
Ke lima belas anggota si botak berserakan di tanah, di depan warung Ki Banaja itu.
Wulan Ayu telah sampai di samping Pendekar Naga Sakti itu, di tangannya tampak tergenggam kipas Elang Perak.
.
"Bangsat..!Berani kalian ikut campur urusan Perguruan Tongkat Jati Hitam, sekutu Partai Lembah Kematian..!" Bentak Si Botak lagi, iya mengisyaratkan tangannya, melihat itu seluruh Anggotanya lansung berlarian mengepung Anggala dan Wulan Ayu.
.
"Ha ha ha....!" Ki Sarajenta, apa hanya keroco ini yang kau punya, hah..!" Ujar WulanAyu, sambil tertawa, Orang yang di sebut Wulan Ayu itu tampak terkejut, dan melihat ke arah Wulan Ayu.
.
Orang itu, adalah orang tua, yang berumur sekitar enam puluh tahunan, rambut serta jenggotnya telah memutih, di tangannya tampak sebuah tongkat kayu jati berwarna hitam, panjangnya sekitar satu setengah meter.
.
"Ki Sarajenta atu Iblis Jati Hitam, apa kau lupa padaku..??" teriak Wulan Ayu, sambil menatap ke arah orang yang di hadapànnya itu.
.
"Kajrengi..!" Kau habisi Bidadari Pencabut Nyawa itu!" Perintah Ki Sarajenta, pada si botak ternyata bernama Kajrengi.
.
"Baik ketua.!" Jawab Kajrengi, ia lansung melompat, di pinggangnya tampak sepasang golok berwarna hitam pekat, gagangnya berwarna perak.
.
Kajrengi belum menyerang, ia berdiri tidak jauh di belakang anak buahnya, atau para murid Perguruan Tongkat Jati, milik Ki Sarajenta si Iblis Jati Hitam .
.
Srek...!
Ayo kita bunuh mereka..!" Perintah Kajrengi, ia lansung melompat ke arah Wulan Ayu.
__ADS_1
.
"Heaaa..!"
Sabetan golok kembar Kajrengi itu mengenai udara kosong, Wulan Ayu si Bidadari Pencabut Nyawa itu telah melentingkan tubuhnya ke udara.
.
"Heh..! Iblis Botak, apa kau telah menambah ilmu mu, setelah di hajar guruku, dua tahun yang lalu..!" Ujar Wulan Ayu sambil berjumpalitan menghindari, bacokan, dan sabetan golok kembar Kajrengi itu.
.
"Hari ini adalah hari kematianmu, Bidadari Pencabut Nyawa!" bentak Iblis Botak, tanpa mengendurkan serangan golok ke arah Bidadari Pencabut Nyawa itu.
"Cobalah kalau kau mampu, botak.!" Ejek Wulan Ayu, sambil menghadang golok Iblis Botak dengan kipas Elang Peraknya.
"Trang...!
"Huh..!"
Kajrengi si Iblis Botak, semakin membabi buta menyerang Bidadari Pencabut Nyawa dengan kedua goloknya, matanya menjadi merah menahan amarah.
.
Sedangkan Anggala yang memakai 'Jurus Langkah Malaikat'. dan 'Jurus Delapan Langkah Mata Angin'.,
dengan mudah menghindari setiap serangan orang orang Perguruan Tongkat Jati Hitam itu.
Malah dengan mudah nya Anggala mengirimkan serangan balasan, sehingga musuh yang terkena serangan Pendekar Naga Sakti itu, jatuh tak mampu berdiri lagi, karna setiap serangan Pendekar Naga Sakti itu, mengandung tenaga dalam yang cukup berbahaya untuk mereka, yang bertenaga dalam rendah.
Sementara itu, Arya Geni dan ketiga pendekar lain, terpaksa datang jadi penonton, karna musuh telah di borong Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
"Kita terlambat Kak Arya..!" Ujar Jaka Kelana, sambil memperhatikan jalan pertarungan di depan warung Ki Banaja itu.
"Kita jadi penonton saja dulu," Arya Geni malah mencari tempat duduk, di dekat rumah penduduk Desa Lingkar Sari itu.
"Ha ha ha...! Ayo Ki Kajrengi, keluarkan semua kemampuanmu.!" Wulan Ayu, yang mulai bosan menghindar, Mulai menyerang balik dengan kipas Elang Perak di tangan kanannya.
__ADS_1
"Hiaaa...!"
Bet...! Bet......!
Kibasan kipas Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu, membuat Kajrengi terpaksa melompat mundur, kalau tidak isi perutnya akan keluar terkena pisau kecil di ujung kipas Elang Perak itu. Pisau itu bisa di keluarkan dan bisa di sembunyikan, sesuai keinginan penggunanya.
Srek....!
Kajrengi menyarungkan kedua golok kembarnya, ke dalam warangka yang ada di balik pinggangnya, dan meningkatkan tenaga dalam, ia merapal sebuah Ajian milik perguruan Tongkat Jati Hitam, yaitu 'Pukulan Tapak Iblis'.
"Heaaa...!"
Telapak tangannya berubah kehitaman, ia menyilangkan ke dua tangannya di depan dada.
Melihat musuhnya merapal Ajian andalannya, murid Bidadari Galak itu, bersiap dengan 'Jurus Bidadari Kayangan, tingkat lima, Amarah Sang Bidadari.
"Heaaa...!"
Kajrengi atau Iblis Botak melompat ke udara menyerang Wulan Ayu dengan telapak tangan di depan dada, sedangkan Wulan Ayu menyongsong dengan kedua telapak tangan menyambut.
Tap...!
Dess....
Blaaarr.....!"
Kajrengi atau Iblis Botak terpental ke belakang sekitar lima tombak, ia meregang nyawa dengan tubuh hangus kehitaman, karna pukulannya yang berbalik arah.
Sedangkan Bidadari Pencabut Nyawa, hanya terseret ke belakang, ia hanya memegang dada, karna pernapasan dan sirkulasi darahnya agak kacau.
Beberapa saat Wulan Ayu menghimpun tenaga dalam hawa murninya, untuk menstabilkan darah dan pernafasan.
Sedangkan Murid murid Perguruan Tongkat Jati Hitam itu, telah bergelimpangan di hajar Pendekar Naga Sakti dari Lembah Naga itu.
"Bangsat....!" Geram Iblis Jati Hitam atau Ki Sarajenta, ia lansung berkelebat ke arah Wulan Ayu si Bidadari Pencabut Nyawa itu, bagaikan kilat.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya..