Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Iblis Tangan Kematian


__ADS_3


Pertarungan Wulan Ayu dan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu Merak Sati, telah selesai, dan berakhir dengan kemenangan, di pihak Bidadari Pencabut Nyawa yang asli.


Kini giliran Pendekar Naga Sakti memberikan pelajaran kepada bawahan Merak Sati, atau Bidadari Pencabut Nyawa Palsu.


Kesembilan orang anggota Partai Lembah Kematian, Celinguan kehilangan Pendekar Naga Sakti, yang menghilang dari pandangan mereka.


Anggala yang memakai 'Jurus Langkah Malaikat'. kini berada di dekat Merak Sati,


"Hei....!"


"Hah.....! Sejak kapan kau di sini.....??" tanya Merak Sati dalam keterkejutannya.


"Saya dari tadi di sini, Bidadari Pencabut Nyawa Palsu...!" Jawab Anggala sambil tertawa, tiba tiba ia menghilang dari belakang Merak Sati, dan muncul kembali di depan para pengeroyoknya.


"Heh...!"


Wu....!


Trang.....!


Lagi lagi golok penyerang itu, seperti mengenai sebuah besi, kaki Anggala bergerak ke arah perut penyerangnya, dan.


Duk...!

__ADS_1


"Aakh...!"


Orang orang berbaju hitam itu di buat takjut, karna golok mereka tidak dapat melukai tubuh lawannya, dan temannya tiba tiba terjerambat ke tanah.


"Bagaimana masih mau main main...!!? ujarPendekar Naga Sakti, sambil tertawa ke arah Orang orang berbaju hitam itu.


Bawahan Merak Sati mundur, sambil menolong dua orang teman nya yang terluka di hajar pukulan ringan Pendekar Naga Sakti tadi.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini, kita laporkan pada Ayah...!" Ujar Merak Sati sambil berjalan menjauh, menuju kuda mereka.


"He he he...!" Dinda..! Kalau Kakak perhatikan Merak Sati si Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu, cantik Juga...!" goda Anggala pada Wulan Ayu, sambil tertawa.


"Pergi sana susul Merak Sati itu..!" Jawab Wulan Ayu sambil memonyongkan bibirnya, dan tersenyum manis pada pendekar Naga Sakti.


"Kakak...!" Ujar Wulan Ayu sambil menarik tangan Anggala ke belakang, tanpa mempedulikan Orang orang yang memperhatikan mereka.


Anggala menghentikan langkahnya, dan menghadap ke arah Wulan Ayu, sambil tersenyum, menggoda kekasihnya itu.


"Kakak tu, usil..!" Ujar Wulan Ayu sambil tersenyum manis pada pendekar Naga Sakti, sambil berjalan menuju warung makan, yang porak poranda akibat di timpa Orang orang Partai Lembah Kematian tadi.


"Ki..! Ini untuk mengganti kerugian aki dan nyi..!" Ujar Wulan Ayu, sambil memberikan dua kepeng emas, pada yang punya warung, yang lagi berusaha membereskan dan merapikan meja yang rusak dan yang rebah.


"Terimakasih kasih, den...! Aki tidak bisa menerima uang Aden, maaf..!" Ujar pemilik warung itu.


"Kenapa ki..? Ini untuk bayar kerugian aki, yang Saya sebabkan tadi..!" Ujar Wulan Ayu, sambil menyodorkan kepeng emas, pada aki pemilik warung.

__ADS_1


"Tidak.! Den, kalian sudah mengusir Orang orang Partai Lembah Kematian itu, jadi tidak pantas kalau Saya mengambil uang Kalian..!" Ujar Pak tua pemilik warung.


"Terimakasih banyak ki, kalau begitu, Saya mau pesan makanan..!" Ujar Wulan Ayu, sambil membantu membereskan meja, dan kursi yang berserakan, Anggala pun tidak tinggal diam, ia pun sibuk membantu membereskan meja makan, di dalam warung itu.


Sementara itu rombongan Merak Sati, mengebah kudanya dengan sangat cepat, mereka buru buru kembali ke Lembah Kematian, yang tidak jauh dari desa Lingkar Sari.


Lembah Kematian hanya berjarak sekitar dua jam naik kuda, dari Desa Lingkar Sari.


Merak Sati mengebah kudanya dengan begitu kencang, hingga hanya sekitar satu jam lebih, ia dan rombongannya telah sampai ke Lembah Kematian.


Anggota Partai Lembah Kematian, yang lagi berkumpul terkejut dengan kedatangan Merak Sati, dengan tangan kiri putus jadi dua.


"Merak Sati, siapa yang membuat tanganmu, buntung, Hah...!?" tanya Iblis Kematian Rambut Putih.


"Maaf, Ayah, yang membuntungi tangan Saya, Bidadari Pencabut Nyawa yang asli..!!" Ujar Merak Sati, tangan kanannya masih memegang putusan tangan kirinya.


Iblis Kematian Rambut Putih, menghampiri Merak Sati, ia mengambil tangan kiri Merak Sati, dan menyambungkan nya, dengan 'Ilmu Penyambung Raga'.


"Saka, kau beri pelajaran Bidadari Pencabut Nyawa itu, Ujar Iblis Kematian Rambut Putih, memberi perintah pada Iblis Tangan Kematian, yang bernama asli Saka Rana.


"Baik..! Ketua..!!" Jawab Iblis Tangan Kematian, sambil bangkit dari duduknya, ia berangkat dengan membawa, dua puluh orang anggota Partai Lembah Kematian.



Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2