Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Pertempuran Besar


__ADS_3

Anggala melompat ke arah musuhnya di dalam kegelapan malam, tendangan bertenaga dalam tinggi itu menderu ke arah bayangan merah.


bayangan merah itu melenting ke udara, tendangan Anggala hanya mengenai angin.


Anggala melompat sambil bersalto ke belakang dengan cukup cepat, begitu menjejak tanah, Anggala merapal 'Ajian Mata Malaikat'. sehingga ia bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan malam.


Tampak jelas siapa musuh di depan Anggala, ia adalah Iblis Gerbang Neraka, jubah rompi merah menjadi ciri khas tokoh dedengkot golongan hitam itu.


Anggala bersiap dengan 'Jurus Tapak Naga'. dengan pengerahan tenaga dalam tinggi sehingga tangan Anggala mengeluarkan cahaya putih terang.


Iblis Gerbang Neraka atau di kenal dengan nama Baruta Kala, melompat secepat kilat ke arah Anggala dengan 'Jurus Hawa Neraka, Api Pembakar Raga'. cahaya merah menyala menyelubungi ke dua tinju Ibis Gerbang Neraka.


"Heaaa....!"


Wusss....!


Tinju Iblis Gerbang Neraka menderu dengan deras ke arah Anggala, Pendekar Naga Sakti itu juga melompat menyongsong dengan melesat begitu cepat.


Tap...! Tap...


Desss...! Desss....!


Dua tenaga dalam tingkat tinggi itu bertabrakan di udara, kedua pendekar itu Sama sama terjajar ke belakang beberapa langkah.


Ibis Gerbang Neraka kembali merangsek ke arah Anggala dengan begitu cepat, tinju ki Baruta Kala itu berBayang bayang begitu cepat ke arah Anggala, Pendekar Naga sakti dengan sigap menghindari setiap tinju yang mengarah ke tubuhnya, dengan 'Jurus Tapak Naga'. ia mengimbangi ilmu kesaktian Iblis Gerbang Neraka, yang bertenaga dalam tinggi itu.


Tap....! Tap...!

__ADS_1


"Heaa....!"


Pertarungan dua tokoh silat kelas atas itu berlansung sangat cepat, yang terlihat hanya dua bayangan yang bergerak bagai kilat,.


Serangan demi serangan Iblis Gerbang Neraka belum berhasil menyentuh Anggala, pajar telah menyingsing, semburat merah perlahan hilang di upuk timur.


Namun kedua pendekar masih bertarung dengan kesaktian tangan kosong tanpa menggunakan ajian dan senjata mereka.


Iblis Gerbang Neraka, melompat mundur sekitar tiga tombak ke belakang, ia bersiap dengan meningkatkan tenaga dalamnya, untuk menstabilkan tenaga luar yang mulai terasa terkuras.


Anggala pun melompat ke belakang sejauh empat tombak, ia berdiri dengan Kuda kuda siap, tampak di upuk timur matahari telah menerangi bumi.


Tampak di belakang Anggala ribuan prajurit dari dua Kerajaan, Galuh Permata dan Kerajaan Mandalika, telah siap bertempur, mereka rupanya telah di beri tau Arya Geni, yang sempat kembali ke kemah sewaktu Anggala bertarung tadi.


Sedangkan di belakang Iblis Gerbang Neraka, tampak pasukan pemberontak juga telah bersiap di


tepian padang rumput itu.


Pendekar Naga Sakti itu, menatap tak berkedip Iblis Gerbang Neraka yang berjarak sekitar tujuh tombak di depannya.


Arya Geni berkelebat ke arah Anggala, dan mendarat tepat di samping Pendekar Naga Sakti itu.


"Anggala pasukan kita telah siap..!" ujar Senopati Agung Galuh Permata itu.


Tak seberapa lama Wulan Ayu juga datang menemui Anggala dan Arya Geni, dengan berkuda.


"Kak Anggala, semua pasukan kita telah siap..!" ujar

__ADS_1


Wulan Ayu atau Bidadari Pencabut Nyawa itu.


"Kali ini kita pakai taktik Elang Terbang kak, kita buat kacau pasukan pemberontak itu..!"


Bidadari cantik itu menjejakkan kaki di samping Pendekar Naga Sakti, sambil menampakkan senyum manisnya.


"Kakak tidak memakai kuda..?!" tanya Wulan Ayu, melihat Anggala dari tadi tampak diam.


"Tidak dinda, Kakak akan berjalan saja..!" jawab Anggala sambil menoleh ke arah Wulan Ayu, dan balas tersenyum pada Bidadati cantiknya itu.


Patih Jagat Geni dan Panglima ki Guntur Setra mengebah kuda ke arah Anggala, dan Wulan Ayu.


mereka berhenti tepat di belakang tiga pendekar muda itu.


Tampak Tiga Pendekar bersaudara maju di sebelah kanan Anggala, memimpin pasukan Mandalika bersama para Senopatinya.


Di sebelah kiri Tampak pasukan khusus Galuh Permata yang di pimpin Lesmana dari Lembah Naga, Pertapa Sakti dari Lembah Naga pun berada di belakang sang murit, kedua pendekar dengan nama besar di dunia persilatan itu, memakai caping bambu, sehingga Orang orang golongan hitam tidak mengetahui.


Bahwa dua orang golongan putih yang di segani, dan di takuti ada di pasukan Kerajaan, yang mereka hadapi, tampak pula dua orang Pendekar Pemarah dari Bukit Bambu, berada di belakang Anggala bersama Pendekar Srigala Putih, Pendekar Kelelawar Putih dan si Golok Terbang, Aruni.


""Bagaimana tuan Putri..? Lansung kita serang..?!" tanya Patih Jagat Geni pada Wulan Ayu.


Wulan Ayu memandang ke arah Anggala tanpa bertanya, namun pandangan itu jadi pertnyaan.


Anggala hanya mengangguk pada Wulan Ayu,


"Lansung paman...!" jawab Wulan Ayu begitu melihat anggukan Pendekar Naga Sakti.

__ADS_1


"SERAAANG.......!"



__ADS_2