Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sesepuh Iblis Pisau Terbang


__ADS_3

Matahari hampir tenggelam di upuk barat, masyarakat desa itu, tampak mulai pulang ke rumahnya, mereka telah kembali dari kesibukan di luar rumah seharian.


.


Anggala dan Wulan Ayu tampak duduk di sebuah meja di sudut warung tempat mereka menginap malam ini, mereka tinggal berdua, para tamu warung yang rata-rata adalah laki-laki laki dari kampung itu, telah pada pulang kerumah mereka masing masing.


.


Aki pemilik warung itu menghampiri Anggala dan Wulan Ayu, ia duduk di depan dua pendekar muda itu.


.


"Aden-Aden ini berasal dari mana? Maaf kalau Aki lancang," Ucap Aki empunya warung itu, ia tampak agak sungkan.


.


"JangaPanggil Aden Ki, Saya Anggala, dan ini Wulan Ayu," Ucap Anggala memperkenalkan dirinya dan Wulan Ayu, "Kami dari barat Ki, dari kerajaan Galuh Permata,"


.


"Kalau Aki Sarta, itu putri Aki Embun, dan istri aki Nyi Dira" Kata Ki Sarta memperkenalkan diri dan keluarganya.


.


"Malam ini Anak Pendekar berdua mau makan apa?"


"Apa yang ada saja Ki, kami tidak pilih-pilih makanan, yang penting halal," Jawab Anggala sambil tersenyum.


"Ya sudah, kita masuk nak, hampir magrib, tidak bagus berada di luar rumah," Pinta Ki Sarta, suasana di luar memang mulai gelap, api lampu pelita yang ada di atas meja tampak menari-nari tertiup angin senja.


.


Suara cacing dan jangkrik mulai terdengar memecah kesunyian hari yang memasuki malam. Suara burung pengantar malam pun sudah terdengar.


.


"Baiklah Ki, Ayo," Jawab Anggala. Mereka pun masuk kedalam rumah Ki Sarta, dan duduk di atas dipan di ruang tamu rumah itu.


Malam berlalu dengan terasa singkat, Ki Sarta bercerita banyak tentang teror orang-orang Perguruan Belati Terbang itu, "Apa nak Anggala juga punya dendam pada Perguruan Belati Terbang itu?"


.


"Secara pribadi kami tidak ada dendam Ki, urusan pun sebenarnya tidak ada juga, cuma yang membuat kami ingin tau sepak terjang mereka. Karna kami dengar mereka telah cukup banyak membuat keonaran di perguruan Orang-orang golongan putih, dan di tambah mereka mengganggu ketentraman masyarakat, jadi berarti kami harus ikut campur menghentikan segala kejahatan mereka," Tegas Pendekar Naga Sakti.


.

__ADS_1


"Kami orang-orang lemah ini, sangat mendukung keinginan Kalian berdua yang berniat menghentikan sepak terjang orang orang Perguruan Belati Terbang itu nak Anggala," Ucap KI Sarta lagi, sambil menuangkan air putih yang ada di depan mereka itu ke dalam cangkir bambu dan meminumnya.


.


Tidak terasa malam berlalu dengan singkat, mereka saling bercerita sampai hampir larut malam. Anggala dan Wulan Ayu sekalian berjaga-jaga kalau orang-orang Perguruan Belati Terbang itu datang lagi.


.


Suara burung mulai berkicau, semburat cahaya mentari menerangi bumi dari sebelah timur. Orang-orang kampung tampak memulai aktivitas mereka, ada yang ke kebun dan ada juga yang ke ladang untuk bertani. Anggala tampak masih tertidur pulas didalam kamar warung Ki Sarta.


.


Sedangkan Wulan Ayu tampak telah selesai mandi, gadis cantik itu telah menukar pakaiannya. Baju biru kesayangannya tampak tersampir, di jemuran di samping warung Ki Sarta yang sekalian rumahnya itu.


.


"Embun, apa melihat Kak Anggala?" Tanya Wulan Ayu pada gadis tujuh belas tahunan itu.


"Mungkin Kak Anggala masih tidur Kak Wulan," Jawab Embun sambil tetap fokus pada pekerjaannya.


"Dasar Pendekar tukang molor!"


"Kak Anggala begadang sampai hampir pagi Kak Wulan," Jawab Embun sambil tersenyum ke arah Wulan Ayu.


"Iya ya, baru ingat, Embun!" Kata Wulan Ayu sambil tertawa kecil, ia pun berjalan ke arah kamar yang di tempati oleh Anggala itu.


Wulan Ayu mencubit pipi Anggala dengan gemas, "Kak bangun! Sudah siang tuh..,"


"Bentar lagi Dinda, Kakak masih ngantuk!" Jawab Anggala sambil merubah posisi tidurnya.


"Ya sudah, Dinda tunggu di depan Ya," Ucap Wulan Ayu sambil berlalu keluar kamar itu.


Sudah cukup siang Anggala dan Ki Sarta baru bangun dari tidur, mereka lansung mandi ke sungai, Wulan Ayu dan anak istri Ki Sarta hanya senyum-senyum melihat dua orang itu kesiangan.


Warung mulai ramai di datangi pengunjung sekadar cari kopi dan sarapan, ada juga yang memesan makanan untuk di bawa kerja, dan untuk di rumah.


Sekelompok orang-orang berbaju hitam tampak memasuki halaman warung Ki Sarta itu. Mereka mengikat kuda pada tempat yang telah di siapkan di samping warung.


Begitu orang-orang berbaju hitam itu memasuki warung Ki Sarta, salah seorang menunjuk ke arah Anggala dan Wulan Ayu.


"Itu mereka yang membantu Pendekar Bangau Putih itu Ketua!" Tunjuk orang itu, Anggala mengenali orang itu yang di buatnya lari tunggang langgang kemarin di hutan.


"Hei! Pendekar, keluarlah..! Aku punya urusan denganmu!" Seru orang yang di panggil ketua itu dengan suara lantang, orang itu bertubuh tinggi dan rambutnya tampak sudah mulai memutih, panjang sebahu, di ikat dengan kain berwarna putih.


Anggala dan Wulan Ayu tiba-tiba melompat ke depan warung Ki Sarta itu dengan begitu ringan, sepotong ayam panggang masih tergenggam di tangan Anggala, dua orang pendekar muda itu menjejak kaki tanpa bersuara di tanah, tubuh mereka bagaikan sebuah kapas.

__ADS_1


"Kau memanggil kami? Ki," Ujar Anggala sambil tersenyum, tangannya menyorongkan daging ayam ke mulutnya.


"Sebutkan nama dan gelarmu Kalian anak muda, agar bisa kami tuliskan di batu nisanmu nanti!" Bentak orang tua berambut putih itu.


"He he hehe...! Dinda! Apa Kau dengar ada orang yang mau jadi malaikat maut kesiangan di sini," Ucap Anggala sambil tertawa.


"Iya Kak, apa dia itu malaikat isroil,sehingga dia mau seenaknya mencabut nyawa kita," Jawab Wulan Ayu sambil tertawa memandang ke arah Anggala.


"Bangsat! Cepat katakan siapa nama dan gelar Kalian! Sebelum nyawa kalian ku kirim ke akhirat!"


"Baik.. Baik... Jika Kau memang ingin tau siapa kami! Aku Anggala orang-orang memanggil ku Pendekar Naga Sakti dan di sampingku ini Wulan Ayu dia di panggil Bidadari Pencabut Nyawa! Jawab Pendekar Naga Sakti dengan lantang.


.


"Jadi si Lesmana sudah mempunyai murid, Bidadari Pencabut Nyawa, gadis itu yang menggemparkan dunia persilatan di wilayah barat itu," Guman Kala Pati


dalam hati, ia adalah salah seorang Sesepuh Perguruan Belati Terbang, yang bergelar Iblis Pisau Terbang.


Kala Pati adalah Adik dari Kala Ireng dan Kala Abang (merah), Di masa mudanya mereka adalah pendekar golongan putih, namun mereka berubah aliran setelah menganggap kematian keluarga mereka di sebabkan oleh orang-orang golongan putih.


Tiga Saudara yang di kenal dengan Tiga Pisau Terbang itu pun menjadi dedengkot golongan hitam, yang meresahkan masyarakat dan Perguruan golongan putih.


"Apa yang terjadi Ki? Kenapa Kau terdiam? Apa Kau belum pernah mendengarnya?"


"Nama besar Pendekar Naga Sakti itu memang menggegerkan dunia persilatan, tapi jangan kira aku takut nama besar kalian, hah!"


"Kau tadi nanya Ki, sekarang Kau mau menggertak kami, coba dulu Ki, baru bicara," Jawab Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum tipis namun begitu sinis.


"Anak-anak bunuh mereka!" Perintah Kala Pati dengan lantang.


"Heaaa........!!!"


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Koment


Vote


Favorit ya...

__ADS_1


Terima kasih banyak....


__ADS_2