Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Jurus Pedang Srigala Menerkam Mangsa


__ADS_3

Pertarungan Jaka Kelana dengan Soma semakin memanas, kedua tokoh silat itu mengeluarkan Jurus jurus pedang andalan mereka, telah lebih dari dua puluh jurus pedang, mereka belum juga berhasil melukai satu sama lain.


Soma, yang telah mempunyai segudang pengalaman, berhasil menghadapi setiap serangan Pendekar Srigala Putih itu, jurus Pedang Srigala Putih yang di gunakan JakaKelana berhasil di tandinginya.


"Hup.....!"


Jaka Kelana melompat ke belakang, ia meningkatkan tenaga dalamnya, ia bersiap dengan sebuah jurus andalannya, ' Jurus Pedang Srigala Menerkam Mangsa'.


Soma melihat Jaka Kelana bersiap dengan Jurus baru, ia pun bersiap dengan 'Jurus Golok Setan Penebar Mautnya, di tingkat yang lebih tinggi lagi.


"Heaaa....!"


Pendekar Srigala Putih menengoskan kakinya ke tanah ia pun melesat ke udara, dengan pedang terapung ke depan, ia pun meluncur deras ke arah Soma, Setan Merah yang paling muda itu menyongsong dengan ayunan golok di depan dada, mereka bertemu di udara.


Trang....!


Trang...!


Clang.....!


"Aaakh...!"


Dua kali Pedang Srigala Putih yang ada di tangan Jaka Kelana beradu dengan golok besar milik Soma, yang kedua kalinya, golok besar itu terlepas dari tangan Soma, karna hantaman Pendekar Srigala Putih itu begitu keras.


Soma terpaksa melompat mundur dua tombak ke belakang, dengan tangan kirinya, memegangi tangan kanannya, yang bergetar keras akibat hantaman pedang Srigala Putih itu.


"Soma mundur lah..!" Ujar Loka, Kakak kedua Soma


lansung melompat menyerang Pendekar Srigala Putih, Mendapat serangan mendadak yang begitu cepat, Pendekar Srigala Putih terpaksa melompat mundur menjauh, sekitar dua tombak ke belakang.


"Jaka! Mundurlah, biar dia bagian ku...!!" Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa itu, melesat ke tengah gelanggang, ia dan Aruni si Pendekar Kelelawar Putih dari tadi memperhatikan pertarungan Jaka dan Soma, dari dekat rumah warga.


Melihat bidadari Pencabut Nyawa maju, Jaka Kelana melompat ke dekat Pendekar Naga Sakti, ia lansung menyarungkan pedangnya ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya itu.


"He he he...! Gadis cantik, apa Kau tidak sayang dengan tubuh indahnya itu, sayang nanti kalau terkena pukulanku, he he he...!" ujar Loka sambil tertawa terkekeh, Penyamun Setan Merah yang nomor dua itu, berumur sekitar empat puluh lima tahunan itu, tampaknya adalah seorang penyuka wanita cantik.

__ADS_1


"He he...! Ki, Kau itu sudah tua, kenapa masih melirik gadis muda..!" jawab Bidadari Pencabut Nyawa, sambil tertawa kecil, ia tampaknya sedikit berniat bermain main dengan Kakak Soma itu, karna tidak biasanya si cantik kekasih Pendekar Naga Sakti itu, mau tertawa terhadap musuhnya.


Biasanya Bidadari Pencabut Nyawa, selalu melayani musuhnya dengan jawaban, perkataan yang dingin menusuk jantung, Loka tampak mulai membuka kuda kuda jurus silatnya, dan bersiap menyerang Bidadari cantik dari barat itu.


"He he he....! Ayo cantik layani aki bermain main.!" kata Loka, setelah selesai berkata ia maju dengan sebuah serangan menggunakan Jurus silat harimau, mungkin ia memakai Jurus Ampek di laman, di bawah level Jurus Serampang Dua Belas.


Wulan Ayu atau Bidadari Pencabut Nyawa, maju dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'. Pertarungan tangan kosong pun berlangsung imbang, Jurus silat harimau milik Loka bertemu dengan Jurus silat tingkat tinggi milik Bidadari Galak itu.


"Heaaa....!"


Plak...!


Telapak tangan Loka beradu dengan telapak tangan Wulan Ayu, mereka saling menyerang, berusaha menjatuhkan lawan nya.


"He he he...! Bagaimana Ki, bisa di lanjutkan bermain nya?" ujar Bidadari Pencabut Nyawa, sambil tertawa lepas, baru kali ini ia bertemu tokoh hitam yang konyol, seperti Loka, salah seorang tokoh hitam dari bukit tiga puluh itu.


"He he he...! Boleh... Boleh...! Kita lanjutkan...!" Ujar Loka, tampak tidak memasang wajah serius, Kedua saudaranya memperhatikan pertarungan itu, dengan mata tak berkedip, Sedangkan Anggala hanya tersenyum senyum, melihat tingkah Wulan Ayu, yang tidak seperti biasanya, kali ini gadis cantik murid Dua Pendekar Pemarah itu, tidak memasang wajah dinginnya, dalam pertarungan.


"Ha...! Kita tingkatkan lagi Ki...!" Ujar Wulan Ayu, sambil meningkatkan tenaga dalamnya hingga tingkat lima puluh persen, ia melesat ke arah Loka, dengan ringannya, karna ia mengerahkan hampir separuh ilmu peringan tubuhnya.


bertarung dengan Wulan Ayu itu, Loka melompat menerjang ke arah Wulan Ayu, dengan sebuah serangan tàngan kosong, kali ini ia memakai 'Jurus Serampang Dua Belas'.


"Hup.....!"


Wulan Ayu melompat menghindari serangan Loka, ia lansung memberikan sebuah tendangan ke arah Loka, dengan ringan dan tangkas tokoh silat dari Bukit Tiga Puluh itu menangkis tendangan Wulan Ayu itu.


Plak....!


Tendangan Wulan Ayu, di papaki dengan ayunan tangannya, Loka lansung menyerang lagi dengan telapak tangan mengarah ke pergelangan kaki Wulan Ayu, namun dengan sigap Wulan Ayu menarik Kakinya ke belakang, dan menyusulkan sebuah serangan tinju bertenaga dalam tinggi.


Duk....!


Loka terjajar ke belakang, beberapa langkah, Sedangkan Wulan Ayu kembali menyerang dengan cepat, sebuah tendangan keras ke arah Loka, mau tidak mau Pimpinan Penyamun Setan Merah itu menangkis tendangan itu.


Dik.....!

__ADS_1


Kali ini Loka terjajar ke belakang beberapa tombak, wajah lucu Loka berubah serius, ia meningkatkan tenaga dalamnya, dan bersiap menyerang dengan Jurus andalannya.


"Jurus Setan Merah Memecah Karang'......!"


Loka melompat dengan cepat, sebuah tinju bertenaga dalam tinggi di lepaskannya, Wulan Ayu berjumpalitan di udara, menghindari serangan Loka itu.


"Hih.....!"


Wulan Ayu terpaksa melompat kebelakang, karna serangan Loka itu begitu cepat, dan mengeluarkan hawa panas menyengat kulit.


"Mulai serius ni, Ki?" ujar Bidadari Pencabut Nyawa itu, ia bersiap dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'. tingkat tujuh.


Kedua tangan Wulan Ayu mengeluarkan cahaya putih terang, pertanda ia mengerahkan tenaga dalam tinggi.


"Hiyaaat.....!"


Wulan Ayu menegoskan kaki nya ke tanah, dan ia pun melompat ke udara, Kedua tangan nya membentang di samping tubuhnya, seperti bidadari melayang turun dari langit. Wulan Ayu meluncur dengan cepat ke arah Loka.


Loka menyongsong dengan melesat ke udara, tinjunya mengarah ke atas, Kedua pukulan bertenaga dalam tinggi itu bertemu.


Tap......!"


Blaaarr......!"


Ledakan Keras terjadi, ketika tinju Loka yang mengandung 'Jurus Setan Merah Memecah Karang'. dengan telapak tangan Wulan Ayu yang berisi 'Jurus Bidadari Kayangan'. tingkat tujuh itu.


Soka terlempar ke tanah, ia jatuh bergulingan, darah segar mengucur dari bibirnya, Sedangkan Wulan Ayu terjajar beberapa tombak ke belakang, tapi ia masih sempat menjejak kaki ke tanah, dan ia segera menstabilkan sirkulasi darahnya, dan mengatur pernapasan.


"Bangsat.!" Heaaa.....!" Soka melompat secepat kilat ke arah Wulan Ayu, tentu saja Bidadari Pencabut Nyawa itu terkejut, ia segera menghindar, dengan berjumpalitan ke belakang.


Anggala melihat kekasihnya di bokong saat tidak siap lansung melesat dengan Jurus Langkah Malaikat'. nya, dan memberikan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi, Soka yang baru menjejak kaki ke tanah, terpaksa menangkis serangan Pendekar Naga Sakti itu.


Dik....!


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa ikuti terus perjalanan Pendekar Naga Sakti, dalam mencari Pendekar Naga Hitam, dan Keberadaan Pendekar Naga Terbang..


__ADS_2