
Beberapa orang murid yang mengeroyok Pendekar Naga Sakti itu lansung melempar beberapa bilah pisau belati terbang.
.
Set...! Set....! Set....!
"Hup...!
Begitu cepat Pendekar Naga Sakti melentingkan tubuhnya ke udara menghindari serangan pisau belati terbang yang mengarah padanya. Beberapa orang anggota Perguruan Belati Terbang yang ada di belakang Pendekar Naga Sakti itu tidak sempat menghindar.
"Aaakh...!"
Sekitar empat orang murid Perguruan Belati Terbang itu lansung jatuh dengan pisau belati tertancap di tubuhnya, mereka lansung meregang nyawa.
.
Melihat temannya tewas terkena sambaran pisau terbang milik teman mereka sendiri, yang lain hanya bisa mengeluh kesal. Pendekar Naga Sakti melesat dengan Jurus Tapak Naga, tubuh nya melesat bagai kilat. Dalam beberapa tarikan nafas entah berapa orang yang harus terpental terkena serangan Pendekar Naga Sakti itu.
.
Kala Ireng dan kesepuluh orang anggota Golok Terbang hanya mendengus kesal melihat anggota mereka meregang nyawa, terkena serangan Pendekar Naga Sakti itu.
.
Dari lima puluh orang murid Perguruan Belati Terbang yang mengeroyok Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa, kini yang tersisa hanya sekitar lima belas orang lagi. Para murid Kala Ireng itu sudah mulai hilang nyali, mereka tidak ada yang berani menyerang lansung ke arah Kedua Pendekar muda itu.
.
"Gala Raka, bawa orang-orang mu, habisi mereka!" Perintah Kala Ireng, dengan geram.
"Baik Guru!" jawab Gala Raka, dengan sekali gerakan ia dan kesembilan Anggota Golok Terbang telah berada tidak jauh dari tempat Anggala dan Wulan Ayu berada.
.
"Kelihatannya sepuluh orang ini agak lumayan di banding cecunguk-cecunguk itu Kak!" ujar Wulan Ayu, ia menyimpan kipas elang perak ke balik bajunya dan segera menghunus pedang Elang Perak yang terbungkus di balik punggungnya itu.
Sring..!
Kilauan cahaya putih keluar dari pedang Elang Perak itu, Bidadari Pencabut Nyawa itu menggeser kaki kanannya kebelakang, ia mempersiapkan 'Jurus Pedang Kayangan tingkat lima. Pedang Elang Perak di lintangkan di depan dadanya.
.
__ADS_1
Sret..! Sret...!
Anggota Kelompok Golok Terbang itu lansung menghunus golok di pinggang mereka, dengan sekali kibasan, golok golok mereka berterbangan kearah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Set..! Set....!
"Hiaaa..!"
Trang..! Trang...!
Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa menangkis beberapa golok yang terbang ke arahnya, dan secepat kilat ia bergerak melesat ke arah anggota Kelompok Golok Terbang itu. Kecepatan gerakan pedang nya sulit di lihat dengan mata telanjang, dengan secepat kilat ia menyabet kan pedang Elang Perak ke tubuh anggota Kelompok Golok Terbang itu.
Set...! Wut....!
"Aaaa....!"
Dua orang Anggota Gala Raka itu tidak sempat mengelak, sabetan pedang Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu tepat mengenai perut mereka, kedua orang itu terhuyung dengan memegangi tubuhnya yang terluka, mereka lansung jatuh ke tanah dengan tubuh bersimbah darah. Nyawa mereka pun melayang.
.
Tidak hanya Bidadari Pencabut Nyawa. Pendekar Naga Sakti pun bergerak begitu cepat bagaikan kilat dengan 'Jurus Delapan Langkah Malaikat nya, semua golok anak buah Gala Raka itu dengan mudah di hindarinya. Pendekar Naga Sakti dengan begitu cepat memberi kan serangan balasan, tubuhnya hampir tidak terlihat. Entah dari mana tiba-tiba ia telah berhasil menghajar beberapa orang murid Perguruan Belati Terbang yang di kenal dengan sebutan Sepuluh Golok Terbang itu.
"Aaakh...!
.
"Bangsat! Heaa...!"
Jerit melengking Kala Ireng, dengan sekali lompatan maka tubuhnya telah berada di udara, sekitar sepuluh bilah pisau belati terbang meluncur cepat di depan tangannya, ia lansung mencerca ke arah Pendekar Naga Sakti.
.
"Hup...!" Pendekar Naga Sakti langsung mencelat ke udara, sehingga pisau belati terbang dari tangan Kala Ireng itu lewat di bawah tubuhnya. Begitu pisau-pisau belati itu tidak mengenai sasaran, pisau pisau belati itu kembali ke arah pemiliknya.
.
Pendekar Naga Sakti terpaksa berjumpalitan di udara menghindari pisau belati terbang itu yang mencerca ke arahnya. Pendekar Naga Sakti bersalto tiga kali di udara, begitu menjejak tanah ia segera merapal 'Ilmu Baju Besi Emas'. Tingkat delapan Belas, dan ia segera membarengi dengan 'Jurus Tameng Malaikat Besi.
.
Pisau Belati Terbang yang mengambang di udara di sekitar tangan Kala Ireng itu kembali melesat cepat ke arah Pendekar Naga Sakti itu. Semua pisau belati terbang itu meluncur dengan ke cepatan tinggi, Pendekar Naga Sakti mengerahkan tenaga dalam tapak Naga nya, dengan menyorongkan tangannya ke depan pisau belati terbang yang meluncur ke arah nya itu terhenti di udara.
__ADS_1
.
Pengerahan tenaga dalam yang tinggi Pendekar Naga Sakti berhasil mengambil alih pisau belati terbang yang ada di depannya. Pendekar Naga Sakti berhasil memutus tali cakra dari tangan Kala Ireng itu. Kini kendali kesepuluh pisau belati terbang yang di gunakan Kala Ireng itu di kuasai Pendekar Naga Sakti.
.
"Bangsat! Dia berhasil memutus tali cakraku.!" Kala Ireng membathin dalam keterkejutannya.
"Hiaaa...!
Bentakan di serayu kibasan tangan Pendekar Naga Sakti membalikkan serangan pisau belati terbang yang ada di depannya ke arah Kala Ireng, sepuluh buah pisau belati terbang itu meluncur dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya. Kala Ireng tidak menyangka kalau Pendekar Naga Sakti akan menyerang balik dengan senjatanya sendiri. Sehingga Kala Ireng tidak sempat menghindar.
Jlep.! Crasss...! Bret...!
"Aaakh....!
Lenguhan tertahan keluar dari mulut mulut tua Kala Ireng, di iringi tubuhnya terpental ke belakang, sepuluh pisau belati terbang miliknya kini tertancap di dadanya dan perutnya. Darah hitam menyembur keluar dari mulut Kala Ireng, beberapa saat ia berusaha berdiri namun tidak lama kemudian tubuhnya jatuh terlentang, dengan mata terbelalak, ia tidak percaya kalau nyawanya harus melayang di ujung senjata andalannya sendiri.
.
Melihat Kala Ireng tewas, Gala Raka tampak setengah tidak percaya, ia pun lupa di depannya ada Bidadari Pencabut Nyawa Sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi bersarang si dadanya. Gala Raka pun terpental dengan darah menyembur di mulutnya, begitu tubuhnya menyentuh tanah, ia mengelepar sebentar dan lansung diam tidak berkutik lagi.
.
Beberapa orang murid Perguruan Belati Terbang yang masih hidup, tanpa pikir panjang lagi lansung melarikan diri ke dalam hutan. Melihat musuhnya melarikan diri tunggang langgang Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa tidak dapat menahan tawanya.
.
"Hahaha...! Tadi datang bukan main kalian mau membantai kami, sekarang kalian lari tanpa berani melihat kebelakang," ejek Wulan Ayu sambil tertawa lepas. Melihat Wulan Ayu tertawa Anggala hanya tersenyum melihat tingkah Bidadari cantik kekasihnya itu.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa like
Koment
Vote
__ADS_1
Favorit nya ya...
Terimakasih banyak...