Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Kelompok Iblis Perak, Ajian Kelabang Hijau


__ADS_3

Kita lihat apa yang terjadi dengan Ki Sura Jaya dengan Reksa Gana yang telah sama-sama terluka akibat mengadu tenaga dalam tingkat tinggi. Namun Pendekar Tapak Dewa hanya mengalami luka dalam ringan. Sedangkan Kelabang Hijau mengalami luka dalam yang begitu parah.


Suasana tempat keduanya bertarung tampak bagai tempat yang diamuk oleh puluhan gajah. Batang pohon patah, tidak sedikit pula yang tumbang ketanah. Tanah berlobang bagai sebuah danau kering.


Kelabang Hijau perlahan bangun dari duduknya. Wajah seram Reksa Gana tampak agak putih memucat, masih ada noda darah yang tersisa di sudut bibirnya. Kelabang Hijau tampak merapatkan kedua tangannya di depan dada. Mulut Reksa Gana komat-kamit merapal sesuatu.


Tiba-tiba asap putih keluar dari telapak kaki Reksa Gana itu. Asap putih itu perlahan menutupi tempat Kelabang Hijau berdiri.


"Ilmu apa lagi yang di rapal Iblis Kelabang Hijau ini," guman Ki Sura Jaya hampir berbisik. Dalam diam Pendekar Tapak Dewa itu meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat yang lebih tinggi. Ki Sura Jaya meningkatkan tenaga dalamnya hingga tingkat enam puluh persen dari tenaga dalam yang ia miliki.


"Riiirrrrrrrrrrkkkk.........!!!


Begitu asap putih hilang dari pandangan, tubuh Reksa Gana telah sirna dari tempat itu. Seekor Kelabang berukuran sebesar batang kelapa berwarna hitam kehijauan tampak gemeritikan menghadap kearah Ki Sura Jaya.


"Apa! Ajian Siluman Kelabang Hijau?" Ki Sura Jaya tampak terkejut melihat kelabang raksasa yang seakan berdiri sekitar tujuh tombak di depannya itu. Ajian Kelabang Hijau adalah sebuah ajian yang cukup menakutkan di dunia persilatan. Seorang yang merapal ajian perubah wujud itu bisa kehilangan kesadarannya bahkan kehilangan jiwa manusianya.


Ajian Kelabang Hijau adalah sebuah ajian yang menjual jiwa pada siluman Kelabang Hijau penunggu goa kelabang yang ada di Lembah Kelabang Beracun. Kekuatan ajian ini adalah tubuh penggunanya akan kebal dari senjata maupun pukulan tenaga dalam baik luar maupun dari dalam.


Para pendekar golongan hitam banyak yang mempelajari ajian 'Kelabang Hijau'. Namun tidak banyak yang berani menggunakannya. Karena jiwa dan raga mereka akan tergadai pada siluman, yang mereka ajak kerja sama. ilmu 'Kelabang Hijau adalah menukar raga pada siluman.


"Hup! Baiklah.. Akan ku coba dengan jurus 'Tapak Dewa tingkat tujuh," guman Ki Sura Jaya seperti berbicara pada diri sendiri. Kelabang raksasa itu tiba-tiba bergerak begitu cepat kearahnya. Pendekar Tapak Dewa cepat melentingkan diri keudara. Sehingga serangan kelabang raksasa itu hanya mengenai tanah.


"Kurang ajar! Kau Reksa Gana, Kau tidak memberiku kesempatan ya?" kata Ki Sura Jaya sambil memperhatikan pergerakan kelabang raksasa yang kembali menghadap kearahnya.


"Hiyaaa...!" sebuah bayangan berwarna hijau tua tiba-tiba melesat kearah kelabang raksasa itu. Bayangan itu langsung memberikan tendangan bertenaga dalam tinggi.


Bung!


"Aaakh...!!" bayangan itu bagai menghantam sebuah potongan besi, sehingga bayangan itu terpental kebelakang.

__ADS_1


"Melati..!" seru Ki Sura Jaya melihat putrinya terpental ketanah. Pendekar Tapak Dewa cepat melesat kearah Melati yang terbaring ditanah. Tampak ada noda darah yang mengalir di bibir gadis cantik berbaju hijau tua ringkas tersebut.


"Ayah, apa itu? Tubuh kelabang itu membalikkan tenaga dalamku, dan juga sekeras besi," desah Melati sambil menyeka darah di bibirnya.


"Itu siluman kelabang hijau penjelmaan dari Reksa Gana," jawab Ki Sura Jaya sambil membantu Melati berdiri, "Mundurlah.. Biar ayah yang mencoba menghadapi siluman kelabang itu," tambah Ki Sura Jaya lagi. Melati hanya mengangguk perlahan. Melati pun melangkah mundur menjauh dari Pendekar Tapak Dewa tersebut.


Pendekar Tapak Dewa menyilangkan kedua tangannya didepan dada dengan telapak tangan terbuka dan jemarinya tersusun rapi. Pendekar tua itu meningkatkan tenaga dalamnua ke tingkat lebih tinggi, tadi ia sempat tertunda merapal jurus 'Tapak Dewa'. tingkat tujuh, Tangan Dewa Mengusir Awan Gelap'.


Rrrrrrrrrrkkkkkk......!!


Kelabang hijau raksasa itu menggerakkan seluruh kakinya sehingga menimbulkan suara gemeritik, Dari ujung seluruh kaki Kelabang raksasa itu muncul sinar putih kemerahan, yang kemudian menyatu di bagian depan kepala kelabang raksasa berwarna hitam kehijauan itu.


Swosss...!


Cahaya putih kemerahan yang membentuk bola api itu meluncur begitu cepat kearah Ki Sura Jaya. Pendekar Tapak Dewa yang lagi mempersiapkan diri dengan jurus 'Tapak Dewa'.nya. Tampak diam dengan kedua tangan mengeluarkan cahaya putih keperakan.


Clang!


Kelabang hijau raksasa itu kembali melepaskan bola api kearah Wulan Ayu. Bidadari Pencabut Nyawa terpaksa berjumpalitan di udara menghindari serangan yang ternyata berturut-turut itu.


"Hiyaaa...!" Wulan Ayu sambil melayang di udara mengibaskan pedang elang perak di tangannya, cahaya merah membentuk mata pedang melesat kearah kelabang raksasa itu.


Wuss!


Blaaamm.....!


Ledakan pijar api menghantam tubuh Kelabang Hijau dalam bentuk kelabang raksasa itu.


"Hooaaarrrr...!" Kelabang raksasa itu malah menggeram marah. Kelabang raksasa itu langsung melesat kearah Bidadari Pencabut Nyawa yang baru menginjak tanah. Lagi-lagi Wulan Ayu terpaksa melentingkan dirinya keudara. Sambil melayang di udara Bidadari Pencabut Nyawa mencoba menyabetkan pedang elang perak kearah punggung kelabang raksasa itu.

__ADS_1


Clang!


"Aakh..!" lagi-lagi Bidadari Pencabut Nyawa mengeluh tertahan tangannya yang memegang gagang pedang elang perak terasa bergetar dan nyeri. Wulan Ayu cepat melompat menjauh sekitar lima tombak kebelakang.


"Kau mundur dulu, nak Wulan, aki akan mencobanya dengan jurus 'Tapak Dewa!" seru Ki Sura Jaya yang tampak telah selesai mempersiapkan jurus andalannya. Cahaya putih keperakan telah berubah menjadi sebuah bayangan raksasa duduk bersemedi dengan telapak tangan kanan di depan.


"Baik! Kek..," jawab Wulan Ayu sambil memegangi dadanya yang terasa sesak dan nyeri. Bidadari Pencabut Nyawa itu langsung mengambil tempat di samping Melati dan duduk bersemedi.


"Dinda tidak apa-apa?" tanya Anggala yang tiba-tiba sudah berada di samping Wulan Ayu.


"Dinda terluka dalam Kak, tubuh kelabang raksasa itu kebal terhadap pukulan dan pedang. Dinda malah terluka saat mencoba menghalangi bola api yang keluar dari kaki kelabang itu," jawab Wulan Ayu sambil menoleh kearah Pendekar Naga Sakti yang berdiri disampingnya. Anggala mengeluarkan sekantong pil obat buatan Pertapa Naga dan memberikannya pada Wulan Ayu.


"Makanlah pil itu satu Dinda, dan berikan juga pada Melati," kata Anggala tanpa menoleh. Mata Pendekar Naga Sakti itu menatap tajam kearah Pendekar Tapak Dewa yang lagi berhadapan dengan siluman kelabang raksasa jelmaan Reksa Gana tersebut.


"Heaaa.....!!" bentakan Ki Sura Jaya itu mengawali gerakan tangannya menyentak kedepan. Telapak tangan raksasa yang terbuat dari cahaya putih keperakan meluncur deras kearah kelabang raksasa itu.


Swosss....!!


Blaaamm.....!!



baca dan dukung juga karya Author yang terbaru teman-teman. Mohon bantuannya.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2