
Salah seorang dari anggota Kelompok Topeng Hitam itu menyusul masuk ke dalam rumah Ki Sarwala itu.
Begitu ia membuka pintu rumah, tiba-tiba!
.
Buak...!
.
"Aaakh....!"
Anggota Kelompok Topeng Hitam itu Terpental keluar rumah dengan memegangi perutnya, sambil mengerang kesakitan.
.
"Apa yang terjadi?" Tanya orang yang tadi memberi perintah itu, ia lansung berusaha menolong anak buahnya itu.
.
"Ada yang menyerangku ketua!" Jawab orang itu, tampak di bawah topeng ada darah yang menetes, pertanda ia mengalami luka dalam.
.
"Darma, Marpa! Periksa ke dalam!" Perintah orang itu lagi pada dua anak buahnya.
"Baik Ketua!" Jawab Darma dan Marpa, mereka pun mendekati pintu rumah Ki Sarwala itu.
.
Begitu mereka sampai di depan pintu, tiba tiba Pendekar Naga Sakti telah berdiri tegak di depan mereka.
.
Darma dan Marpa terkejut dan lansung melompat mundur, sedangkan Pendekar Naga Sakti berjalan santai keluar dari pintu rumah Ki Sarwala itu.
.
"Rupanya Kalian Kelompok Topeng Hitam itu, yang menculik para gadis di Desa ini," ujar Pendekar Naga Sakti sambil berjalan ke dekat Darma dan Marpa itu.
.
"O...! Jadi orang-orang kampung ini sudah menyewa Pendekar bayaran, untuk menjaga rumah mereka," Ujar Darma sambil memasang kuda-kuda bersiap menyerang Pendekar Naga Sakti.
.
Mendengar suara di luar rumah Bidadari Pencabut Nyawa lansung keluar dari rumah Ki Sarwala itu.
.
"Siapa mereka Kak? Apa mereka yang di katakan Ki Sarwala itu?" Tanya Bidadari Pencabut Nyawa sambil menatap ke arah Kelompok Topeng Hitam itu.
.
"Melihat ciri-ciri pakaian mereka, tampaknya tidak salah lagi Dinda!" Jawab Pendekar Naga Sakti sambil memandang ke arah Bidadari Pencabut Nyawa.
__ADS_1
.
"Jadi ada sepasang Pendekar bayaran yang ingin mengantarkan nyawanya kesini, anak-anak habisi mereka!" Perintah orang yang di panggil ketua oleh Darma dan Marpa tadi.
.
"Heaa....!"
Darma lansung merangsek menyerang ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Dik...!
Serangan Darma itu di tapaki oleh Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa, dengan begitu ringan gadis cantik itu menahan tendangan Darma, dan secepatnya kilat ia memberikan serangan balik, telapak tangan kanannya menghantam pergelangan kaki Darma. Sehingga Darma menjerit kesakitan dengan memegangi pergelangan kakinya.
Buak..!
"Aaakh....!"
Darma jatuh terduduk sambil mengerang kesakitan di tanah, tangannya memegang kakinya yang di hantam pukulan Bidadari Pencabut Nyawa itu.
.
"Bangsat....!"
Marpa melihat Darma jatuh lansung menghunus pedang di balik punggungnya, dan lansung menerjang ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dengan sabetan yang cukup cepat.
Set...! Wut....!
Plak....!
"Aaakh....!"
Jlek....!
Marpa tersurut mundur sambil mengerang kesakitan, tangan kirinya memegangi tangan kanannya yang di hajar Bidadari Pencabut Nyawa itu.
Melihat Darma dan Marpa mundur anggota Kelompok Topeng Hitam yang lain lansung mengelilingi Anggala dan Wulan Ayu, mereka lansung menghunus pedang, dan senjata trisula.
.
"Habisi.!!"
Bentak orang yang di panggil ketua itu lansung merangsek menyerang ia bersenjata trisula sepanjang
satu hasta, dua trisula itu lansung di arahkan cepat ke arah Anggala si Pendekar Naga Sakti.
Wuk...! Wuk....!
"Hiaaa....!"
Pendekar Naga Sakti dengan gesit melentingkan tubuhnya ke udara menghindari sepasang trisula yang mencerca ke arah tubuhnya.
.
Dengan begitu cepat Pendekar Naga Sakti memberi kan sebuah tendangan ke arah Kepala pimpinan Kelompok Topeng Hitam itu. Melihat tendangan Pendekar Naga Sakti mengarah ke kepalanya pimpinan Kelompok Topeng Hitam itu cepat-cepat menarik kepalanya ke belakang.
__ADS_1
Wut....!
"Heh....!
Sementara itu Bidadari Pencabut Nyawa yang berhadapan dengan beberapa orang Anggota Topeng Hitam itu telah memakai kipas elang perak andalannya.
Bet....! Bet..!
Trang...!
Kibasan kipas itu begitu cepat menapaki setiap serangan pedang dan trisula anggota Kelompok Topeng Hitam yang mengarah padanya, dengan secepat kilat Bidadari Pencabut Nyawa berhasil menghantam salah seorang pengeroyok dengan sebuah tendangan.
Buak...!"
"Aakh..!
Anggota Kelompok Topeng Hitam yang terkena tendangan Bidadari Pencabut Nyawa itu terpental ke tanah, dengan darah mengalir dari balik topeng.
.
Teman-temannya tampak terkejut melihat salah seorang teman mereka jatuh tidak mampu berdiri lagi, belum sempat mereka menyadari.
Srasss...! Srasss....!
"Aaaa....!"
Tiga orang dari Kelompok Topeng Hitam itu terhuyung kebelakang dengan memegangi bahu mereka, tampak baju hitam mereka robek, dan luka sayatan menganga di bagian lengan tangan. dan darah mengucur membasahi baju hitam yang mereka pakai.
Anggota Kelompok Topeng Hitam itu lansung menotok jalan darah di bahu mereka, untuk menghentikan darah dari luka mereka itu.
Tampak di ujung kipas elang perak menyembul pisau- pisau kecil di ujung kipas itu, jumlah pisau itu sekitar sepuluh mata.
.
Pimpinan Kelompok Topeng Hitam itu melompat mundur beberapa tombak kebelakang, ia melihat anak buahnya banyak yang terluka, ia lansung melempar sesuatu ke depan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Blar...!
Ledakan kecil di depan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa itu membuat tempat itu di penuhi asap, begitu asap itu di terpa angin, anggota Kelompok Topeng Hitam telah meninggalkan tempat itu.
"Bangsat....! Mereka kabur!" Umpat kesal Bidadari Pencabut Nyawa.
.
"Sudahlah Dinda, kita punya tawanan di dalam!" Kata Anggala memberi tau.
.
"Maksud Kakak?"
.
Bersambung...
Jangan lupa like, Koment dan favorit teman teman.
__ADS_1
Terima kasih...