Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Kelompok Iblis Perak. Bag 6


__ADS_3

"Kalian berbicara seakan kalian Malaikat Pencabut Nyawa. Buktikan dulu mulut besar kalian!" jawab Pendekar Naga Sakti begitu tenang. Diam-diam pendekar muda itu meningkatkan tenaga dalamnya. Begitupun dengan Bidadari Pencabut Nyawa yang telah menggenggam kipas elang perak. Puluhan orang-orang bertopeng putih itu langsung bergerak mengepung Anggala dan Wulan Ayu.


"Bunuh mereka!" perintah salah seorang Iblis Perak. Tanpa banyak bicara lagi orang-orang bertopeng itu langsung menyerang kearah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.


"Heaaa...!" pedang panjang langsung mencerca menikam dan menebas kearah tubuh Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Namun dengan sigap kedua pendekar muda itu melentingkan tubuh mereka keudara.


"Hiyaaa...!" Bidadari Pencabut Nyawa mengibaskan kipas elang perak kearah orang-orang bertopeng itu. Puluhan senjata rahasia berbentuk jarum melesat keluar dari ujung kipas elang perak.


Set! Set! Set!


"Aaakhh...!" beberapa orang anggota anak buah Iblis Perak tidak sempat menangkis laju senjata rahasia itu. Mereka langsung jatuh tersungkur dengan tubuh tertancap jarum kecil yang begitu tajam. Tidak lama kemudian mereka pun tewas.


Melihat teman mereka tewas dalam satu kali serangan orang-orang bertopeng putih itu malah semakin marah. Mereka langsung menyerang begitu cepat kearah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa yang baru menjejak kaki ditanah.


"Hup...! Hiyaaa...!" Pendekar Naga Sakti malah menyongsong dengan begitu cepat. Dengan begitu gesitnya Anggala menghindari setiap tebasan dan sabetan pedang para pengeroyoknya itu. Malah dengan begitu cepat Pendekar Naga Sakti memberikan serangan balik.


Pendekar Naga Sakti menggunakan 'Ilmu Langkah Malaikat'.nya, sehingga dengan begitu mudah ia menghindari setiap serangan pedang orang-orang bertopeng putih itu. Serangan balasan Pendekar Naga Sakti yang begitu cepat membuat orang-orang bertopeng putih itu sulit menghindari.


"Aaakhh....!" sekitar tiga orang, anggota anak buah Iblis Perak terlempar ketanah, rata-rata mereka mengalami luka dalam yang cukup parah. Namun yang lain seperti tidak memperdulikan keadaan teman mereka. Orang-orang bertopeng putih itu malah bersiap dengan mengubah pola serangan.


Begitu pun yang berhadapan dengan Bidadari Pencabut Nyawa. Satu persatu orang-orang bertopeng putih itu jatuh ketanah. Sambaran ujung kipas elang perak ditangan Bidadari Pencabut Nyawa itu berhasil menggores tubuh orang-orang bertopeng putih itu. Bidadari Pencabut Nyawa dengan begitu gesit menangkis dan menghindari setiap sabetan dan tebasan pedang panjang para pengeroyoknya.


"Hiyaaa...!!" Jeritan melengking Bidadari Pencabut Nyawa sambil mengibaskan kipas elang perak kearah musuh-musuhnya. Angin kencang menderu cepat, sekitar sepuluh orang anak buah Iblis Perak berterbangan terhantam sapuan angin itu. Orang-orang bertopeng putih itu harus bergelimpangan jatuh ketanah. Beberapa orang harus jatuh tumpang tindih.


"Bangsat!" Anggota Iblis Perak mengembor marah melihat anak buah mereka tidak berdaya menghadapi Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Salah seorang Anggota Iblis Perak langsung melompat terjun ke medan pertarungan.


"Heaaa...!" dua kali tendangan berturut-turut mengarah ketubuh Bidadari Pencabut Nyawa. Namun dengan sigap murid dua Pendekar Pemarah itu menapaki serangan tersebut.


Dik! Dik!

__ADS_1


Salah seorang Iblis Perak yang menyerang Bidadari Pencabut Nyawa terpaksa bersalto dua kali kebelakang dan mundur sekitar dua tombak kebelakang.


"Bangsat! Rupanya gadis ini mempunyai tenaga dalam cukup tinggi, aku terlalu meremehkannya," guman Iblis Perak itu. Anggota Iblis Perak itu mempersiapkan diri dengan meningkatkan tenaga dalamnya.


"Heaaa....!" Iblis Perak yang tadi menyerang Bidadari Pencabut Nyawa, kembali memberikan serangan. Namun kali ini ia menyerang dengan pukulan tangan kosong.


Dik!


Bidadari Pencabut Nyawa menyambut dengan sebuah gerakan yang begitu ringan. Telapak tangan kanan gadis cantik berbaju biru itu menapaki tinju Iblis Perak tersebut.


"Hiyaaa...! Bidadari Pencabut Nyawa dengan begitu gesit membalas serangan salah satu dari enam Iblis Perak yang mengepung mereka.


Sambaran tangan yang tampak lemah lembut tersebut, namun mengandung tenaga dalam yang sulit diukur oleh manusia biasa.


"Heh!" Iblis Perak yang berhadapan dengan Bidadari Pencabut Nyawa tampak terkejut menerima serangan balasan Bidadari Pencabut Nyawa itu. Iblis Perak terpaksa menarik tubuhnya kebelakang dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


Dik!


"Tinggi juga tenaga dalam gadis ini, tapi aku tidak bisa melihatnya," guman Iblis Perak itu dalam hati. Wajar saja ia tidak bisa mengukur seberapa tinggi tenaga dalam yang dimiliki Bidadari Pencabut Nyawa. Karena Bidadari Pencabut Nyawa menggunakan 'Ilmu Penutup Bathin'.


Melihat temannya terpukul mundur dua Iblis Perak langsung melompat menerjang ke arah pinggang Bidadari Pencabut Nyawa. Bidadari Pencabut Nyawa yang belum siap hampir terkena serangan dari belakang tersebut.


Pendekar Naga Sakti yang baru mengalahkan orang-orang bertopeng putih itu, langsung melompat menghadang serangan dua Iblis Perak tersebut.


Dik! Dik!


"Huh..! Nama besar Iblis Perak. Ternyata hanya tukang bokong!" geram Pendekar Naga Sakti sambil menjejak kaki disamping kekasihnya Bidadari Pencabut Nyawa dengan begitu ringan.


"Sesumbar mulutmu itu akan berakhir hari ini anak muda!" bentak salah seorang Iblis Perak yang barusan terjajar mundur saat beradu tenaga dengan Pendekar Naga Sakti barusan.

__ADS_1


Wuu...!


Shaa...! Iblis Perak tersebut tanpa basa basi langsung menyerang dengan tinju bertenaga dalam tinggi.


Desss..!


Pendekar Naga Sakti melihat musuhnya merangsek menyerang, ia pun tidak tinggal diam. Dengan tangan terbuka ia menyongsong serangan Iblis Perak tersebut. Adu tenaga dalam pun tidak terhindari.


"Aakh..!" Iblis Perak meringis dan harus terpukul mundur. Dua orang Anggota Iblis Perak lainnya langsung memberikan bantuan, dengan menahan tubuh temannya dari belakang.


"Pakai formasi 'Pukulan Perak Pemecah Gunung'.," ujar salah seorang dari tiga Iblis Perak yang lagi berhadapan dengan Pendekar Naga Sakti itu. Tanpa basa-basi ketiga orang Iblis Perak itu membuat sebuah formasi yang menggabungkan gerakan tubuh mereka. Ketiga Anggota Iblis Perak tersebut saling menyilangkan tangan mereka satu sama lainnya.


Setelah itu mereka langsung menyerang dengan pukulan tangan kosong dari dua arah. Sedangkan yang satu orang ditengah menyerang dengan tendangan.


"Heaaah..!" bentakan ketiga Iblis Perak tersebut. Sambil serentak menyerang, Pendekar Naga Sakti terpaksa melentingkan tubuhnya keudara. Menghindari formasi tiga Iblis Perak itu.


Dik!


Sambil bersalto dua kali di udara Pendekar Naga Sakti cepat melepaskan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi kearah punggung Iblis Perak yang ada dibagian tengah. Namun keriga Iblis Perak tersebut hanya terdorong kearah depan. Karena hempasan tenaga dalam dari tendangan Pendekar Naga Sakti itu. Mereka harus terdorong cukup jauh.


"Heaaah..!" dua orang anggota Iblis Perak merangsek kearah Bidadari Pencabut Nyawa. Dua tendangan menyilang dilepaskan kedua Iblis Perak tersebut. Namun Bidadari Pencabut Nyawa cepat menghindari dengan melentingkan tubuhnya keudara.


Iblis Perak yang satunya ternyata berniat membokong Bidadari Pencabut Nyawa dengan melompat keudara sambil menyerang dengan pukulan tangan kosong yang membentuk tendangan terbang.


"Hiyaaa...!" Bidadari Pencabut Nyawa yang cukup terkejut dengan formasi penyerangan ketiga musuhnya, tidak bisa menghindar lagi. Namun Bidadari Pencabut Nyawa yang telah dari tadi bersiap dari segala kemungkinan menghadang dengan sebuah tendangan kaki kanan yang begitu cepat.


Duk!


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2