
Mereka bertiga tampak berbagi rasa penasaran sambil mengebah kuda mereka secara pelan, namun tiba-tiba suara menggema yang mengejutkan mereka.
.
"He! Gadis-gadis cantik berhenti...!!"
Ketiga gadis cantik itu menghentikan kuda mereka, dan memandang sekeliling. Namun belum tampak perwujudan dari suara yang berusaha menghentikan langkah kaki kuda mereka.
.
"Hei! Pengecut jangan berani sesumbar suara saja! Keluar lah...!!!" Bentak Elang Merah menantang dengan suara yang cukup lantang.
.
"Ha ha ha...!! Kami di sini gadis cantik!"
"Siapa Kalian hah! Berani menghalangi perjalanan kami!" Bentak Elang Merah. Matanya begitu tajam menatap dua orang yang menghadang mereka, dua orang itu berkepala botak dan wajah cukup tampan, tampak mereka berumur sekitar empat puluh lima tahunan. Wajah mereka tampak di tumbuhi jambang yang di gunting rapi.
.
"Ha ha ha...! Rupanya mereka belum mengenal siapa kita Kanda! Ujar salah seorang dari dua penghadang itu.
.
"Melihat dari penampilan kalian, apakah Kalian orang yang bergelar Sepasang Iblis Mesum? Hah.!" Bentak Elang Merah, sampai saat ini mereka bertiga belum berniat turun dari kuda yang mereka tunggangi.
.
"Ha ha ha...! Kanda, rupanya nama kita sudah cukup tenar di rimba persilatan ini, sehingga gadis muda ini tampaknya sudah mendengar nama kita, ha ha ha....!" Bentak salah seorang Sepasang Iblis Mesum yang bernama Gondang Rasa.
.
"Kau benar Gondang, rupanya mereka telah mengetahui siapa kita! Ha ha ha..!" Jawab Ganding Rasa, kedua Iblis mesum adalah manusia kembar dari lahir.
.
"Jika Kalian sudah tau, sebaiknya Kalian dengan rela melayani kami, ha ha ha..!!"
.
"Heh... Kalia kira kami gadis panggilan, hingga seenak bacot kalian minta di layani hah..!" Bentak Elang Merah, dengan suara menggema, dan wajahnya memerah karna menahan amarah.
.
"Ha ha ha...! Jangan emosi dulu Kak, Tampak nya kedua Iblis b3jat ini tidak tau siapa kita! Biar kami beri mereka pelajaran! Ayo Aurora! Hup...!!" dengan sekali lompatan Dewi Pingai telah berada di depan kedua Sepasang Iblis Mesum.
__ADS_1
.
"Hup..!"
Tanpa banyak bicara lagi Dewi Aurora melompat menyusul Kakak nya Dewi Pingai ke depan kedua tokoh hitam mesum yang mencegat perjalanan mereka. Elang Hijau menjejak kaki di samping Elang Kuning. Gerakan kedua gadis cantik itu begitu ringan, tapakan kakinya tidak menimbulkan suara di tanah, karna tubuh nya begitu ringan.
.
"Ha ha ha..! Ayo gadis cantik, kita bermain-main!" Ujar Gondang Rasa melompat menyerang ke arah Elang Kuning dan Elang hijau. Tubuh Gondang rasa melesat cukup cepat dengan sebuah tendangan yang berisi tenaga dalam tinggi.
.
Wut..!
Dik...!
Dengan kepalan tinjunya Elang Kuning menapaki tendangan Gondang Rasa itu. Karna adu kekuatan itu Gondang Rasa terpaksa bersalto dua kali kebelakang karna telapak kakinya terasa panas di hantam tinju Dewi Pingai itu.
.
"Bangsat! Rupanya gadis ini memiliki tenaga dalam cukup tinggi, apa mereka yang bergelar Tiga Elang dari Lembah Elang," Guman Gondang Rasa dalam hati, ia terpaksa mengalirkan tenaga dalamnya kw arah telapak kakinya untuk mengusir rasa sakit yang mendera telapak kaki nya itu.
.
Gending Rasa pun melesat ke depan, dengan jurus cakar macan kumbangnya ia berusaha mencerca ke arah dada Dewi Aurora.
"Hiaaaa...!"
Dengan begitu ringan Elang Hijau menapaki setiap serangan Gending Rasa itu.
Tap! Tap! Tap!
Dengan begitu cepat bagaikan kilat Elang Hijau menapaki serangan Iblis Mesum itu. Dewi Aurora malah dengan cepatnya ia balik menyerang ke arah Gending Rasa. Pertarungan mereka pun berjalan alot, karna setiap serangan musuh berhasil di hindari dan di tangkis.
.
Sedangkan Dewi Arau masih duduk di atas kudanya memperhatikan pertarungan Dewi Aurora dengan Gending Rasa. Sedangkan Gondang Rasa masih bersiap dengan berusaha mengukur kemampuan musuh yang ada di hadapannya.
.
Setiap serangan Gending Rasa mengarah ke perhiasan Dewi Aurora. Namun dengan cukyp gesit Dewi Aurora dapat menghindari dan menapaki serangan Gending Rasa itu.
.
Set! Set! Set..!
__ADS_1
"Bangsat Kau! Iblis Mesum, Kau mencerca ke arah dadaku terus ya. Hiaaa...!"
.
Buk...!
Karna terlalu bern4fsu menyentuh perhiasan gadis di depannya, sebuah tendangan kaki Dewi Aurora berhasil mendarat telak di dada Gending Rasa, laki-laki hampir setengah baya itu terhuyung kebelakang sekitar dua tombak.
.
Gending Rasa memegangi dadanya. yang terasa panas dan terasa sesak. Sedikit darah mengalir dari sudut bibirnya karna mengalami mengalami luka dalam, walau tidak begitu parah. Gending Rasa cepat-cepat mengalirkan hawa murni ke dadanya untuk mengobati luka dalam yang ia derita.
.
Sret..!
"Bangsat! Kau harus membayar dengan nyawa mu gadis tengik!" Bentak Gending Rasa sambil menghunus kapak besar dari balik pinggang nya, kapak hitam bermata dua dengan sebuah mata tombak tengah ujung kapak itu.
.
Sring!
Elang Hijau pun tidak mau keteteran, ia segera menghunus sepasang pedang dari balik punggung nya.
.
Sementara itu Gondang Rasa yang telah melesat ke arah Dewi Pingai, mencerca dengan jurus ular nya, setiap serangan nya tampak mengarah ke tubuh seksi Elang Kuning itu.
.
Tuk..! Tuk!
Dewi Pingai menggerutu dalam hati, karna setiap serangan Gondang Rasa juga mencerca ke arah dadanya.
.
Dewi Pingai melompat ke belakang sekitar dua tombak, menghindari serangan Gondang Rasa itu.
.
"Bangsat! Iblis mesum ini harus di beri pelajaran!" Elang Kuning lansung membuka "Jurus Elang Membelah Awan'. sebuah jurus andalan dari gurunya Datuk Elang Hitam.
"Hiyaaa...!"
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya. Terima kasih banyak.