Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Jurus Golok Setan Penebar Maut


__ADS_3

Soka yang merasakan tangannya bergetar, mengalirkan hawa murni ke tangan kanannya, untuk menstabilkan sirkulasi darahnya, setelah tangannya tidak bergetar lagi, ia segera meningkatkan tenaga dalamnya, ia bersiap dengan 'Jurus Setan Merah Penghancur'. untuk mengimbangi 'Jurus Srigala Putih milik Pendekar Srigala Putih itu.


Telapak tangan Soma yang membentuk sebuah cakar, berubah menjadi kehitaman, cahaya hitam kemerahan menyelubungi tangan Soma.


"Hiyaaa....!"


Soma menjejak kaki ke tanah, dan melompat secepat kilat ke arah Pendekar Srigala Putih, tentu saja Pendekar Srigala Putih tidak tinggal diam, ia pun menyongsong ke depan dengan sangat cepat.


Bet...!


Srrak.....!


Dua cakar beradu di udara, mereka saling menyerang kearah musuh masing masing, Jaka Kelana menyerang dengan begitu tenang, sehingga setiap serangannya begitu beraturan, Soma alias Setan Merah tiga, tampak sedikit kewalahan menghadapi setiap serangan Pendekar Srigala Putih itu.


Namun karena Soma yang memakai 'Jurus Setan Merah Penghancur'. yang mengandung racun, yang cukup berbahaya, Jaka Kelana terpaksa menjaga jarak dengan musuhnya itu.


Pertarungan Jaka Kelana dengan Soma berjalan cukup sengit, dua puluh jurus telah berlalu, namun pertarungan mereka belum terlihat siapa yang akan menjadi pemenang nya, mereka masih saling serang satu sama lainnya.


Melihat musuhnya yang begitu tenang, Soma semakin naik pitam (darah/marah), ia semakin meningkatkan serangan nya, pada Pendekar Srigala Putih, Jaka Kelana.


Puas dengan menyerang dengan tangan kosong, Soma melompat mundur beberapa langkah ke belakang, ia menghunus golok hitam besar di pinggangnya, ia memainkan jurus jurus golok andalannya.

__ADS_1


Pendekar Srigala Putih, bersiap dengan Jurus Jurus Srigala Putihnya, ia belum berniat menghunus Pedang Srigala Putih yang ada di balik punggungnya itu.


"Hiyaaa...!"


Jerit melengking Soma si Setan Merah yang paling muda, ia membabatkan golok nya, dengar sangat cepat ke arah Pendekar Srigala Putih itu, golok di tangan Soma bergerak gencar menusuk, membabat dan meluncur ke arah Pendekar Srigala Putih, dengan sangat cepat, namun yang di hadapi Soma bukan lah anak kemarin Sore.


Jaka Kelana bisa menghindari setiap serangan golok Soma yang mengarah ke tubuhnya, walau ia belum bisa memberikan balasan, Jaka Kelana terus meliuk liuk menghindari setiap serangan Soma itu.


Sret....!"


"Aakh.....!"


Jaka Kelana terpaksa melompat mundur, karna lengan tangan kirinya terserempet golok di tangan Soma itu.


"Hih...! Jangan sombong dulu, Kisanak!" Jawab Jaka Kelana, sambil mengusap lengan kirinya, yang terluka itu, dengan tenaga dalamnya ia menyembuhkan luka di lengan kirinya itu, seketika lukanya hilang tanpa bekas, hanya tersisa lengan bajunya yang sedikit koyak.


Sring...!


Jaka Kelana menghunus Pedang Srigala Putih yang ada di balik punggungnya itu, seketika Soma lansung terjajar mundur satu langkah ke belakang, karna melihat Pedang di tangan Jaka Kelana itu.


"Pedang Srigala Putih..," guman Soma, dalam hati melihat ukiran berbentuk kepala srigala di ujung gagang pedang di dalam genggaman Jaka Kelana itu.

__ADS_1


"Siapa Kau? Anak muda apa hubunganmu dengan Si Srigala Putih, Kamandaka.?" tanya Soma, dalam keterkejutan nya.


"Dia guruku..!" jawab Jaka Kelana, dingin, ia menatap tajam ke arah Soma, bagaikan seekor srigala yang menatap mangsa nya, tatapan yang tidak berkedip, pedang Srigala Putih terlintang di depan dadanya, ia bersiap dengan 'Jurus Pedang Srigala Putih'. tingkat satu, dari dua belas jurus pedang Srigala Putih, pemberian gurunya Kamandaka.


Whu.....! Whu.....! Whu.....!


Suara golok besar di tangan Soma, menderu, memecah udara, golok itu di mainkan Soma dengan sangat cepat, sehingga mengeluarkan suara menderu yang memekakkan telinga.


"Jurus Golok Setan Merah Penebar Maut...!"


Setelah berteriak Soma melompat secepat kilat ke arah Pendekar Srigala Putih, dengan Jurus Golok Setan Penebar Mautnya itu.


Jaka Kelana alias Pendekar Srigala Putih, melompat menyongsong Soma dengan 'Jurus Pedang Srigala Putihnya, mereka bertemu di udara.


Trang.....!


Dua Senjata beradu di udara, bunga api bertebaran di sekitar dua senjata itu sesaat, kedua tokoh silat lain golongan itu, saling menyerang.



Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa Like dan komen ya,, pembaca yang Budiman,


Jangan lupa ikuti info tentang perkembangan, saran dan kritikan di kolom komentar di IG ya, IG Author Idwan Virca, terimakasih..


__ADS_2