
"Anak-anak bunuh mereka!" Perintah Kala Pati dengan lantang.
"Heaaa........!!!"
Puluhan pisau belati terbang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Pendekar Naga Sakti yang memperhitungkan tingkat bahayanya jika ia menghindari puluhan pisau belati terbang yang meluncur ke arahnya, tentu akan membahayakan nyawa orang-orang yang ada di dalam warung Ki Sarta itu.
.
Dengan cepat Pendekar Naga Sakti mengangkat ke dua telapak tangannya, puluhan pisau belati terbang yang melesat ke arahnya dan Bidadari Pencabut Nyawa itu terhenti di udara. Begitu Pendekar Naga Sakti menggerakkan tangannya, puluhan pisau belati terbang itu berbalik arah menghadap ke arah pemiliknya.
.
Sekali ayunan tangan Pendekar Naga Sakti, puluhan pisau itu melesat berbalik arah dengan kecepatan tinggi ke arah orang-orang Perguruan Belati Terbang itu. Para murid Ki Kala Pati itu berjumpalitan menghindari senjata mereka sendiri, beberapa orang tidak sempat menghindar.
.
"Aaaa....!"
Mereka yang tidak sempat menghindar, harus terlempar dan meregang nyawa di tangan senjata mereka sendiri yang berbalik arah itu. Hanya Ki Kala Pati yang dengan sigap menangkap beberapa pisau belati terbang yang mengarah padanya.
.
Tap.! Tap!
"Hup..!"
.
Kala Pati alias Iblis Pisau Terbang itu melemparkan kembali, tiga pisau belati yang ia tangkap ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Namun dengan sigap nya Anggala si Pendekar Naga Sakti itu menangkap kembali pisau belati yang meluncur ke arahnya.
.
Setelah gagal dengan serangan pisau terbang merekMurid-murid Kala Pati itu melesat menyerang Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa dengan serangan lansung, memakai tendangan dan pukulan tangan kosong, yang mengandung tenaga dalam cukup tinggi.
.
Anggala dan Wulan Ayu dengan gesitnya menghindari serangan para murid Kala Pati itu, tidak perlu lama hanya sekitar lima jurus mereka malah berhasil mendesak para murid Perguruan Belati Terbang itu.
.
Berselang dua jurus kedepan beberapa orang murid Ki Kala Pati itu bermentalan ke tanah di hajar dua orang pendekar muda itu, para murid Iblis Pisau Terbang itu merubah taktik bertarung mereka. Mereka menggunakan pisau belati terbang mereka sebagai senjata dan tidak jarang pisau belati itu meluncur ke arah Anggala dan Wulan Ayu.
.
Sret.!
Kipas Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu terbuka, dari tadi kipas itu hanya di genggam olehnya.
.
Trang!
__ADS_1
Sebuah pisau belati terbang menghantam daun kipas berwarna perak itu. Pisau belati andalan para murid Perguruan Belati Terbang itu jatuh ke tanah, dengan begitu cepat si Bidadari Pencabut Nyawa mengibaskan Kipas nya ke arah musuh-musuhnya, puluhan senjata rahasia berupa jarum melesat Keluar dari ujung Kipas Elang Perak itu, dengan kecepatan begitu tinggi.
.
Jreb! Jreb!
"Aaaa...!"
Sekitar lima orang murid Ki Kala Pati itu terpental ke tanah, mereka menggeliat sebentar dan lansung diam tidak berkutik lagi. Dada mereka mengucur darah karna tertembus senjata rahasia dari kipas elang perak milik si Bidadari Pencabut Nyawa itu.
.
Tiga orang murid Ki Kala Pati yang berhadapan langsung dengan Pendekar Naga Sakti harus menerima 'Jurus Tinju Halilintar milik Pendekar Naga Sakti itu, mereka bermentalan, ketika sinar berbentuk mata petir itu mengenai tubuh mereka. Tubuh mereka lansung hitam bagai terbakar, dengan pakaian hancur.
.
"Bangsat!" Ki Kala Pati alias Iblis Pisau Terbang itu mengembor marah, dengan secepat kilat ia menerjang ke arah Pendekar Naga Sakti itu. Ketika tubuhnya masih di udara, dua bilah pisau belati terbang melesat mendahului serangannya, dengan begitu gesitnya Anggala melentingkan tubuhnya ke udara sehingga pisau terbang Iblis Pisau Terbang itu lewat jauh di bawahnya.
.
Begitu cepat bagaikan kilat Anggala lansung memberikan tendangan ke arah Ki Kala Pati itu. Kedua tendangan Anggala dan Ki Kala Pati itu beradu di udara. Kedua pendekar lain aliran itu terjajar ke belakang, beberapa langkah.
.
"Ku akui kehebatanmu anak muda, tapi jangan berbesar hati dulu, karna nyawamu ada di ujung belati ku ini," Ujar Ki Kala Pati itu dengan begitu dingin.
.
Mendengar Perkataan Kala Pati alias Iblis Pisau Terbang itu. Pendekar Naga Sakti lansung mengerahkan 'Ilmu Baju Besi Emas'.nya, untuk mengantisipasi kecurangan dari Kala Pati itu.
.
.
"Hiaaa...!"
Secepat Kilat Ki Kala Pati itu melesat ke arah Pendekar Naga Sakti ia mengirimkan serangan pukulan jarak jauh. Begitu serangan itu hampir mengenainya, tubuh Pendekar Naga Sakti itu bergerak bagai kilat, sehingga serangan Ki Kala Pati itu hanya mengenai tanah.
.
Bidadari Pencabut Nyawa yang baru selesai mengalahkan beberapa murid Ki Kala Pati yang tersisa lansung memberikan sebuah serangan dengan kipas nya, yaitu 'Pukulan Elang Perak Menyambar Mangsa'. Kala Pati terkejut bukan kepalang dan ia juga tidak menyangka, jika Bidadari Pencabut akan memberikan pukulan jarak jauh ke arahnya, sehingga.
.
Wuss....!
Desss....!
"Aaakh...!"
Laki-laki tua berambut putih yang bernama asli Kala Pati itu, mau tidak mau harus terhuyung kebelakang beberapa langkah, darah segar mengalir di sela sela bibirnya. Di sekanya darah di bibir dengan lengan baju, Ki Kala Pati tampak meringis memegang dada.
.
__ADS_1
"Kurang ajar, mereka mengeroyok," Ki Kala Pati membathin, di alirinya hawa murni ke tubuhnya untuk menstabilkan tekanan darah dan mengobati luka dalam yang ia derita. Wajah tua nya memerah menahan kemarahan, baru kali ini ia di dipecundangi oleh musuh yang jauh lebih muda darinya.
.
Begitu selesai mengobati luka dalamnya. Kala Pati lansung mengerahkan tenaga dalam ke arah ke dua tangannya,Kala Pati lansung mengerahkan ',Jurus Belati Penghancur Raga'. Cahaya merah mulai keluar dari kedua tangannya, begitu cahaya merah itu menyelubungi kedua tangannya, puluhan pisau belati terbang keluar dari balik bajunya. Pisau Terbang itu lansung di selubungi cahaya merah itu.
.
Pisau-pisau terbang itu seperti mempunyai tali yang di kendalikan Kala Pati, secepat kilat puluhan pisau itu mencerca ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Set.! Set!
Trang! Trang
Pisau Terbang yang mengarah ke Bidadari Pencabut Nyawa di tangkis dengan kipas elang peraknya, sedangkan Pendekar Naga Sakti dengan gesit menghindari setiap cercaan pisau belati terbang yang selalu berubah arah itu.
.
"Hiaaa...!"
Pendekar Naga Sakti merapatkan telapak tangannya di depan dada, ia mengerahkan jurus langka pemberian sang Kakek gurunya, 'Jurus Tameng Malaikat Besi'. Begitu belasan pisau belati terbang itu mencerca ke arah Pendekar Naga Sakti itu. Pisau belati terbang itu seperti menghantam tembok yang tidak terlihat, belasan pisau itu malah membal ke belakang.
"Hah...!"
Betapa terkejutnya Ki Kala Pati alias Iblis Pisau Terbang itu, melihat jurus andalannya tidak mampu mengenai tubuh Pendekar Naga Sakti itu, belum hilang keterkejutannya, puluhan jarum dari kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa telah bersarang di tubuhnya.
.
"Aaakh...!"
Lenguhan tertahan keluar dari mulut Ki Kala Pati itu, maka seketika tubuhnya lansung jatuh berlutut, darah segar menyembur dari mulutnya, dengan sisa-sisa tenaganya ia melesat meninggalkan tempat itu.
.
Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa lansung melesat berniat mengejar Iblis Pisau Terbang itu, tapi Pendekar Naga Sakti menahannya.
.
"Biarkan dia pergi! Dinda!!" Seru Anggala, mendengar seruan Kekasihnya itu Wulan Ayu lansung menghentikan langkahnya.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like
Koment
Vote
dan Favoritnya ya..
__ADS_1
Terima kasih banyak...