Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara Di Pulau Andalas. Patahnya Pedang Jagat


__ADS_3

Tusar terhuyung ke arah belakang sambil memegangi anggota tubuhnya yang mengucur darah. Tusar jatuh berlutut dan tidak lama kemudian tertelungkup dalam keadaan tidak bernyawa lagi.


"Bangsat! Ku bunuh kau....!" salah satu teman Tusar berteriak marah langsung menerjang membabi buta menyerang Blabang Geni. Tentu saja menyerang dengan penuh kemarahan membuat serangannya tidak teratur dan kacau balau.


Di serang dengan kalap dan tidak teratur Blabang Geni dengan mudah menyarangkan ujung pedangnya di tubuh sang lawan.


"Akgh...!" anggota Partai Teratai Hitam itu terhuyung ke belakang lalu ambruk bersimbah darah setelah terkena tikaman pedang Blabang Geni.


Kini tinggal satu orang dari tiga orang yang berusaha mengeroyok Blabang Geni. Laki-laki itu tampak ragu hendak menyerang kembali.


"Hmm....! Jika kau tidak ingin seperti kedua temanmu itu, sebaiknya kau tinggalkan tempat ini. Sebelum aku berubah pikiran!" gertak Blabang Geni. Mendengar gertakan Blabang Geni yang tidak main-main tersebut membuat anak buah Setan Merah Pencabut Nyawa itu kehilangan keberaniannya.


Tanpa pikir panjang lagi ia langsung mengambil langkah seribu menuruni gunung kerinci tanpa mempedulikan anggota Partai Teratai Hitam yang lain.


Sementara itu Anggala yang tengah di keroyok oleh Pendekar Naga Hitam dan Setan Merah Pencabut Nyawa telah terlibat pertarungan sengit. Jurus-jurus tingkat tinggi telah di gunakan oleh Fhatik dan Saga Lintar untuk mendesak Anggala. Namun dengan jurus-jurus 'Pedsng Sembilan Naga'. Anggala masih mampu meladeni serangan kedua tokoh hitam kelas satu Pulau Andalas itu.


"Hup!" Saga Lintar melompat ke arah belakang sekitar tiga tombak di samping Fhatik. Saga Lintar terlihat merapal jurus pedang andalannya, murid Kelelawar Iblis itu mempersiapkan jurus 'Pedang Kelelawar Menggoncang Langit'.


"Hup!" Fhatik pun bersalto dua kali ke belakang dan menjejak kaki tidak jauh dari Saga Lintar. Pendekar Naga Hitam itu tampak meningkatkan tenaga dalamnya dan merapal jurus 'Pedang Naga Hutam'. tingkat lima, Naga Hitam Mengibas Ekor.


"Jurus 'Pedang Naga Hitam'." gumam Anggala mengenali jurus pedang yang di gunakan oleh adik seperguruan Lesmana itu. Anggala juga tidak tinggal diam, ia segera mempersiapkan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. Tingkat lima dengan pengerahan tenaga dalam sekitar enam puluh persen.


"Hiyaaaat.....!" teriakan nyaring Setan Merah Pencabut Nyawa di iringi tubuhnya melesat dengan pedang Langit mengeluarkan cahaya merah menyala. Hawa panas cukup terasa di sekitar pergerakan Saga Lintar itu.


Pedang Langit tidak lagi terlihat satu, melainkan terlihat puluhan pedang yang berputar di sekitar tubuh Saga Lintar itu.


Trang!


Suara pedang Langit beradu dengan pedang Naga Sakti terdengar nyaring, Saga Lintar tersurut mundur sekitar dua tindak dan cepat memperkuat kuda-kudanya.


"Pedang Naga Sakti memang tidak boleh di anggap remeh, dengan pedang Langit di tanganku saja masih kesemutan tangan ku, jika pedang biasa. Tentu pedanku sudah hancur oleh kekuatan pedang itu," desis Saga Lintar seraya mengerahkan tenaga dalam untuk mengurangi efek adu kekuatan pedangnya.

__ADS_1


"Hup! Hiyaaaa....!" Fhatik melesat cepat seraya menebaskan pedang Bumi dengan begitu kuat di iringi tenaga dalam dan jurus 'Pedang Naga Hitam'.


Trang!


Desss....!!"


Dua kekuatan yang di sertai tenaga dalam tingkat tinggi beradu di udara. Anggala dan Fhatik terlihat saling terdorong ke arah belakang.


"Hup!" Saga Lintar tampak menyilangkan pedang Langit di depan dada. Murid Kelelawar Iblis itu terlihat mengerahkan tenaga dalam ketingkat yang lebih tinggi.


Saga Lintar berniat menghadapi Anggala dengan jurus 'Pedang Kelelawar Iblis Mengguncang Kayamgan'. Jurus 'Pedang Kelelawar Iblis Mengguncang Kayamgan'. adalah jurus kesembilan dari ilmu pedang Kelelawar Iblis.


"Hmm...! Tampaknya mereka berdua mengerahkan tenaga dalam penuh dan penggunaan jurus pedang tertinggi. Aku harus menggunakan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. Tingkat sembilan," gumam Anggala dalam hati.


Pendekar Naga Sakti langsung mempersiapkan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. Naga Menjangkau Matahari'.


"Jurus 'Pedang Sembilan Naga'. Tingkat Sembilan. Aku akan menggunakan jurus 'Pedang Naga Hitam'. tingkat Sembilan, Naga Hitam Memecah Gunung'. desis Fhatik dalam hati.


"Lintar, kita harus menyerangnya secara serentak, jika tidak akan sulit menandingi kesaktian pedang pusaka naga itu," kata Fhatik setengah bergumam.


"Kau tidak usah khawatir, dengan pedang Jagat di tangan kita. Kita akan dapat mengalahkan Pendekar Naga Sakti itu," kata Fhatik menenangkan kekhawatiran Saga Lintar tersebut.


Fhatik menarik pedang Buni ke sisi kanan tubuhnya dan mensejajarkan di samping bahu kanannya, pedang Bumi mengeluarkan cahaya biru bercampur aliran cahaya mirip listrik berwarna kuning.


Begitu pun pedang Langit yang di lintanngkan Saga Lintar di depan dadanya. Pedang Langit mengeluarkan cahaya kuning keemasan merespon tenaga dalam yang di alirkan oleh Setan Merah Pencabut Nyawa itu.


"Hup!"


"Hiyaaaat.....!!"


Baik Saga Lintar maupun Fhatik segera melesat dari dua sisi ke arah Anggala dengan cukup cepat, Kedua pendekar yang bekerjasama itu serentak menebaskan pedang mereka dari arah atas.

__ADS_1


Swoss! Wusss!


Trang! Trang


Dess....!!


Trak!


Suara pedang beradu cukup nyaring memekakkan telinga. Apalagi tiga cahaya yang menyelubungi ketiga pedang itu saling adu kekuatan. Suara pedang patah membuat Saga Lintar dan Fhatik cukup terkejut.


Blaaammm.....!!"


Ledakan menggema membuat tanah dan debu berhamburan keudara. Angin kencang bertiup membuat sekeliling tempat itu bagai di landa topan, Saga Lintar dan Fhatik tampak terpental sekitar lima tombak dan jatuh bergulingan. Namun kedua pendekar golongan hitam itu cepat melompat bangun.


Sementara Anggala tampak terdorong sekitar empat tombak ke belakang hingga jatuh berlutut.


"Huaaakh..!" Pendekar Naga Sakti tampak memuntahkan darah segar setelah menancapkan pedang Naga Sakti di tanah di depannya.


"Akgh...,! Huaakh....!"


Saga Lintar dan Fhatik sama-sama memuntahkan darah segar kehitaman sambil memegangi dada. Kedua pembesar Partai Teratai Hitam itu belum menyadari jika pedang di tangan kanan mereka tinggal separuh.


"Fhatik, pedang Bumi mu hancur," kata Saga Lintar agak terbata sambil mengusap darah dengan lengan kanannya yang cukup berotot itu.


"Apa?" Fhatik tersentak begitu menyadari pedang Bumi di tangan kanannya telah hancur. Pendekar Naga Hitam menoleh ke arah Setan Merah Pencabut Nyawa sembari mengusap darah di dagu dengan lengan baju di tangan kirinya.


"Pedang Langitmu juga hancur, Lintar," sambung Fhatik sambil bergerak berdiri, namun Fhatik terlihat terhuyung dan segera berlutut dengan tangan kiri menapak tanah.


"Ya, rupanya pedang Langit dan pedang Bumi masih kalah pamor di hadapan pedang Naga Sakti Pendekar Naga Sakti itu," kata Saga Lintar. Saga Lintar terlihat menunduk dan meludahkan darah dari mulutnya.


"Jika aku tidak mengerahkan jurus 'Pedang Sembilan Naga'. tingkat sembilan, Mungkin saja aku bisa tewas berhadapan dengan kesaktian orang ini," gumam Anggala seakan berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2