Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Pertempuran


__ADS_3

Pasukan Pangeran Roksa Galuh telah berbaris di ujung padang rumput, tampak di barisan depan para pendekar dari Lembah Tengkorak, dan para Senopatinya, dan di setiap barisan berdiri satu kepala prajurit.


Tampak di barisan depan pasukan berkuda siap dengan tombak di tangan, begitu pun pasukan panah mereka, telah bersiap dengan busur di tangan.


Di pangkal padang rumput telah bersiap pasukan Kerajaan Galuh Permata, dengan pasukan perisai di bagian depan,dengan tombak panjang mereka, dan pasukan panah di barisan kedua.


Tampak di barisan depan sekitar lima puluh kepala prajurit berbaju besi siap dengan pedangnya.


pasukan khusus tampak bersiap di atas pohon pohon kayu di pinggir padang rumput.


Patih Jagat Geni bersama Pertapa Naga beserta Panglima Guntur setra juga telah bersiap dengan pedang di pinggang mereka.


Tampak di bagian belakang Pendekar Srigala Putih dan Pendekar Kelelawar Putih, Aruni juga telah bersiap dengan pakaian perang yang di berikan Senopati Arya Geni.


Sedangkan Anggala dan Wulan Ayu dan Lesmana sang guru Pendekar Naga Sakti, tampak di barisan tengah, Lesmana mengenakan pakaian putih, dengan sebuah pedang di punggungnya.


" Serbuuu......!"


Perintah Pangeran Roksa Galuh, pasukannya pun maju, dengan pasukan berkuda paling depan.


Seraaangg....!"


Teriak Arya Geni Sebagai Senopati Agung memberi perintah, para Prajurit berkuda dengan tombak di tangan maju menyonsong pasukan pemberontak.


"Heaa...!" "Heaa...!"


Kedua pasukan bertemu di tengah padang rumput, pertempuran pun di mulai, pasukan Mandalika yang berkuda bertemu dengan pasukan berkuda musuh.


Ringikan kuda bersahutan, begitu pun dengan teriakan dan suara pedang yang beradu,saling berdentingan. Suara pekik dan teriakan terdengar saling menyambung, suara kesakitan pun mulai terdengar ditengah kancah pertempuran itu.


Pasukan Mandalika yang memakai perisai maju bertemu dengan pasukan pemberontak yang berbaju hitam, pasukan dari Mandalika berhasil mendesak pasukan pemberontak.


Melihat pasukan yang berbaju hitam terdesak, pasukan prajurit pemberontak yang berbaju kuning meransek maju.


Pertempuran semakin sengit, tampak para punggawanya pun telah turut bertempur, sehingga pekik dan suara teriakan semakin membahana.

__ADS_1


Menjelang siang kedua pasukan sudah banyak yang terluka dan ada juga yang gugur di tengah medan perang itu.


Orang,-orang dari lembah tengkorak berlompatan dengan cepat ke arah pasukan Mandalika, karna ilmu kanuragan mereka yang di atas rata-rata, orang-orang dari Lembah Tengkorak berhasil memukul mundur pasukan Galuh Permata itu.


"Kak Senopati, tampaknya kita harus turun tangan..!" kata Anggala, tanpa menunggu jawaban Pendekar Naga Sakti melesat ke tengah medan pertempuran.


Wulan Ayu dan kedua pendekar muda, Pendekar Srigala Putih dan Pendekar Kelelawar Putih pun menyusul bagai kilat ke arena pertempuran.


"Hiaaa...!" Anggala lansung menerjang dua orang yang berbaju hitam, dari kelompok Lembah Tengkorak.


Tendangan terbang Anggala lansung menghajar telak dada salah seorang dari dua orang di depannya.


"Aaakh...! jeritan kesakitan orang berbaju hitam itu, dengan di iringi tubuhnya terlempar ke tanah.


Melihat kawan nya terkena serangan Anggala seorang lagi lansung menyerang Pendekar Naga Sakti itu dengan golok besar di tangannya.


Wut...!


Wut.....!


"Hup....!"


"Hiaaa...!" dengan cepat Anggala bersalto tiga kali di udara menghindari sabetan golok musuh yang cukup cepat itu.


"Hih....!"


Anggota perkumpulan golonga hitam dari Lembah Tengkorak itu terus menyerang Pendekar Naga Sakti itu, Namun Anggala dengan begitu gesit dan dengan sigap menghindari setiap sabetan dan tebasan golok musuhnya.


"Hiaaa.....!" Anggala berjumpalitan menghindari serangan musuh, kecepatan gerakan Anggala bagai kilat menyerang balik ke arah musuh di depannya


"Aakh...!" anggota kelompok Lembah Tengkorak itu meringis, ketika Anggala dengan begitu cepat menyarangkan tendangan ke perutnya. Orang berbaju hitam itu pun terlempar ke tanah dengan darah menyembur di mulutnya.


Sementara itu Wulan Ayu melompat kearah beberapa orang prajurit Pangeran Roksa Galuh yang berpakaian baju rompi merah. Sebuah tendangan cepat, tepat menghajar dua orang prajurit berbaju rompi merah tersebut.


Buak!

__ADS_1


Duak!


"Aaakh...!" jerit kesakitan terdengar dari mulut prajurit berbaju rompi merah tersebut. Sebelum tubuhnya jatuh terlempar ketanah. Prajurit itu tidak mampu bangun lagi, alias koit.


Tidak butuh waktu lama, sekitar sepuluh jurus Wulan Ayu telah menjatuhkan sekitar sepuluh orang prajurit berbaju rompi merah tersebut.


Pertempuran semakin sengit dengan datangnya para pendekar golongan Putih. Pasukan Kerajaan Galuh Kencana berhasil memukul mundur pasukan pemberontak, yang di bantu orang orang Lembah Tengkorak itu.


"Hup!" Jaka Kelana tidak mau kalah, dengan begitu cepat Pendekar Srigala Putih itu menghajar beberapa orang prajurit yang ada di depannya. Melihat para prajurit pemberontak itu dijatuhkan begitu mudah. Beberapa orang anggota Kelompok Lembah Tengkorak langsung menghadang pergerakan Jaka Kelana.


"Bagus! Kalian orang-orang Lembah Tengkorak memang selalu membuat rusuh ditengah rakyat, sekarang kalian malah mendukung pemberontakan!" geram Jaka Kelana. Begitu gesit Pendekar Srigala Putih itu menghindari sabetan pedang dan hujaman tombak orang-orang Lembah Tengkorak yang mencerca tubuhnya.


"Hiyaaa...!" Jaka Kelana dengan begitu gesit menghindari serangan yang bertubi-tubi kearahnya. Begitu cepat dan tangkas pula Pendekar Srigala Putih itu memberikan serangan balasan.


Dek!


Buak!


"Aaakh...!" Dua orang anggota Kelompok Lembah Tengkorak mengeluh kesakitan terhantam tendangan Jaka Kelana. Dua orang itu langsung terpental sekitar dua tombak kebelakang.


Sekitar Sepuluh sampai dua belas jurus, orang-orang Lembah Tengkorak yang menghadang Jaka Kelana berpentalan ketanah. Rata-rata mereka tidak ada yang sanggup bangun lagi. Ada juga yang langsung tewas.


Menjelang sore pertempuran yang melibatkan Anggala, Wulan Ayu dan Pendekar Srigala Putih beserta Pendekar Kelelawar Putih semakin sengit, karna lawan-lawan mereka orang orang dari Lembah Tengkorak banyak yang berilmu tinggi.


Wulan Ayu berkelebat di belakang Anggala, ia lansung menghajar prajurit pemberontak yang berbaju kuning, Wulan Ayu lansung menggunakan ilmu yang baru ia pelajari dari Anggala yaitu ilmu 'Baju Besi'. sehingga setiap serangan golok yang berhasil mengenai tubuhnya, tidak berhasil melukai tubuhnya, bajunya pun tidak tergores.


Setiap prajurit musuh yang mencoba menghalangi Wulan Ayu di buat tak berkutik, mereka berterbangan bagai dedaunan yang di tiup angin. Setiap kibasan kipas elang peraknya membuat para prajurit di depannya berterbangan.


Pendekar Srigala putih berkelebat menghajar setiap prajurit musuh yang ada di depannya.


dengan 'Jurus Cakar Srigala Putih'. ia menghajar setiap prajurit yang mencoba menghadangnya.


Aruni juga bagai penari bayangan dengan pedang kelelawar putih di tangannya ia berkelebat menghajar setiap prajurit pemberontak yang mencob menyerangnya baik dengan pedang mau pun dengan tombak.


Matahari perlahan terbenam di ufuk barat, pertempuran pun berakhir hari ini, dengan kemengan di pihak Kerajaan Galuh Permata.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2