Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Partai Lembah Kematian


__ADS_3

Anggala dan Wulan Ayu telah sampai di rumah aki Kusnadi, mereka pun di ajak masuk ke dalam rumah, untuk istirahat, mandi.


"Mari nak, istirahat dulu, mau mandi, ada sungai di belakang rumah tidak begitu jauh ke dalam hutan..!" Ujar aki Kusnadi.


"Ya.. ki, kami akan mandi..," Jawab Wulan Ayu, sambil mengikatkan tali kuda di pohon di sebelah rumah aki Kusnadi.


Setelah selesai mandi, mereka di sediakan minum oleh istri aki Kusnadi, mereka pun tampak mengobrol, sambil duduk di dipan teras rumah aki Kusnadi.


"Apa orang Partai Lembah Kematian, sering kesini kesini ki..?" tanya Anggala atau Pendekar Naga Sakti, sambil meminum air jahe, bikinan istri aki Kusnadi.


"Sering juga nak..! Ayo di makan singkong rebusnya..!" Ujar ki Kusnadi, sambil mengambil singkong rebus.


"Seberapa sering ki..?" tanya Bidadari Pencabut Nyawa atau Wulan Ayu.


"Kadang dua hari sekali, kadang empat hari sekali, tidak menentu juga nak, terkadang hanya lewat..!" Jelas Aki Kusnadi.


"Makasih banyak ki, informasinya..!" Jawab Wulan Ayu sambil tersenyum.


"Anak muda berdua mau kemana..?" tanya aki Kusnadi, sambil meminum air dari cangkir bambu.


"Mengembara, ki," jawab Pendekar Naga Sakti alias Anggala.

__ADS_1


"Asal kalian..?" tanya aki Kusnadi lagi penuh selidik.


Kami dari Kerajaan Galuh Permata, ki..!" Jawab Wulan Ayu sambil memandang ke arah aki Kusnadi.


"Hmm... baik lah nak, silahkan istirahat, aki juga mau mandi..!" Ujar aki Kusnadi, sambil beranjak ke dalam rumahnya.


"Ya ki..!" Jawab Anggala singkat, Wulan Ayu memandang ke arah Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum.


"Kenapa senyam senyum...!" goda Anggala pada Wulan Ayu sambil tersenyum.


"Emang Wulan harus manyun...!" Jawab Wulan Ayu, sambil menyandarkan kepalanya di pundak Anggala.


"Bidadari Biru, apa Bidadari Pencabut Nyawa..?" tanya Anggala, sambil tersenyum pada Wulan Ayu.


"Jadi nak Wulan Ayu ini, Bidadari Pencabut Nyawa dari barat ya..?" tiba tiba istri aki Kusnadi sudah tegak di depan pintu rumahnya.


"Eh.. Nyi, iya, emang ada apa, ya nyi..?" Wulan Ayu, tampak malu karna kepergok istri aki Kusnadi, lagi


bersandar di bahu Anggala.


"Tidak apa apa, Tapi di dalam kelompok Partai Lembah Kematian, ada wanita berdasarkan yang mengaku Bidadari Pencabut Nyawa, dari barat, den, tapi nyi tidak tau namanya, kalau aden ini, Putri Ratu Galuh Permani kan..!? ujar istri aki Kusnadi.

__ADS_1


"Ya nyi, tampak nya memang harus rubah ke Bidadari Biru Kak, jangan sampai Orang orang salah sangka, kita bisa di musuhi rakyat...!" Ujar Wulan Ayu sambil memandang ke arah Pendekar Naga Sakti.


"Bagus juga, Bidadari Biru, dari barat, bakal seru nih, dua Bidadari Pencabut Nyawa, saling berebut gelar..!" Ujar Anggala sambil tertawa.


"Ya kan nyi..! tambah Anggala lagi.


"Ini rahasia Putri, kami berdua adalah mantan prajurit Kerajaan Galuh..! Nama nyi Lastri "Ujarnya memperkenalkan diri.


"Jadi nyi berhenti jadi prajurit, karna menikah...?" tanya Wulan Ayu sambil tersenyum.


Begitu lah tuan Putri..! Jawab nyi Lastri, tersenyum.


"Nyi dengan aki tidak punya anak..?" tanya Wulan Ayu, sambil memandang ke arah nyi Lastri.


"Ada den, tapi telah meninggal akibat bertarung melawan Orang orang Partai Lembah Kematian..!" Jawab Nyi Lastri.


"Maaf ya Nyi, bikin nyi sedih...!" Ujar Wulan Ayu sambil memegang tangan wanita lima puluh tahunan itu.


"Tidak apa apa den, kami malah bangga, ia mati sebagai Satria yang membela Rakyatnya..!" Jawab Nyi Lastri, Tegar.


"Jangan panggil Aden Nyi, panggil Wulan saja..! Ujar Wulan Ayu sambil tersenyum pada Nyi Lastri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2