
Bulan Purnama telah menyinari malam, cahaya nya yang tenang tenang membuat binatang malam bebas berkeliaran, suara kancil sahut menyahuti di sekitar hutan Lembah Kematian.
Sebuah bangunan besar di kelilingi pagar dari kayu berbentuk runcingan, mengelilingi bangunan besar itu, tampak cahaya api obor menerangi wilayah bangunan itu.
Para undangan baik dari golongan putih dan golongan hitam telah banyak yang berdatangan, para perampok dan penyamun rekrutan Partai Lembah Kematian itu, telah memenuhi halaman bangunan besar itu.
Mereka mengadakan pesta penyambutan untuk para tamu, tampak malam ini, suasana masih terlihat aman aman saja, belum tampak akan ada pertarungan besar yang akan terjadi di sana.
Rombongan Pendekar Naga Sakti dan kawan kawannya tampak memasuki gerbang bangunan itu, mereka di sambut hangat para penghuni Lembah Kematian.
Seakan akan mereka adalah teman, tidak tampak aura permusuhan dari orang orang yang ada di sana, mereka tampak sibuk menikmati makanan dan minuman yang di sediakan tuan rumah.
Pendekar Naga Sakti, dan kawan kawannya, di persilakan menuju ruangan pertemuan para pendekar, sesampainya di sana mereka di sebut dengan acara pesta dan makan makan bersama.
__ADS_1
"Selamat datang para undangan! Esok pagi adalah penentuan siapa yang mau bergabung dan menentang Partai baru kami, yaitu Partai Lembah Kematian!"
"Malam ini, nikmatilah makanan dan minuman yang telah kami sediakan, sebagai sambutan tuan rumah untuk para tamu!" ujar Iblis Kematian Rambut Putih, memberikan sambutan pada acara jamuan tersebut.
"Anggala, tampaknya mereka belum mengenalinya!" ujar Arya Geni, berbisik pada Anggala, Pendekar Naga Sakti tampak mengenakan caping bambu, begitu Juga dengan Bidadari Pencabut Nyawa, Wulan Ayu.
Tampak si samping Iblis Kematian Rambut Putih, ada Iblis Tangan Kematian dan Bidadari Pencabut Nyawa palsu atau Merak Sati.
Tampak di sana telah banyak tokoh tokoh silat golongan putih termasuk Aruma, Kakak nya Aruni dari Perguruan Bambu Kuning, Ki Sokananta dari Perguruan Harimau Putih, dan Soka bersaudara dari Kelompok Penyamun Setan Merah yang datang mendukung Ki Sokananta.
Setelah cukup larut malam barulah mereka kembali ke kamar mereka masing masing, para tokoh ilmu hitam yang datang sebagai sekutu Partai Lembah Kematian, banyak yang menarik para gadis penari untuk melayani n*fsu b3jat mereka.
Pendekar Naga Sakti setelah cukup larut, menyelinap ke Luar dari kamarnya, ia menyamar menjadi salah seorang pengawal tempat itu, dengan 'Ilmu Perubah Raga'. pemberian Pertapa Naga.
__ADS_1
Pendekar Naga Sakti, berjalan dengan bebas di tengah para penyamun dan para tokoh ilmu hitam yang tampak mabuk mabukan, minum tuak yang di sediakan tuan rumah.
"Hup.....!"
Pendekar Naga Sakti, melompat ke atas atap bangunan besar dan berlompatan dengan begitu ringan, sehingga langkah kaki nya tidak ada yang mendengar, ia mengendap ngendap mendekati aula pertemuan yang tinggal di huni oleh Iblis Kematian Rambut Putih dan Iblis Tangan Kematian.
"Saka! Kau bilang Pendekar Naga Sakti, dan Bidadari Pencabut Nyawa yang asli menuju kemari, tapi aku belum melihat mereka?" tanya Iblis Kematian Rambut Putih, pada Saka atau Iblis Tangan Kematian.
"Ya Ketua, mungkin mereka sudah di sini! mereka mungkin menyamar karna aku lihat tadi ada beberapa orang yang memakai caping, tampaknya mereka dari golongan putih," jawab Saka, menjelaskan.
"Aku ingin mereka di bantai di sini, esok pagi. terutama gadis yang bergelar Bidadari Pencabut Nyawa itu! jangan biarkan dia hidup!"
Baik! Ketua, perintah ketua akan saya laksanakan!" jawab Saka, sembari meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
di ikuti beberapa orang bawahannya.