
Sementara itu, Wulan Ayu si Bidadari Pencabut nyawa yang bertarung dengan Warok Nusa Wungu si Golok Setan, masih terlibat pertarungan sengit.
Pedang Elang Perak di tangan Wulan Ayu,bàgai kilat memecah udara berkelebat ke arah si Golok Setan.
Wut....!
Wut...!
Trang....!"
Pedang Elang Perak beradu dengan Golok Setan di tangan Warok Nusa Wungu, alias si Golok Setan, ia terjajar mundur, dengan tangan kanannya yang bergetar, Si Golok Setan menyalurkan hawa murni ke tangan kanannya, untuk meredakan nyeri akibat benturan itu.
Wulan Ayu melompat ke belakang sekitar lima langkah ke belakang, ia bersiap dengan 'Jurus Pedang Kayangan'. tingkat delapan Pedang Bidadari Pencabut nyawa, Wulan Ayu juga merapal 'Ilmu Baju Besi'. yang baru ia pelajari dari sang kekasih Pendekar Naga sakti.
Si Golok Setan meningkatkan tenaga dalamnya mencapai tingkat tujuh puluh persen, dan merapal 'Jurus Golok Setan Pencabut Nyawa'. golok di tangannya bersilang di depan dada.
"Heaaa...!"
Golok Setan menerjang ke arah Bidadari Pencabut Nyawa, golok di tangannya berkelebat bagai kilat membabat ke arah perut Wulan Ayu.
"Hiaaa....!"
Wulan Ayu melentingkan tubuhnya ke udara menghindari sabetan golok di tangan si Golok Setan, golok itu lewat di bawah tubuh Wulan Ayu.
Set...! Wut.....!
Wulan Ayu menebaskan pedangnya ke arah Si golok Setan secepat kilat sehingga, si golok Setan terpaksa menunduk dan menarik tubuhnya ke belakang.
Bidadari Pencabut Nyawa tak menyia-nyiakan peluang itu, kaki kanannya menerjang ke arah si Golok Setan, sehingga.
__ADS_1
Wut...!
Bukkk.....!
Si golok setan terpental ke tanah, namun dengan cepat ia bangun dan melompat ke belakang, Wulan Ayu begitu menjejak tanah, lansung melesat se cepat kilat ke arah si Golok Setan, sehingga si Golok Setan terpaksa menangkis pedang yang mengarah ke dadanya itu.
"Hih....!"
Bet...!
Trang....
Golok Setan di tangan Warok Nusa Wungu dua atau si Golok Setan, terlepas dari tangannya.
Jlek...!"
Golok itu jatuh ke tanah, dan si Golok setan melompat mundur dua tombak ke belakang.
"Heh.....!"
Dik...!"
si Golok setan masih sempat memapaki tendangan Wulan Ayu, namun ia tetap terlempar ke belakang sejauh tiga tombak.
"Bagaimana ki, masih lanjut..!" ujar Bidadari pencabut nyawa begitu menjejakkan kaki di depan Si Golok Setan, jarak mereka tinggal sekitar dua tombak.
"Hup.....!"
"Heah....!"
__ADS_1
Si Golok Setan menarik Golok Setan dengan tarikan tenaga dalam, golok Setan terbang ke tangannya.
"Jangan Sombong dulu Bidadari cantik, aku si Golok Setan belum kalah..!" bentak si Golok Setan.
"Hmm....! Baik, kali ini kau tidak punya kesempatan lagi orang tua...!" bentak Wulan Ayu, Sambil melesat ke udara, Pedang Elang Perak di tangannya bergerak mengelilingi tubuhnya dan ia melesat ke depan dengan 'Jurus Pedang Kayangan'.
Pedang di tangan Wulan Ayu menusuk ke arah Si Golok Setan dengan begitu cepat, sehingga pedang itu, seperti puluhan pedang yang mengarah pada Si Golok Setan.
Si Golok Setan Kelabakan karna ia tidak dapat melihat arah mana pedang yang asli, menusuk ke arahnya, ia berusaha mengebutkan goloknya di depan tubuhnya, tapi.
Jret..!
Bleb...!
Blep...!
"Aaakh.....!"
Pedang Elang perak menusuk ke arah perut si golok setan, ia terjerit sambil memegang perutnya yang mengeluarkan darah, belum sempat ia jatuh ke tanah, tendangan Kaki Bidadari Pencabut Nyawa yang bertenaga dalam tinggi mengenai dadanya.
Duak....!"
"Aaaa....!"
Jeritan terakhir keluar dari mulut si Golok Setan mengiringi tubuhnya, yang terlempar ke tanah dan diam tak berkutik lagi.
Sementara itu Pasukan Kedua Kerajaan terus mendesak pasukan pemberontak, sehingga pasukan Pangeran Roksa Galuh itu telah jauh mundur ke dalam hutan.
Jeritan menyayat pasukan pemberontak dan Orang orang Partai Teratai Hitam yang tewas dan terluka tersambar pedang dan tombak Prajurit dan para Punggawa kedua Kerajaan.
__ADS_1
Di tambah dengan sepak terjang Tiga pendekar bersaudara dari Mandalika, yang bagai singa terluka, Pedang Liku Dana dan kedua adiknya Resa Dana dan Jaka Dana, berkelebat membantai setiap musuh yang mencoba menghadang dan menyerang mereka.