Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Kelabang Hitam


__ADS_3

"Kakaaak .....!"


Teriak Soma, Maka seketika ia langsung melesat ke arah Loka, dan lansung membantu Kakaknya itu mengobati luka dalamnya.


Soma duduk di belakang mengalirkan hawa murni ke tubuh Loka.


Sementara itu Aruma yang terlibat pertarungan dengan salah seorang tokoh silat dari Bukit Balam.


Sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi di arahkan Si Kelabang Hitam ke arah Aruma Seta dengan gesitnya Kakak Aruni itu melentingkan tubuh ke udara menghindari serangan musuhnya itu.


Aruma menjejakkan kaki di tanah, begitu menjejak di tanah ia lansung melesat ke arah Si Kelabang Hitam dengan sebuah tendangan balasan. Si Kelabang Hitam dengan cepat menangkis serangan Aruma itu dengan tangannya.


Dik....!


"Hih.....!"


Si Kelabang Hitam terjajar mundur ke belakang beberapa langkah, karna hempasan tenaga dalam Aruma Seta itu.


"Hup.....!"


Si Kelabang Hitam meningkatkan tenaga dalamnya, kedua tangan nya berubah menjadi hitam, pertanda ia mengerahkan 'Jurus Kelabang Hitam'. yang mengandung racun berbahaya.


"Jurus Kelabang Hitam'.," guman Aruma dalam hati, ia lansung memakai tongkat bambu kuning pemberian ayahnya Ki Gading Mageli.


Aruma lansung memainkan Jurus jurus tingkat tinggi dengan tambahan tenaga dalamnya. Sehingga ayunan tongkat bambu kuning di tangannya mengeluarkan suara mengaung yang memekakkan telinga.


Wing.....! Wing.....!


"Heaaa....!"


Si Kelabang Hitam melesat ke arah Aruma Seta dengan tangan membentuk cakar, hawa racun itu begitu terasa pedih jika mengenai kulit manusia biasa.


Srakk....!

__ADS_1


Cakar Si Kelabang Hitam mengenai tongkat bambu kuning itu di udara, ayunan tongkat itu lansung berubah arah, mengayun ke arah perut Si Kelabang Hitam.


"Heh....!"


Si Kelabang Hitam terperanjat dan lansung menarik tubuhnya ke belakang menghindari ujung tongkat bambu kuning yang hampir mengenai perutnya.


"Bangsat ...!"


Si Kelabang Hitam mengembor marah karna hampir saja perutnya terhantam ujung tongkat di tangan Aruma itu.


Aruma Seta tidak memberi kesempatan ia terus menyerang dengan tongkat bambu kuning yang bagai kan seekor ular meluncur deras bagai kilat ke arah Si Kelabang Hitam itu.


"Heaaa.....!"


Si Kelabang Hitam melompat kembali menyerang dengan jurus cakar beracun, namun di sambut dengan ayunan tongkat bambu kuning itu lagi.


Plak....!


Plak.....!


Belum sempat ia menguasai situasi Aruma telah menghadiahkan sebuah pukulan tongkat bertenaga dalam tinggi, sehingga.


Buakk.....!


"Aaakhh.....!


Lenguhan tertahan keluar dari mulut Si Kelabang Hitam, di iringi tubuhnya terlempar ke belakang sekitar tiga tombak, ia pun jatuh terjerambat ke tanah.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara itu para pendekar golongan putih tampak telah berhasil mendesak anggota Partai Lembah Kematian dan para sekutunya.


Kedatangan orang - orang dari Perguruan Pedang Suci begitu memberi pengaruh besar dalam menghadapi orang orang golongan hitam itu.

__ADS_1


Barutama melesat bagai kilat dengan pedang nya, ke sana kemari, setiap kali ia bergerak, selalu ada para penyamun dan orang - orang Partai Lembah Kematian itu yang jatuh bersimbah darah terkena sambaran pedang nya.


"He he he....!" Barutama gelar Pendekar Pedang Kilat itu memang tidak salah! He he he....!" Pengemis Gila tiba tiba sudah berada tidak jauh dari Barutama, dengan Jurus jurus orang gilanya itu semakin banyak orang - orang Partai Lembah Kematian itu berjatuhan ke tanah.


Suara tawa terkekeh sang kakek tampak membuat orang dari Perguruan golongan putih semakin tambah semangat.


Tampak di ujung sana Ketua Perguruan Kera Sakti Sukoco sedang bertarung dengan salah seorang pimpinan perampok Bukit Jati, yang bergelar Perampok Maut, karna setiap orang yang di tampaknya selalu di bunuh, walau tanpa ada perlawanan.


Golok besar di tangan Perampok maut memecah udara di sekitarnya, suara mengaung dari mata golok yang berkelebat cepat itu cukup membuat telinga sakit.


Namun semua itu tidak di rasakan Ketua Perguruan Kera Sakti itu, ia dengan tenangnya menghindari setiap serangan golok yang mengarah padanya.


Set....! Set.....!


"Hiyaaa.....!"


Malah sesekali Ki Sukoco dapat memberikan serangan balik dengan tendangan dan cakaran.


Perampok Maut malah semakin kalap menyerang ketua Perguruan Kera Sakti itu, dengan jurus - jurus golok andalannya ia terus mencerca ke arah Ki Sukoco.


"Jurus Golok Seribu Kematian! Heaaa.....!"


Teriakan nyaring Perampok Maut membahana, maka seketika itu pula tubuhnya melesat ke arah Ki Sukoco dengan ayunan dan sabetan golok besar di tangannya.


Sret....!


"*Aakh......!"


Bersambung*....


Jangan lupa like, koment dan favorit ya.


Terima kasih....

__ADS_1



__ADS_2