
Anggala bergerak cepat mengusulkan sebuah tendangan ke arah Denta si Kapak Kembar Pencabutan Nyawa, kali ini Denta tidak sempat menghindar ia terpaksa menahan tendangan Pendekar Naga Sakti itu dengan kapak besarnya.
Ding......!
Denta harus terjajar tiga tombak ke belakang, termakan arus tenaga dalam tendangan Pendekar Naga Sakti itu.
"Hih.....!"
Denta si Kapak Kembar Pencabutan Nyawa, mendengus kesal, begitu menjejak tanah ia lansung melesat ke depan, mengayunkan kapak besar nya ke arah Pendekar Naga Sakti.
Swing.....!
Set.....!
Anggala melompat menghindari kapak yang mengarah ke tubuhnya, dengan melentingkan tubuhnya ke udara.
"Hup.....!"
Anggala tanpa menjejak kaki ke tanah lansung mengusulkan sebuah serangan tendangan tendangan berputar, lagi lagi Denta terpaksa menarik tubuhnya ke belakang, sehingga tendangan Pendekar Naga Sakti itu mengenai angin.
Denta melompat ke belakang, ia mengerahkan tenaga dalam nya ke arah kapak besarnya, sehingga kapak besarnya berubah mengeluarkan cahaya merah, dan mengeluarkan aura panas yang bisa membakar kulit.
Melihat Denta mengerahkan tenaga dalam nya, Pendekar Naga Sakti pun meningkatkan tenaga dalam nya, Ia memakai 'Jurus Tinju Halilintar'. tingkat lima, Petir Menyambar Di Tengah Hujan.
Swing...!
Suara kapak besar bermata dua itu memecah udara, dan memekakkan telinga, putaran kapak itu
__ADS_1
menimbulkan angin bagai angin badai ke arah Pendekar Naga Sakti.
"Heaa.....!"
Denta mengibaskan kapak kembar bermata dua itu ke arah Pendekar Naga Sakti, angin kencang menderita mengikuti ayunan tangan Denta itu.
"Hiyaaa.....!"
Blaaar......! Blaaar........!
Tiba tiba angin kencang itu terhenti,petir menyambar ke arah Denta si Kapak Kembar Pencabutan Nyawa itu, ia terpaksa berlompatan menjauh dari tempat itu, namun kecepatan lidah petir dari Jurus Tinju Halilintar Pendekar Naga Sakti itu begitu cepat, sehingga salah satunya sempat menyambar ke depan Denta.
"Aaa.....!"
Si Kapak Kembar Pencabutan Nyawa itu terlempar, beberapa tombak ke belakang, darah segar menyembur di dadanya, ia pun jatuh berlutut.
Wulan Ayu berhadapan dengan seorang anggota Kelompok Tengkorak Besi, yang tampaknya bekepandaian cukup tinggi, Laki laki itu bertubuh kekar, dengan baju hitam panjang, di pinggangnya ada sepasang golok panjang sampai ke lutut.
"He he he....! Gadis cantik, sampai saat ini Kau cukup hebat menghadapi serangan tangan kosong ku!" tawa laki laki itu, ambil terus menyerang Bidadari Pencabut Nyawa dengan jurus tinju berantai.
"Huh...! Baru menyerang ku dengan begini, Kau sudah besar kepala Kisaran!" jawab Bidadari Pencabut Nyawa, sambil tersenyum sinis, sambil terus mengelak, dan sesekali menangkis serangan tangan kosong musuhnya itu.
Sambil menghindar Bidadari Pencabut Nyawa, memberikan sebuah serangan balik pada musuhnya, sebuah tendangan cepat ke arah dada musuhnya itu. Laki laki itu terpaksa menarik tubuhnya ke belakang.
"Siapa Kau sebenarnya, gadis cantik, ilmu mu boleh juga..!" bentak Laki laki itu.
"Kalau ku katakan siapa aku! Kau tidak akan percaya kisanak! Atau membuat nyalimu ciut nanti!" jawab Bidadari Pencabut Nyawa, yang bernama asli Wulan Ayu itu, sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku Goro Si Golok Kembar tidak pernah takut pada siapa pun! Katakan siapa gelarmu gadis cantik! Agar bisa ku tulis di batu nisanmu ?!" bentaknya sambil kembali melompat menyerang Wulan Ayu dengan sebuah tendangan terbang.
Desss...!
Tendangan terbang Goro itu di hadang Wulan Ayu dengan sebuah pukulan tinju, yang mengandung tenaga dalam yang cukup tinggi.
Goro si Golok Kembar terjajar dua langkah ke belakang, kakinya bergetar, akibat benturan dengan tinju Bidadari Pencabut Nyawa tadi.
"Bagaimana Kisanak, pukulan bidadari kayangan?" ujar Wulan Ayu, sambil memandang ke arah Goro, dengan pandangan yang begitu tajam.
"Jurus bidadari kayangan! Apa hubungan mu dengan Bidadari Galak?" tanya Goro, yang tampak terkejut mendengar jurus yang di pakai Wulan Ayu tadi.
"Dia guruku!" jawab Wulan Ayu, sengit.
"Jadi Kau Bidadari Pencabut Nyawa dari barat?"
"Ya! Begitulah para tokoh rimba persilatan, memberikan gelar kepada ku!" jawab Wulan Ayu, dengan nada yang cukup tinggi.
Goro si Golok Kembar, tersurut ke belakang, mendengar nama besar Wulan Ayu, namun ia segera menekan keterkejutannya.
Srek.....!
Goro menghunus dua golok kembarnya, dan ia bersiap dengan jurus jurus golok kembarnya itu.
Bersambung......
Jangan lupa like, komen dan favorit ya, untuk mendukung novel ini.. Terima Kasih.
__ADS_1