Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Bantuan Dari Senopati Arya Geni


__ADS_3

Kita tinggalkan Perjalanan Pendekar Srigala Putih dan si cantik Pendekar Kelelawar Putih, yang lagi kasmaran.


Kegaduhan yang di sebabkan Oleh Orang orang Partai Lembah Kematian, tidak hanya Perguruan Bambu Kuning saja yang di datangi Iblis Kematian Rambut Putih, dan dedengkot Lembah Kematian.


Perguruan Teratai Putih, pimpinan Ki Gendeng Pamungkas pun di datangi oleh orang orang Partai Lembah Kematian.


Ki Gendeng Pamungkas, yang lagi bertapa di puncak gunung kerinci, Perguruan Teratai Putih itu di Pimpin putranya Sura Wangsa, Sura Wangsa juga di kalahkan Iblis Pedang Neraka, salah seorang sesepuh Lembah Kematian.


Perguruan Macan Putih di utara Pulau Andalas, Perguruan Merak Merah dari ujung timur Pulau Andalas, juga jadi sasaran Orang orang Partai Lembah Kematian itu.


***********


Sementara itu Anggala dan Wulan Ayu yang telah kembali ke rumah aki Kusnadi, mereka beristirahat beberapa hari di sana, beberapa hari ini masyarakat Desa Lingkar Sari, tampak telah tenang, tidak ada lagi orang orang Partai Lembah Kematian, yang datang lagi.


Anggala dan Wulan Ayu berencana meneruskan perjalanan mereka, tapi aki Kusnadi beserta orang orang kampung, menahan mereka berdua, agar tidak segera meninggalkan Desa Lingkar Sari ini.


*******


Kita kembali ke perjalanan Pendekar Srigala Putih dan si cantik Pendekar Kelelawar Putih Aruni.


Mereka telah memasuki Kota Kerajaan Galuh Permata, mereka berencana mencari Pendekar Naga Sakti, dan Bidadari Pencabut Nyawa, Wulan Ayu ke istana Galuh Permata.


Prajurit penjaga gerbang Istana, melihat dua Pendekar yang tidak asing itu, lansung menemui Jaka Kelana dan Aruni.


"Pendekar berdua mau kemana, apa ada keperluan ke istana...??" tanya prajurit pengawal Gerbang istana itu, pada Jaka Kelana dan Aruni.


"Kami ingin bertemu dengan Putri Wulan Ayu, dan Pendekar Naga Sakti, Prajurit..!" ucap Jaka Kelana, Aruni hanya ikut mengangguk di samping Pendekar Srigala Putih itu.


"Tuan Putri Wulan Ayu dan Pendekar Naga Sakti, telah meninggalkan istana, sekitar seminggu yang lalu Pendekar..!" jawab Prajurit itu.

__ADS_1


"Jika kalian mau bertemu Senopati Agung Arya Geni, beliau sedang ada di kediaman Ayahandanya, dengan Senopati Sri Kemuning..!" tambah prajurit itu.


"Baik lah prajurit jika di ijinkan, Kami ingin bertemu Senopati Agung Arya Geni..!" kata Jaka Kelana.


"Baik lah Pendekar berdua silahkan masuk..!" Ujar prajurit itu, seraya meminta temannya, membuka pintu gerbang Istana Galuh Permata.


Pendekar Srigala Putih dan Pendekar Kelelawar Putih pun masuk ke istana, mereka di antar prajurit pengawal Gerbang sampai ke kediaman Patih Jagat Geni, mereka bertemu dengan Senopati Agung Kerajaan Galuh Permata, Arya Geni, atau pun di kenal di dunia persilatan dengan gelar Pendekar Pedang Terbang.


"Ada apa Jaka dan adik Aruni mencari Tuan Putri dan Pangeran Anggala..??" tanya senopati Agung Kerajaan Galuh Permata itu.


"Sebenarnya Saya mau meminta bantuan kepada Tuan Putri, dan Pendekar Naga Sakti, Kak Arya..!!" Jawab Aruni.


"Apa yang terjadi...??" tanya Pendekar Pedang Terbang itu, sambil mempersilahkan kedua tamunya itu masuk, "Ayo silahkan masuk dulu, minum sambil istirahat..!"


"Terimakasih Kak Arya, maaf mengganggu Kak Arya Geni, o iya Kak Sri Kemuning mana..??" Aruni, balik bertanya, sambil duduk di ruang depan kediaman Patih Jagat Geni, dan Senopati Agung Arya Geni itu.


"Sebenarnya Perguruan Bambu Kuning lagi punya masalah Kak Arya..!" ucap Aruni Pendekar Kelelawar Putih itu, menjelaskan maksud kedatangannya dan Jaka Kelana ke Kerajaan Galuh Permata.


"Sri Kemuning lagi di tempat pelatihan para prajurit, dia lagi melatih prajurit wanita, pasukan baru Kerajaan Galuh Permata..!" jawab Arya Geni.


"Masalah apa dik Aruni..??" tanya Pendekar Pedang Terbang itu.


"Perguruan golongan putih di seluruh Pulau Andalas ini, sedang di rundung masalah Kak Arya, termasuk Perguruan Kami, Partai Lembah Kematian, telah mendatangi perguruan Bambu Kuning, dan mengalahkan Kakak saya, dan mengajak bergabung atau tunduk di bawah kekuasaan, Partai Lembah Kematian, jika tidak Iblis Kematian Rambut Putih, akan menghancurkan Perguruan Bambu Kuning, Kak Arya..!"


"Jadi maksud Saya dan Kak Jaka datang kesini, meminta bantuan Kak Anggala, dan Tuan Putri Wulan Ayu...!" kata Aruni memberikan penjelasan pada Senopati Agung Arya Geni.


Jaka Kelana hanya diam, dan ikut mengangguk di samping Pendekar Srigala Putih itu.


"Ya sudah, kalian berdua, istirahat dulu, Saya akan mengajak Sri Kemuning, membantu Kalian...!" jawab Arya Geni, sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Tapi Kak Arya...!?!" kata Aruni, bernada pertanyaan.


"Sudahlah, masalah Perguruan Bambu Kuning, adalah masalah Saya juga, Kau telah membantu Kerajaan Galuh Permata ini, jadi sekarang saatnya, Kerajaan membalas bantuan Adik Aruni itu..!" jawab Arya Geni, sambil tersenyum, dan menghentikan langkahnya.


"Sekarang Kalian istirahat, makan dulu, nanti kita bicarakan lagi, kapan kita berangkat mencari Tuan Putri Wulan Ayu, dan Pendekar Naga Sakti..!" kata Arya Geni, lalu berjalan ke arah dapur, kediamannya.


Aruni tidak dapat berkata kata lagi, tampaknya Arya Geni begitu kuat niatnya, membantu menyelesaikan masalah Perguruan Bambu Kuning.


Aruni dan Jaka Kelana hanya melirik satu sama lainnya, mereka sama sama, melempar senyuman.


Arya Geni meminta Aruni dan Jaka Kelana beristirahat semalam di Kerajaan Galuh Permata, Baginda Raja Surya Galuh, dan Permaisuri mengundang kedua Pendekar itu, untuk makan malam bersama di istana, mereka sangat senang di kunjungi kedua Pendekar muda itu.


Walau niat Aruni dan Jaka Kelana tidak secara langsung ingin mengunjungi Kerajaan Galuh Permata, namun Baginda Raja Surya Galuh dan Permaisuri Galuh Permani, begitu senang, mereka di jamu dengan makanan yang terkenal di Kerajaan Galuh Permata.


Arya Geni bersama Sri Kemuning juga di ajak, Senopati Agung dan Senopati pasukan wanita itu, sekalian mengundang Aruni dan Jaka Kelana, ke pernikahan mereka, enam purnama akan datang.


Cukup larut malam, Baginda Raja Surya Galuh, dan Permaisuri Galuh Permani, mengobrol dengan Aruni, dan Pendekar Srigala sakti, mereka di berikan lagi sekantong kepeng emas, untuk bekal perjalanan mereka.


Kedua pendekar muda itu, sangat senang dengan sambutan Baginda Raja Surya Galuh, dan Permaisuri Galuh Permani, mereka juga berjanji, jika tidak ada halangan, mereka berdua akan datang ke pernikahan Senopati Agung Arya Geni, dengan Senopati Sri Kemuning.


Pagi pagi sekali Senopati Agung Arya Geni, dan kekasihnya Senopati Sri Kemuning, telah memerintahkan prajurit menyiapkan kuda, untuk perjalanan mereka berempat, menyusul Pendekar Naga Sakti, Anggala, dan Bidadari Pencabut Nyawa, Wulan Ayu.


Baginda Raja Surya Galuh dan Permaisuri Galuh Permani, beserta Patih Jagat Geni, dengan Panglima ki Guntur Setra, melepas keberangkatan mereka di depan istana Galuh Permata.


Setelah meminta izin mereka pun berangkat, meninggalkan Kerajaan Galuh Permata, menuju ke arah timur, karna Wulan Ayu dan Anggala menuju arah timur kerajaan Galuh Permata.


Sri Kemuning tampak bersemangat, karna ia dapat berduaan dengan Kekasihnya Arya Geni, senyum manis menyungging di bibir Pendekar berwajah manis itu.


Sedangkan Aruni dan Jaka hanya saling senyum melihat tingkah Senopati Sri Kemuning itu.

__ADS_1


__ADS_2