Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Tumpasnya Penyamun Beruang Hitam


__ADS_3

Ledakan dahsyat mengguncang tempat itu. Tanah bagai mengalami gempa berskala tinggi, debu dan tanah berhamburan ke udara membumbung tinggi.


Begitu tanah dan debu turun dan hilang di bawa angin tampak lobang besar bagai sebuah kawah sedalam sepinggang orang dewasa, terdapat di di tanah di depan Pendekar Naga Sakti. Sedangkan Anggala hanya terdorong sekitar lima langkah ke belakang, namun kuda-kuda pemuda itu yang cukup kuat dengan tenaga dalamnya yang tinggi membuat dia tidak terpental.


Lain dengan Beruang Hitam yang tampak terpental entah berapa tombak ke belakang. Beberapa saat laki-laki bertubuh gempal dan berbaju rompi hitam itu masih berusaha bergerak. Namun wajahnya tampak berasap kedua Trisula di tangannya sudah jatuh entah dimana? Darah kehitaman tampak mengalir di sela-sela bibir laki-laki bertubuh besar itu, beberapa saat Beruang Hitam masih berusaha bergerak menggeliat, namun tidak lama kemudian pimpinan Penyamun Beruang Hitam itu diam tidak berkutik lagi nyawanya telah melayang.


"Kak, Anggala. Kakak tidak apa-apa? tanya Wulan Ayu sambil menghampiri Anggala dari belakang.


"Tidak apa-apa, Dinda. Kakak tidak apa-apa," jawab Anggala sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau kakak tidak apa-apa," kata Wulan Ayu sambil tersenyum manis. "Oh, ya, bagaimana dengan manusia mesum yang berhadapan dengan Dinda tadi? tanya Pendekar Naga Sakti.


"Tadi dinda berusaha menghabisi manusia bejat itu, tapi entah dari mana seseorang datang bagai kilat berhasil menyelamatkannya. Dan membawa manusia busuk itu pergi setelah menyerang dinda dengan beberapa ranting yang begitu cepat," jawab Wulan Ayu.


Terlihat beberapa orang murid Perguruan Mawar Putih tampak sedang membantu teman-teman mereka yang terluka Wulan Ayu dan Anggala, cepat membantu dan memberikan obat ke beberapa orang murid yang mengalami keracunan akibat terkena senjata para penyamun yang mengandung racun yang berbahaya, termasuk Kenanga.


"Terima kasih, nak Wulan nak Anggala, jika kalian tidak ada kemungkinan Perguruan Mawar Putih ini tinggal nama, " ucap Dewi Mawar.


"Ya, aku bersyukur bertemu dengan kalian berdua, jika aku tidak bertemu dengan kalian berdua kemungkinan murid-murid perguruan Mawar Putih ini hanya akan menjadi korban n4fsu b3jat manusia-manusia tidak berakhlak itu," timpal Kenanga.


"Sama-sama, Kenanga," jawab Wulan Ayu, "Sebagai manusia dan sebagai pendekar golongan putih memang kewajiban kami membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Apalagi itu adalah orang-orang dunia persilatan golongan putih," tambah Wulan Ayu sambil tersenyum.


"Sekarang bawa teman-teman, kalian kedalam yang terluka. Obati luka luar yang kalian derita," perintah Dewi Mawar pada murid-muridnya.

__ADS_1


"Baik, Guru!" jawab para-para murid itu berbarengan, tanpa banyak bicara murid-murid yang terluka dan telah mendapat obat dari Anggala dan Wulan Ayu mereka segera membawa teman-teman mereka ke dalam untuk beristirahat di ruangan pendopo Perguruan Mawar Putih itu.


Sementara di sana, di belakang mereka para Penyamun Beruang Hitam yang telah berserakan di tanah tanpa bernyawa itu, kini harus mereka kuburkan.


"kita harus menguburkan mereka jika tidak ingin perguruan ini tidak bisa kita tempati lagi," kata Anggala sambil tersenyum.


"Kau benar Kak Anggala," jawab Kenangan, "Kita harus menguburkan mereka jika terlambat maka tempat ini akan menjadi perguruan lembah mayat ," jawab Kenanga sambil tersenyum.


"Mau tidak mau adik-adik perguruan mu banyak yang terluka. Jadi tinggal kita yang harus menguburkan mereka,"


"Kami kan masih ada," timbal Nila Sari dan


Ambara Wati dari belakang.


"Apa kalian tidak beristirahat? Bagaimana dengan luka kalian?" tanya Wulan Ayu.


"Baiklah, jika itu tidak memberatkan kalian,"


"Yang seharusnya keberatan itu bukan kami tapi kalian," jawab Ambara Wati sambil tertawa kecil.


"Ya, sudah. Sekarang siapa yang menggali kubur ini? Apakah Kak Anggala sendiri?" tanya Kenanga sambil berseloroh.


"Ya, mau tidak mau, saya harus menggali kubur sendiri. Tapi tidak apa-apa saya akan menggunakan pukulan tenaga dalam untuk membuat lobang kuburan untuk mereka di dalam hutan sana," Jawab Anggala sambil tertawa.

__ADS_1


Anggala pun pergi ke dalam hutan di samping perguruan Mawar Putih itu, dengan kemampuan Pendekar Naga Sakti membuat lobang kuburan bukanlah hal yang sulit baginya. Dalam waktu yang singkat Pendekar Naga Sakti sudah membuat beberapa buah lobang yang cukup besar cukup untuk menampung seluruh mayat anggota Penyamun Beruang Hitam itu.


Setelah selesai menguburkan mayat mayat anggota Penyamun Beruang Hitam itu, mereka kembali ke Perguruan Mawar Putih untuk beristirahat.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment


Favorit

__ADS_1


Dan Votenya teman-teman.


Terima kasih banyak.


__ADS_2