
Pertarungan semakin sengit di Lembah Kematian ini, para pendekar dari Perguruan Pedang Suci banyak yang berilmu tinggi, hingga mereka mampu mengimbangi serangan orang orang Partai Lembah Kematian dan para sekutunya, yang berjumlah jauh si atas para pendekar golongan putih yang ada.
Orang-orang Kelompok Tengkorak Besi tampak bersama dengan anggota Partai Lembah Kematian, para penyamun dan para perampok bersama dengan perguruan dari golongan hitam masih berada di atas angin.
Sedangkan Ketua mereka Denta terlibat pertarungan dengan Soka Kepala Penyamun Setan Merah.
Si Kapak Kembar Pencabut Nyawa, berkelebat ke arah Soka dengan ayunan kapak bermata duanya, ayunan kapak itu menimbulkan suara memekakkan telinga.
Swing!
Wuk! Wuk.!
Sut!
Soka mencelat ke udara menghindari serangan si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu. Si Kapak Kembar Pencabut Nyawa yang bernama asli Denta itu terus memburu ke arah Soka, kapak bermata dua itu menderu-deru di udara terus mencerca ke arah tubuh Soka.
Sret!
Soka segera menghunus golok yang ada di pinggangnya. Soka langsung melompat kedepan menghadang setiap serangan Denta itu. Soka yang merupakan pemimpin Kelompok Penyamun Setan Merah, bukanlah pendekar kemarin sore, Tanpa kewalahan Soka bisa menghadapi serangan Denta itu dengan cukup tenang.
"Sha!" Denta mengayunkan kapak di tangan kanannya kearah leher Soka, dan dengan cepat menyabet kearah perut. Soka dengan cepat menarik tubuhnya kebelakang, sehingga sabetan bersilang kapak di tangan Si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu hanya mengenai angin kosong.
"Hiaaa..!" Denta kembali melompat dengan sabetan kapak menyilang miring. Soka cepat melintangkan goloknya di depan dada.
Trang!
"Heh!" Denta cukup terkejut, dan segera menarik tubuhnya mundur dengan cepat. Karena Soka sempat memberikan serangan balasan sambil menangkis serangan kapak kembarnya, dengan sebuah tendangan.
"Hih.!" Denta mendengus kesal karena setiap serangan kapaknya dapat di hindari Soka. Denta melompat ke belakang sekitar dua tombak, dan bersiap dengan 'Jurus Kapak Kembar Pencabut Nyawa'.
Kapak di tangan Denta itu berubah menjadi merah kehitaman, pertanda Kapak itu telah di aliri tenaga dalam tingkat tinggi. Melihat musuh nya menggunakan Jurus andalannya, ia pun merapal jurus-jurus golok andalannya.
"Kapak Kembar Pencabut Nyawa! Heaaa...!!"
Jerit melengking Si Kapak Kembar Pencabut Nyawa. Maka seketika tubuhnya melesat cepat melesat menyerang kearah Soka dengan ayunan kapak kembarnya itu.
Trang....!
__ADS_1
Soka berhasil menahan laju serangan Kapak bermata dua di tangan Denta itu. Denta menegoskan tubuhnya ke udara dan kembali meluncur cepat ke arah Soka.
"Heaaa....!"
Crang!
Golok di tangan Soka patah jadi dua. Soka terjajar satu tombak ke belakang. Belum sempat Soka menguasai situasi, Denta telah kembali menyerangnya dengan sebuah tendangan terbang.
Wut!
Buak!
"Aaakh....!" lenguhan kesakitan keluar dari mulut Soka di iringi tubuhnya terlempar ke belakang. Begitu Soka berusaha bangun, Si Kapak Kembar Pencabut Nyawa telah kembali menyerang dengan kapak bermata duanya mengayun cepat kearah pimpinan Penyamun Setan Merah itu.
Soka yang mengalami luka dalam tidak sempat mengelak lagi. Namun Soka tetap melintang kan golok nya yang tinggal separuh itu di depan kepalanya.
"Mati Kau!!" pekik Denta yang tampak nya memang berniat menghabisi musuhnya. Namun di saat yang begitu genting, tiba-tiba sebuah bayangan melesat!
Ctar....!
Denta terkejut dan terpaksa melompat ke belakang. Begitu Denta melihat ke depan tampak Pendekar Cambuk Sakti telah berdiri di depan Soka yang tampak telah pasrah, apa pun yang akan terjadi pada dirinya.
"Kau tidak perlu tau siapa aku, kisanak! Yang perlu kau tau, aku tidak suka melihat orang yang menyerang musuh sudah tidak berdaya!" jawab Simbar Buana sengit dengan tatapan tajam, bak tatapan seekor srigala yang memperhatikan mangsanya.
Pendekar Cambuk Sakti yang baru menyelesaikan semedi untuk mengobati luka dalam yang ia derita. Tadi di bantu oleh sang istri Pandan Suri atau di kenal dengan gelar Bidadari Gendeng.
Simbar Buana berniat membantu Orang-orang Perguruan Harimau Putih dan Perguruan Bambu Kuning yang terdesak bertarung dengan orang orang berbaju rompi hitam, yang merupakan pasukan pengawal pribadi Iblis Kematian Rambut Putih.
Namun ia melihat Soka yang terdesak bertarung dengan Denta. Di saat yang genting Pendekar Cambuk Sakti itu datang sebagai penyelamat Soka.
Sedangkan Pandan Suri alias Bidadari Gendeng lansung terjun ke medan pertarungan membantu Aruni. sedangkan Pendekar Kelelawar putih tampak sedang bertarung dengan orang-orang Partai Lembah Kematian.
"Terima kasih banyak kisanak telah menyelamatkan nyawaku, " ucap Soka sambil memandang ke arah Pendekar Cambuk Sakti.
"Sama-sama, kisanak. Sudah sepantasnya saya membantu teman yang lagi kesusahan dan terancam, apa kisanak tidak apa apa?" jawab Simbar Buana tanpa menoleh kebelakang, dan sempat bertanya juga meminta Soka menjauh dan mengobati luka dalamnya.
"Baik, Pendekar Cambuk Sakti!" jawab Soka sambil menjauh dari tempat itu.
__ADS_1
Pendekar Cambuk Sakti hanya mengangguk dan tersenyum pada Soka, ia pun bersiap dengan cambuk tirta kencana di tangannya.
"Heaaa....!" jerit melengking keluar dari mulut Denta. Seketika tubuhnya melesat ke udara dan lansung meluncur deras ke arah Pendekar Cambuk Sakti.
Begitu Denta mendekat sekitar lima meter dengan kapak di depan dadanya, Simbar Buana menyambut dengan lecutan cambuk sakti yang begitu cepat.
Ctar! Ctar....!
"Heh!" Denta terkejut bukan main ketika ujung cambuk tirta kencana mengenai kapak kembarnya mengeluarkan ledakan yang memekakkan telinga juga membuat telapak tangannya bergetar dan terasa nyeri. Denta terpaksa melompat mundur menghadapi serangan Cambuk Tirta Kencana di tangan Simbar Buana itu. Cambuk Sakti itu berkelebat bagai ular yang sedang mematuki mangsanya. Sehingga Si Kapak Kembar Pencabutan Nyawa itu terpaksa berjumpalitan menghindari ujung cambuk yang mengarah kepadanya.
Ctar...! Ctar.....!
Crang....!
"Aaakh....!" lenguhan tertahan keluar dari mulut Denta, ketika ujung cambuk tirta kencana menghantam kapak bermata dua di tangan nya. Kapak itu belah jadi dua bagian dan Denta pun terpental ke tanah dengan luka di tangannya.
"Bagaimana kisanak, apa kita lanjutkan?" tanya Simbar Buana sambil menjejak kaki di tanah tidak jauh dari tempat Soka terlempar.
Sementara itu Bidadari Pencabut Nyawa berdiri tidak jauh dari tempat Merak Sati meratapi kematian Saka si Iblis Tangan Kematian.
Tap...!
Di genggamnya pedang yang ia letakkan di tanah. Mata Merak Sati tampak memerah karena telah menangis tadi, pandangan nya begitu tajam jika orang biasa
yang menatap pandangan Merak Sati itu, sudah pasti ketakutan dan bergidik karna selain tajam pandangannya pun begitu dingin, penuh aura dendam dan membunuh.
"Bidadari Pencabut Nyawa, kau yang pertama menjadi wakil orang-orang yang membunuh anak buah ayahku dan kekasihku .!" desis Merak Sati dengan tatapan penuh kebencian.
"Hiaaaat..!" jerit melengking keluar dari mulut Merak Sati. Seketika tubuhnya melesat ke arah Bidadari Pencabut dengan pedang teracung di depan dada nya.
Trang....!
.
.
Bersambung...
__ADS_1
*Jangan lupa like, komentar dan Vote ya..
Terima kasih banyak*....