh Kindar Saka di tanah, ia bangun dengan memegang gagang kapak bermata duanya, sambil menatap ke arah Pendekar Naga Sakti dengan penuh kemarahan dan kebencian.


.


"Kau harus membayar nyawa saudara-saudaraku Pendekar Naga Sakti!" Terdengar dingin kata kata Sarmada sambil berdiri dengan mata memerah menahan amarah.


.


"Hiaaa....!"


Begitu suara bentakan Si Kapak Iblis, tubuh nya melesat dengan begitu cepat bagaikan kilat ke arah Pendekar Naga Sakti, ia mengerahkan seluruh tenaga dalam yang ia miliki, cahaya merah menyala menyelubungi Kapak bermata dua itu.


.


Wut..!


"Hiyaaa...!"

__ADS_1


Pendekar Naga Sakti menarik tubuhnya kebelakang menghindari Sabetan Kapak besar bermata dua yang mengincar kepalanya, sehingga kapak itu hanya mengenai beberapa jengkal di depannya.


.


Secepat kilat tangan Si Kapak Iblis bergerak merubah taktik penyerangannya, kapak itu lansung di sabetkan ke arah perut Pendekar Naga Sakti, kali ini Anggala tidak menghindar, ia dengan sigapnya menangkap pergelangan tangan Sarmada itu.


.


Tap..!


Tangan Kanan Pendekar Naga Sakti menangkap pergelangan tangan Sarmada itu, tubuh nya bergerak ke udara, sebuah tendangan yang begitu cepat mengarah ke leher Si Kapak Iblis itu, dengan cepat Si Kapak Iblis menangkis dengan lengan kirinya.


.


Buak..!


Si Kapak Iblis terpental ke tanah, dengan Kapak bermata dua di tangannya terlepas, cepat-cepat ia bangkit dan lansung menyerang lagi dengan pukulan tenaga dalam yang cukup tinggi.


.


Wuss...!


"Hup..!"


Dengan begitu gesitnya Anggala melentingkan tubuhnya ke udara, sehingga pukulan Si Kapak Iblis hanya lewat di bawah tubuhnya.


.


Sementara itu, Kala Pati melihat kematian Kindar Saka, mengembor marah, ia lansung memerintahkan seluruh muridnya membantu mengeroyok Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Kala Pati sendiri tanpa banyak bicara lansung melesat melompat menyerang, beberapa pisau belati terbang lansung melesat ke arah Pendekar Naga Sakti itu.


.


.


Set..! Set...! Set....!


Beberapa bilah pisau belati terbang meluncur cepat di udara meluncur cepat ke arah Bidadari Pencabut Nyawa, di iringi para murid Perguruan Belati Terbang itu, ikut menyerang ke arahnya.


.


"Hup...!


Set..! Set! Set....!


Sambil melentingkan tubuhnya ke udara menghindar serangan puluhan bilah pisau belati terbang yang mengarah padanya, Bidadari Pencabut Nyawa mengibaskan Kipas nya ke arah murid Perguruan Belati Terbang yang mengeroyoknyo. Puluhan senjata rahasia berbentuk jarum melesat keluar dari daun kipas elang perak itu.


.


Creb..! Clep..! Cras..!


"Aaaa...!"


Belasan orang murid Perguruan Belati Terbang itu lansung bermentalan ke tanah, mereka lansung meregang nyawa, tertembus senjata rahasia dari kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu.


.

__ADS_1


Nyi Laras Santang dan nyi Saweti melompat menghindari sambaran jarum yang melesat ke arahnya, mereka berhasil menyelamatkan diri dari serangan jarum-jarum itu, tapi tidak dengan para murid-murid Perguruan Belati Terbang itu mereka bergelimpangan tewas dengan tubuh tertancap senjata rahasia dari kipas elang perak itu.


.


"Bangsat! Murid Bidadari Galak itu tidak bisa di anggap remeh, apalagi dengan dua senjata pusaka di tangannya," Guman nyi laras santang dalam hati membathin.


.


"Saweti kita harus menyerangnya dengan bersama-sama, agar bisa mendekatinya, gunakan cara selicik mungkin!" Ujar nyi laras santang sambil menjejak kaki di samping nyi Saweti.


.


"Baik, kita harus menyatukan kita, kalau tidak kita tidak akan sanggup mengalahkan Bidadari Pencabut Nyawa itu," Jawab nyi Saweti.


.


Kedua wanita tokoh golongan hitam dari Perguruan Belati Terbang itu lansung melompat secara bersamaan ke arah Bidadari Pencabut Nyawa, nyi laras santang menyerang dari atas dan nyi Saweti menyerang dari arah bawah, mencerca bagian kaki dan paha Bidadari Pencabut Nyawa.


.


"Hup..! Kalian mencoba menyerang serentak ya?" Guman Wulan Ayu dalam hati, sambil menarik mundur tubuhnya ke belakang, kipas elang perak di tangan kanannya menangkis serangan nyi Laras Santang yang mengarah ke kepalanya.


.


Crang..!


Kuku panjang Si Cakar Beracun mengenai daun kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu, dengan cepat bidadari Pencabut nyawa melentingkan tubuhnya ke belakang, menghindari serangan dua wanita yang menyerangnya secara bertubi-tubi itu.


.


Sret!


Sring..!


Wulan Ayu melipat kipas elang perak dan menyimpannya ke balik bajunya dan segera menghunus pedang Elang Perak dari balik punggungnya itu. Begitu kakinya menjejak tanah ia lansung melesat ke depan dengan pedang teracung ke depan, dengan begitu cepat bagaikan kilat pedang elang perak itu di sabetkan ke arah nyi laras santang dan nyi Saweti itu.


.


Sut.! Sut! Sut..!


Pedang Pusaka Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu meliuk-liuk di udara bagaikan ular yang mematuk mangsanya, setiap tusukan dan sebetannya silih berganti, dan beraturan. Sehingga nyi laras santang dan nyi Saweti terpaksa berjumpalitan menghindari serangan pedang di tangan Wulan Ayu itu.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa like


Koment


Vote

__ADS_1


Dan Favorit nya ya


Terima kasih banyak. Tangks


__ADS_2