
Tangan Besi meletakkan tubuh Tapak Besi ke tanah, ia memandang ke arah Sokananta yang lagi di tuntun Soka dan Loka, dengan secepat kilat ia melompat, lansung memberikan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi.
Soka sempat melihat serangan musuh yang menuju ke arah mereka ia berusaha menangkis namun terlambat, tendangan Tangan Besi telah mengenai dadanya, ia pun terlempar ke tanah, belum sempat Soka bangun.
Si Tapak Besi telah melompat lagi ke arah Sokananta dan Loka, Loka yang lagi menolong kakaknya tak sempat mengelak.
Di saat yang genting sebuah bayangan putih, tiba tiba berada di antara mereka, dan menapaki serangan Tangan Besi itu.
Dik....!
"Heh.....!"
Tangan Besi terjajarr dua tombak ke belakang, begitu ia menjejak kaki ke tanah, seorang kakek berumur enam puluh tahunan berdiri di depan Sokananta dan Loka.
"He he he....! Sabar Tangan Besi, Kau begitu terburu buru! Apa kau tidak melihat ku, heh....!" ujar orang tua itu terkekeh, tendangan bertenaga dalam tinggi milik Tangan Besi tadi tampak tidak membuat ia terluka sedikit pun.
"Bangsat....! Kau, Pengemis Gila! Kenapa ikut campur urusanku...!" bentak Si Tangan Besi, menyebut siapa kakek tua yang menghalangi serangannya pada Sokananta tadi.
"He he he....! Aku paling tidak suka melihat orang yang menyerang musuh dalam keadaan tidak siap, jadi Kau harus berhadapan dengan ku...!" jawab Pengemis Gila, sambil terkekeh.
Pengemis Gila adalah salah seorang tokoh silat yang di segani baik golongan hitam, maupun golongan putih, sikapnya yang kadang membingungkan membuat ia tidak di akui di golongan mana pun, tokoh silat yang paling di seganinya adalah Pertapa Naga, dan Pendekar Naga Sakti terdahulu, yaitu Lesmana.
Sekarang ia datang di acara peresmian Partai Lembah Kematian, tanpa di undang, tentu saja membuat Iblis Kematian Rambut Putih terkejut, dan tidak menyangka.
Tangan Besi yang tampak begitu marah lansung melompat menyerang Pengemis Gila itu, namun jurus jurus orang gila yang di miliki nya, membuat Tangan Besi kesulitan menghadapi serangan Pengemis Gila itu.
Sring....!
__ADS_1
Tangan Besi menghunus golok besar di pinggangnya dan segera melompat menyerang Si Pengemis Gila, namun dengan lincahnya orang tua itu menghindari setiap tusukan dan sabetan golok si Tangan Besi itu, malah sesekali ia melayangkan pukulan balasan ke arah Tangan Besi.
"Heaaa.....!"
Tangan Besi mengambil marah, melihat Pengemis Gila dengan santai ya menghindari setiap serangan golok nya.
Tangan Besi melompat mundur ke belakang ia menyarungkan golok ke sarung yang ada di pinggangnya, dan bersiap dengan jurus andalannya, yaitu 'Jurus Tangan Besi Penghancur Bukit'.
"He he he....! Jurus Tangan Besi Penghancur Bukit'. ya! Akan ku hadapi dengan 'Jurus Tameng Malaikat Besi'. !"
Pengemis Gila tampak meningkat kan tenaga dalamnya, dan ia memasang jurus andalannya. Jurus Tameng Malaikat Besi'. di iringi dengan ' Jurus Orang Gila Menangkap Kelinci'.
Pengemis Gila malah seperti orang yang berjongkok mau menangkap sesuatu, seperti orang yang lagi mengintai kelinci, tangan kirinya malah menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Bangsat....! Kau akan mati di tangan ku, orang tua..!!!"
Tangan Besi melompat dengan sangat cepat, ke pandaian tokoh silat ilmu hitam itu sudah cukup tinggi, semenjak melarikan diri dari medan perang saat mendukung Pangeran Sesepuh, sembilan belas tahun yang lalu, baru kali ini ia turun gunung, karna mendapat undangan dari Iblis Kematian Rambut Putih.
"Heaaa.....!"
Jerit melengking dari mulut Tangan Besi, di iringi tubuhnya meluncur dengan begitu cepat menyerang Pengemis Gila, Tangan nya berubah menjadi putih perak ke hitam hitaman.
Trang....!
Telapak tangan Si Tangan Besi menghantam lengan kiri Pengemis Gila, telapak tangan Si Tangan Besi seperti menghantam sebuah lempeng besi yang begitu keras, Jurus Tangan Besi Penghancur Bukit milik Tangan Besi, cukup kuat, jika batu sebesar kerbau berukuran dewasa akan hancur di hantam pukulan Si Tangan Besi itu.
Karena tenaga dalam Pengemis Gila yang sudah hampir sempurna dan di tambah dengan 'Jurus Tameng Malaikat Besi'. sehingga pukulan tangan Besi tidak sanggup melukai tokoh silat tua itu.
__ADS_1
Pengemis Gila memberikan sebuah serangan balik kepada si Tangan Besi, sehingga Tangan Besi terpaksa berjumpalitan di udara menghindari pukulan Pengemis Gila itu.
"Heh....!"
Si Tangan Besi bersalto dua kali di udara menghindari serangan Pengemis Gila yang cukup cepat, Si Tangan Besi terpaksa melompat mundur ke belakang, namun Pengemis Gila tidak memberi kesempatan, ia terus memburu dengan jurus orang gilanya, sehingga mau tidak mau Si Tangan Besi terpaksa menapaki setiap sgerangan Pengemis Gila itu.
"He he he....!"
Tawa Pengemis Gila terkekeh, sambil terus menyerang Si Tangan Besi, sebuah pukulan cepat nya berhasil mengenai dada Si Tangan Besi, sehingga.
Buak.....!
"Aakh....!"
Lenguhan tertahan keluar dari mulut Tangan Besi, di iringi tubuhnya terjungkal ke belakang, dan jatuh di samping mayat si Tapak Besi.
Tangan Besi berusaha bangun dari jatuhnya, namun luka dalam yang ia derita begitu parah, sehingga ia terjatuh lagi di samping mayat adik seperguruan nya itu.
"Tapak Besi, maafkan aku, aku belum bisa membalas kematian mu! Aakh....," ujar Si Tangan Besi, sebelum ia jatuh pingsan di samping mayat sang adik.
"He he he....! Tangan Besi! Sudah ku katakan, Jangan menyerang musuh yang tidak siap! Kau kini kena batunya," ujar Pengemis Gila sambil terkekeh, ia berjalan menuju barisan para pendekar golongan putih, tanpa ada yang berani menghalangi nya.
"Tunggu...! Pengemis Gila! Aku lawanmu....!!!"
Siapakah yang berani mencegah langkah Pengemis Gila??
Ikuti episode selanjutnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan favorit ya.. Terima kasih...
Bersambung....