
Pasukan pemberontak yang terdesak mundur jauh ke dalam hutan, mereka hampir memasuki wilayah kemah mereka, korban berjatuhan.
Tidak sedikit pasukan pemberontak yang melarikan diri, karna mental mereka yang terpukul, melihat teman teman mereka tak berdaya menghadapi serangan pasukan kedua Kerajaan.
Sementara itu Iblis Hitam yang berhadapan dengan Pertapa Naga, di buat kalang kabut menghindari serangan Pertapa Sakti Lembah Naga itu.
Pertapa sakti yang memakai 'Jurus Tinju Halilintar' bagai singa terluka, menyerang tanpa jeda.
Sampai akhirnya sebuah tendangan cepat Pertapa Naga menghajar tubuh Iblis Hitam, ia terpental ke tanah dan menabrak sebatang pohon.
Duk....!
"Aakh....!"
Iblis Hitam mengerang kesakitan, namun ia berusaha bangkit dari jatuhnya dengan tubuh sempoyongan.
"Bagai mana ki Moksa Gento, masih mau bermain main lagi..,!" ujar Pertapa Naga sambil membuka caping dan cadarnya.
"Panas ki Moksa...! He he he..!" Pertapa Naga Naga tertawa terkekeh, tampak barisan giginya yang masih utuh dan rapi, ia mengibaskan capingnya, ke arah tubuhnya, seperti berkipas.
"Petapa Naga kau...!" bukan main terkejutnya Iblis Hitam, mengetahui lawannya adalah tokoh silat nomor satu golongan putih.
"Kenapa tokoh kawakan sepertimu ikut campur urusan peperangan ini..?" ujar Iblis Hitam.
"Kalau pertanyaanmu ku kembalikan bagaimana..? Wulan Ayu adalah calon mantu cucuku, Pangeran Anggala dari Mandalika, kau berbuat semaumu, ikut campur urusan cucuku, wajar kalau aku harus turun tangan, sepak terjang dan kekejaman kalian Orang orang lembah Tengkorak, harus di hentikan.!" bentak pertapa Naga tampak santai, seperti orang yang tidak sedang dalam pertarungan, ia malah duduk di sebatang pohon yang rebah, akibat serangannya terhadap Iblis Hitam.
"Sekarang kau boleh pilih, mundur dari dunia persilatan dan bertobat kepada tuhan semesta alam ini, atau melanjutkan pertarungan kita, sampai titik darah penghabisan..!" tambah Pertapa Naga lagi, santai namun bernada ancaman yang menakutkan.
"Kalau ku lanjutkan bertarung dengan tokoh sakti satu ini, bisa bisa aku tewas seperti adik adikku, tampaknya aku harus kabur dari tempat ini..!" guman Iblis Hitam dalam hati.
__ADS_1
Ia memutar otak bagaimana cara lari dari tokoh silat nomor satu, golongan putih itu.
Sedangkan Pertapa Naga tampak duduk santai, di atas batang pohon rebah itu, sambil berkipas dengan topi caping bambunya.
"Hup....!"
Iblis Hitam melempar tiga pisau belati beracun ke arah Pertapa Naga, orang tua itu lansung melompat berjumpalitan menghindari pisau belati, yang melesat ke arahnya.
"Heaaa...!"
Begitu Pertapa Naga menjejak tanah, Iblis Hitam sudah tidak di tempatnya, Iblis Hitam kabur entah kemana.
"Bangsat...! Dasar Iblis pengecut...!" hardik Pertapa Naga, ia celingak celinguan, tinggal sendiri di tengah hutan, sedangkan pertempuran cukup jauh dari tempatnya sekarang.
Pertapa Naga mengerutu sendiri, akhirnya ia berkelebat ke arah padang rumput, tempat pertempuran berlansung.
Sementara itu Arya Geni yang bertarung dengan Warok Nusa Wungu, adik si Golok Setan masih terlibat pertarungan sengit, mereka sudah tertinggal jauh dari pasukannya.
Warok Nusa Wungu menghadapi Jurus jurus pedang Arya Geni, dengan 'Jurus Warok menggetarkan Bumi'. berhasil mengimbangi setiap serangan Pendekar Pedang Terbang itu.
Ia berjumpalitan menghindari setiap serangan pedang terbang Arya Geni, golok besar di tangannya sesekali menangkis lesatan pedang terbang itu.
"Hiaaa..!"
Arya Geni melentingkan tubuhnya dengan ceapt menyerang Warok Nusa Wungu, pedang di tangannya bergerak cepat menyambar ke arah Warok Nusa Wungu, sehingga Warok itu terpaksa melompat mundur, menghindari sabetan pedang Arya Geni.
Arya Geni menjejak kaki di tanah, ia merapal 'Jurus Pedang Mega membelah Awan'. yang ia dapatkan dari sang guru, Satria Pedang Terbang ki Sarutabi.
Arya Geni meningkatkan tenaga dalamnya, ke tangan kirinya, menyiapkan 'pukulan Mega penghancur'. jurus andalan ki Sarutabi gurunya.
__ADS_1
Warok Nusa Wungu juga bersiap dengan 'Ajian Warok Tangan Besi'. jurus ini membuat tubuhnya kebal terhadap senjata tajam.
"Hiaaat....!
Arya Geni melompat ke udara, melesat cepat ke arah Warok Nusa Wungu, pedangnya berkelelebat dengan sinar putih menyelumbungi badan pedang.
"Heaa...!"
Trang....!
Pedang Arya Geni berbenturan dengan golok ditangan Warok Nusa Wungu, sehingga bunga api memercik di sekitar golok dan pedang mereka.
"Heaaa....!"
Bet....!
"Heh...!"
Warok Nusa Wungu dengan cepat mengarahkan tinju kirinya ke arah dada Arya Geni, Arya Geni berkelit ke arah kiri menghindari tinju Warok Nusa Wungu.
"Hup...!"
Arya Geni menghantamkan tapak tangan kirinya ke arah dada kanan Warok Nusa Wungu, dengan 'Pukulan Mega Penghancur, dengan sangat cepat sehingga Warok Nusa Wungu tidak sempat menghindar, sehingga.
Bukk....!"
"Aaaa....!"
Warok Nusa Wungu terpental beberapa tombak, dan meregang nyawa, dengan tulang dada sebelah kanan hancur.
__ADS_1
"Hup...!" Arya Geni melompat ke belakang, sambil menyarungkan pedang terbangnya ke warangka, yang ada di punggunnya, ia lalu melesat meninggalkan Warok Nusa Wungu yang telah menjadi mayat.
Bersambung..