
Hiruk pikuk pertarungan di depan rumah Ki Sarwala itu, mengundang banyak penduduk, beberapa orang penduduk lansung membantu Ki Sarwala menghadapi orang orang Kelompok Topeng Hitam itu.
.
Pendekar Naga Sakti yang di keroyok lima orang Anggota Kelompok Topeng Hitam itu tampak terlibat pertarungan sengit. Pendekar Naga Sakti yang memakai 'Jurus Langkah Malaikat'. nya, dengan gesit menghindari setiap serangan musuh yang mengarah padanya.
.
"Ki, sebaiknya ajak kawan-kawan Aki mundur, mereka bukan Lawan Kalian!" Pendekar Naga Sakti memperingatkan.
.
"Baik nak Anggala!" Ki Sarwala tampak menyetujui peringatan Anggala itu, ia pun sudah dari tadi terdesak menghadapi serangan anggota Kelompok Topeng Hitam itu.
.
"Hati-hati nak Anggala!" Ki Sarwala pun melompat menjauh. "Kawan-kawan mundur!" Ki Sarwala memberi aba-aba pada para tetangganya yang berusaha membantunya bertarung itu.
Begitu mendengar aba-aba Ki Sarwala itu, para tetangganya itu lansung melompat menjauh.
.
Pendekar Naga Sakti melompat cepat dengan 'Jurus Langkah Malaikat'. nya, di gabungkan 'Jurus Tapak Naga tingkat Tiga ia meliuk liuk menghindari serangan senjata trisula dan golok anggota Kelompok Topeng Hitam itu.
"Hup....!"
Pendekar Naga Sakti menyarangkan sebuah pukulan yang sangat cepat ke arah salah satu orang bertopeng
yang ada di hadapannya. Pukulan telapak tangan Pendekar Naga Sakti itu begitu cepat sehingga musuhnya tidak sempat mengelak lagi.
.
Buak....!
"Aaakh....!"
Keluhan tertahan keluar dari mulut orang bertopeng itu, maka seketika tubuhnya terpental beberapa tombak ke tanah, beberapa saat tubuhnya menggeliat setelah itu diam tidak berkutik.
.
Melihat temannya tewas yang lain tampak tambah emosi, mereka lansung melompat dengan serangan yang lebih ganas lagi. Namun dengan kepandaian Anggala yang sudah setingkat Pendekar tingkat tinggi dunia persilatan tentu saja serangan musuh musuhnya itu bukanlah hal yang menyulitkannya.
.
"Hiyaaa....!"
Pendekar Naga melentingkan tubuhnya ke udara menghindari serangan sebuah trisula yang mengarah ke dadanya, dengan secepat kilat ia lansung menyerang balik, sebuah tendangan bersarang di dada musuhnya. Sehingga anggota Kelompok Topeng Hitam itu terhuyung kebelakang dengan memegangi dada, dan memuntahkan darah segar.
.
Tiga temannya menyerang dengan serentak, sabetan dan tikaman golok mereka bersusun saling menyilang le arah tubuh Pendekar Naga Sakti. Dengan ringan Pendekar Naga Sakti menarik tubuhnya ke belakang lansung menggeser ke samping sehingga tikaman golok musuh nya itu mengenai angin.
.
Secepat kilat tangan Anggala di sorongkan ke depan dua orang di hadapannya terpental beberapa tombak ke belakang dan dan lansung meregang nyawa. Satu orang Anggota Kelompok Topeng Hitam itu tampak terkejut melihat dua temannya terpental ke belakang, belum hilang keterkejutannya tendangan cepat Pendekar Naga Sakti telah mengenai perutnya.
__ADS_1
.
Duak...!
"Aaaa....!"
Anggota Topeng Hitam itu terjerit di susul tubuhnya terpental beberapa tombak ke belakang dan jatuh terjerambat ke tanah. Ia menggeliat sebentar, setelah itu diam tidak berkutik lagi.
.
Sementara itu Bidadari Pencabut Nyawa yang berhadapan langsung dengan Tuja Manusia Batu masih berdiri tegak saling berhadapan. Bidadari Pencabut Nyawa memasukkan kipas elang perak ke balik bajunya dan segera menghunus pedang Elang Perak yang berada di balik punggungnya.
Sret...!
Pedang Elang Perak itu mengeluarkan cahaya putih keperakan menyilaukan mata. Bidadari Pencabut Nyawa bersiap dengan 'Jurus Pedang Kayangan tingkat lima, pedang nya di mainkan di depan dada nya.
.
"Pedang Pusaka Elang Perak!" Ujar Tuja dalam hati, ia segera menghunus senjata andalan sepasang trisula bermata tiga berwarna hitam.
.
"Aku harus berhati-hati, bisa saja kekebalan ku di tembus pusaka itu," Guman Tuja. Sepasang trisula nya di silangkan di depan dada, ia bersiap dengan ' Jurus Trisula Kembarnya.
.
Sementara itu Sarja yang menghadapi salah seorang mantan temannya dari Kelompok Topeng Hitam itu, tampak terlibat pertarungan yang cukup sengit. Sarja menyerang dengan sepenuh hati, tanpa memberi kesempatan.
.
Sedangkan anggota Kelompok Topeng Hitam itu masih menghadap Sarja dengan setengah hati, ia masih berusaha mengelak dan menangkis setiap serangan Sarja yang begitu gencar ke arahnya.
.
.
"Sudah ku katakan aku bukan teman kalian lagi, aku sudah muak dengan perlakuan dan perbuatan Ki Dukun laknat itu!" Sarja berteriak lantang, trisula di tangannya berkelebat ke arah orang yang ada di depannya.
Trang.!
Golok dan trisula di tangan Sarja beradu di udara. Sarja tampak terjajar ke belakang beberapa langkah, pertanda tenaga dalamnya masih di bawah orang yang di serangnya itu.
Set.! Wut...!
"Sarja aku bisa saja lansung membunuhmu, tapi kita ini satu kelompok dan kita berteman, sadarlah!" Orang bertopeng hitam itu mengacungkan goloknya kearah Sarja.
"Cih..! Lebih baik kau bunuh aku Sota, dari pada aku kembali ke Kelompok Topeng Hitam!" Jawab Sarja dengan sengit, ia tampak bersiap dengan trisula nya masih terlintang di depan dada.
.
"Baik, kalau itu mau mu, aku akan mengabulkan keinginanmu, bersiaplah menjemput kematian mu Sarja! Hiaaa.....!!" Jerit melengking keluar dari mulut Sota, maka seketika tubuhnya melesat ke depan dengan sangat cepat.
"Hih...!"
Trang!
__ADS_1
Sarja masih sempat menangkis serangan Sota yang sangat cepat itu, namun tendangan kaki Sota tidak sempat di hindarinya lagi.
Duak.!
"Aaakh.!"
Lenguhan tertahan keluar dari mulut Sarja, ketika tendangan kaki Sota tepat menghantam perutnya. Darah segar menyembur dari mulut Sarja di iringi dengan tubuhnya terlempar ke tanah.
.
Melihat Sarja jatuh. Sota tidak mengendurkan serangannya, ia lansung melompat dengan golok lansung menebas ke arah leher Sarja. Sarja hanya memejamkan matanya, ia bersiap menerima kematian yang akan menghampirinya.
Tiba-tiba!
Trang.!
Golok di tangan Sota bergetar begitu mengenai sesuatu seperti besi. Sota tampak terkejut dan terjajar mundur, begitu ia melihat ke depan tampak Pendekar Naga Sakti telah berdiri di depan Sarja.
.
"Kau tidak apa-apa Kisanak?" Pendekar Naga Sakti tanpa menoleh ke arah Sarja, matanya tertuju ke arah Sota, yang lagi bersiap dengan golok di tangannya.
"Aku tidak apa-apa Pendekar!" Jawab Sarja sambil memegangi dadanya.
.
"Siapa sebenarnya Pendekar muda ini? Tanganku sampai kesemutan karna golokku tadi mengenainya,"
Guman Sota dalam hati membathin.
.
"Dasar pengecut! Kau menyerang musuh yang sudah terluka!" Bentak Pendekar Naga Sakti sambil menatap dingin ke arah Sota.
.
"Jangan ikut campur Kisanak, ini urusanku dengannya!" Sota tampak geram karna serangannya tadi di gagalkan Pendekar Naga Sakti dengan 'Ilmu Baju Besi Emas'.nya.
.
"Dia sekarang temanku, jadi kewajibanku membelanya," Jawab Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum tipis namun sinis ke arah Sota.
.
Wut..! Wut...!
Sota memainkan golok di sekeliling tubuhnya, suara golok itu mulai memekakkan telinga. Gerakan golok itu sangat cepat sehingga golok itu tidak terlihat jelas, yang terlihat hanya bayangan golok itu mengelilingi tubuh Sota.
.
"Hiyaaa....!"
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like koment dan favorit ya, kalau bisa vote ya!!?
Terima kasih banyak...