
Sementara itu keadaan hening mencekam.
Di dalam hutan di belakang ribuan prajurit pemberontak tampak Seseorang lelaki meratapi gundukan tanah merah, ia adalah Iblis Hitam Pedang kembar.
Para anggota Iblis hitam yang baru selesai menguburkan mayat nyi Raesa Ireng, tampak masih kotor bekas tanah di baju mereka.
Iblis Hitam Pedang Kembar menangis sambil memegangi pedang hitam milik si Cakar Iblis Hitam, yang tertancap di atas pusara itu, pedang itu di jadikan sebagai batu nisan nyi Raesa Ireng tersebut.
"Nini, kini tujuanku hanya satu, yaitu membalas kematianmu. Aku janji sebelum Bidadari Pencabut Nyawa mati, dendam ini tidak akan berakhir. Itulah sumpahku!" Iblis Hitam Pedang kembar bersumpah akan membalaskan kematian sang istri, seetelah mengucapkan sumpahnya, ia berkelebat ke dalam hutan, para bawahannya hanya memandangi kepergian Iblis Hitam Pedang Kembar, sampai kelebat bayangannya menghilang di balik pepohonan.
Sementara itu di tengah gelanggang tampak Jaka Kelana atau yang dikenal dengan gelar Pendekar Srigala Putih telah berhadapan dengan Iblis Hitam Wajah kematian. Iblis ke lima dari tujuh orang Iblis Lembah Tengkorak.
Iblis Hitam Wajah Kematian yang bernama asli Damar Loka, menatap tajam ke arah Jaka Kelana. Mata tokoh hitam itu tak berkedip, ia seperti mengukur tingkat ilmu kedikjayaan Pendekar Srigala Putih yang ada di depanya.
Sedangkan Jaka Kelana tampak begitu tenang. Pendekar Srigala Putih itu bersiap memasang Kuda-kuda menghadap musuh di depannya itu.
"Heaaa......!" Iblis Hitam Wajah Kematian melesat ke arah Pendekar Srigala Putih, dengan Jurus-jurus tinju, Damar Loka membuka jurus awal 'Jurus Tinju Iblis Kematian.
Tap!
__ADS_1
Tap.....!
Jurus-jurus tinju Iblis Hitam Wajah Kematian di hadapi Jaka Kelana dengan jurus cakar 'Srigala Putih'. pertarungan mereka pun berlansung cukup cepat, setiap serangan
Aura Kekuatan jurus 'Tinju Iblis Kematian'. terasa sangat tajam, hawa panas dari arus pukulan tinju Damar Loka itu terasa panas dikulit. Pendekar Srigala putih meningkatkan tenaga dalamnya, dan membuat tameng tipis memakai aura tenaga dalam di sekeliling tubuhnya. Jaka Kelana juga mengalirkan tenaga dalam ke kedua tangannya.
Aura membunuh dari Iblis hitam Wajah Kematian di rasakan Jaka kelana, karena musuhnya itu makin meningkatkan tingkatan tenaga dalam dan tingkat jurusnya.
Jaka kelana pun meningkatkan Arus tenaga dalamnya, dan meningkatkan tingkatan jurus yang ia pakai, tentu saja pertarungan itu semakin sengit.
Mereka saling serang dan saling memapaki serangan arus udara di sekitar mereka semakin panas, dengan meningkatnya tenaga dalam yang mereka gunakan.
Iblis Hitam Wajah kematian menyerang jaka Kelana dari atas serangannya secepat kilat. Tinju Damar Loka yang mengandung hawa panas itu, dengan tangkas Pendekar Srigala Putih berjumpalitan menghindari serangan Iblis Hitam Wajah Kematian itu.
"Hup!" Jaka Kelana menggeser kaki kanannya membentuk bulatan, kedua telapak tangannya yang membentuk cakar diangkat sebatas dada. Tangan kirinya ditarik sedikit kebelakang, dan tangan kanannya mengacung kedepan.
"Huh....!"
Iblis Hitam Wajah Kematian atau Damar Loka mendengus kesal karna setiap serangan-nya dapat di hindari Jaka kelana.
__ADS_1
Ia melompat kebelakang sekitar dua tombak jauhnya, Iblis Hitam Wajah Kematian mempersiapkan 'Pukulan Iblis Kematian'. andalannya.
Kedua tangannya di angkat di atas kepala, cahaya merah menyelimuti kedua tangan Iblis Hitam Hitam Wajah Kematian, cahaya merah bagai api itu berkobar di kedua tangannya.
"Hiaaaaa...!"
Iblis Hitam Wajah kematian mengerahkan hampir delapan puluh persen tenaga dalamnya, perlahan ia merentangkan kedua tanganya, dan dengan perlahan kedua tangannya di rapatkan ke depan dada.
Begitu tangannya di rapatkan di depan dadanya, aura panas menerpa tempat itu, hawa panas itu sampai di rasakan para prajurit, yang jaraknya sekitar seratus tombak, dari tempat mereka bertarung.
Jaka Kelana yang merasakan aura panas itu, ia lansung meningkatkan arus tenaga hawa murni
dingin ke seluruh tubuhnya.
Para prajurit yang berbaris tersurut mundur merasakan hawa panas bagai tegak di dekat api, para tokoh silat tingkat tinggi pada mengalirkan hawa murni ke tubuh mereka, menekan hawa panas ajian Iblis Hitam Wajah Kematian.
Jaka kelana merapatkan kedua tangan di depan dada, ia merapal 'Ajian Srigala Es'. hawa dingin keluar dari tangannya.
Jaka kelana mengerahkan lebih dari separuh tenaga dalamnya, cahaya putih bersinar terang menyelubungi kedua tangan Pendekar Srigala Putih.
__ADS_1
Iblis Hitam Wajah kematian melompat ke udara, setelah sampai di udara ia menukik tajam ke arah Jaka Kelana, dengan kedua tangan di depan.