
Anggala dan Wulan Ayu tanpa basa-basi langsung melesat ke arah asal suara yang minta tolong tersebut.
"Hauuumm.....!!"
Terdengar auman yang menggema di tengah cahaya rembulan yang tampak samar-samar mulai menerangi, malam memang belum begitu larut. Namun cahaya rembulan dari upuk timur tampak bersinar.
Di tambah cahaya obor para penduduk yang tampak mengepung sosok yang berbentuk manusia, namun setengah pinggang ke atas penuh dengan bulu dan wajah beserta kepala berbentuk srigala.
Sekitar empat orang penduduk tampak sudah terbaring bersimbah darah. Para penduduk yang mengepung tampak ragu hendak menyerang mahkluk itu.
Di bahu mahkluk itu tampak seorang gadis dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri.
Suara jerit tangis anak-anak dan para wanita terdengar di belakang kerumunan itu.
"Heh...! Mahkluk jelek, turunkan gadis itu!" terdengar suara menggema, membuat mahkluk yang di sebut Ki Tarjo sebagai manusia srigala itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu.
"Hooiaaarkh....!" mahkluk itu membalas dengan mengebutkan tangan kanannya ke depan dengan cukup cepat memecah udara.
Tiba-tiba dua cahaya melesat dari atas pohon dan langsung menyerang manusia srigala itu, salah seorang menyerang dari arah depan dan salah seorang merebut gadis yang berada di bahu mahkluk itu.
"Hooaaarkh....!" mahkluk itu mengeram marah, karena sasarannya di rebut paksa.
"Bawa dia ke belakang, Ki," ucap Wulan Ayu pada salah seorang laki-laki setengah baya yang ada di belakang.
__ADS_1
Anggala tampak berdiri tidak jauh dari mahkluk itu, jarak mereka hanya berjarak sekitar satu setengah tombak.
"Rupanya kau makhluk yang meneror Desa ini!" terdengar datar suara Pendekar Naga Sakti itu, namun cukup sengit.
"Hooaaarkh....!" mahkluk itu langsung melompat sambil mengayunkan kedua cakarnya ke arah wajah Anggala, namun dengan begitu sigap pemuda itu menggeser tubuhnya ke samping.
"Haaarrkk...!" mahkluk itu cepat merubah arah serangannya, namun Anggala dengan begitu cepat memberikan sebuah tendangan menyamping.
Bung!
"Heh!" Anggala cukup terkejut ketika tendangannya bagai mengenai sebatang besi. Pendekar Naga Sakti cepat melentingkan tubuhnya ke arah belakang menghindari kibasan tangan manusia srigala yang mempunyai kuku panjang dan tajam itu.
"Hmm...! Rupanya mahkluk ini memiliki tubuh kebal bagai besi, wajar saja kalau para penduduk tidak mampu menghalanginya," desis Anggala dalam hati.
"Auumm....!" manusia srigala itu langsung melompat ke arah Anggala yang baru saja menjejak tanah, namun dengan cepat Anggala menggeser tubuhnya ke arah samping dan dengan cepat Anggala memberikan pukulan yang ia sertai pukulan 'Tinju Halilintar'.
"Oorkhh....!" manusia srigala itu tampak terlempar sekitar tiga tombak ke arah samping, namun dengan cepat ia melompat bangun. Tampak di bagian bahu kirinya luka bakar yang cukup besar, merasa lawannya tangguh manusia srigala itu melompat ke arah hutan dan berniat melarikan diri.
Baru saja ia menjejak kaki di tanah, Wulan Ayu sudah berada di depannya, "Kau tidak bisa lari lagi hari ini, mahkluk aneh!" bentak Wulan Ayu sambil mengacungkan kipas elang perak yang masih tertutup.
"Hooiaaarkh....!!"
Tiba-tiba manusia srigala itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada, asap tipis berwarna hitam keputihan tiba-tiba menyelubungi tubuhnya.
__ADS_1
"Haauuumm....!!"
Begitu asap yang menyelimuti tubuh manusia srigala itu menghilang, seekor srigala yang cukup besar tampak berdiri menghadap Wulan Ayu.
"Rupanya kau mempunyai ilmu peralih wujud!" Wulan Ayu segera memasukkan kipas elang perak ke balik bajunya dan segera menghunus pedang elang perak.
Sring!
Cahaya putih keperakan tampak semburat menyilaukan mata keluar dari batang pedang pusaka itu. Wulan Ayu merentangkan pedang elak perak ke arah samping tubuhnya.
"Haaauuummmm.....!"
Srigala itu tiba-tiba melompat dengan begitu cepat menerkam ke arah Wulan Ayu, namun dengan begitu cepat Bidadari Pencabut Nyawa menikamkan pedang elang perak ke arah perut srigala itu.
"Aiiing.......!!"
Srigala itu langsung terpental sekitar tiga tombak, namun belum sempat tubuh srigala itu menyentuh tanah. Sebuah bayangan hitam tiba-tiba melesat dan menangkap tubuh srigala jadi-jadian itu.
"Guru...., maafkan aku... Aku gagal... Guru...," srigala itu tampak berubah wujud kembali ke wujud manusia. Darah segar tampak mengalir dari lukanya dan dari mulut pemuda yang terbaring di pangkuan orang tua berjubah hitam.
"Ki Dukun..?!" Ki Tarjo tampak terkejut dan mengenali siapa orang yang baru datang itu.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....