Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Teror Perguruan Belati Terbang Part 3


__ADS_3

Suasana di Perguruan Belati Terbang itu tampak jadi ramai, para murid Perguruan itu sibuk membicarakan masalah yang terjadi pada Kala Pati alias Iblis Pisau Terbang itu.


.


Mereka bertanya-tanya siapa orang yang sanggup membuat Sesepuh mereka sampai terlukaparah seperti itu.


.


Mereka juga bertanya-tanya kemana para murid yang ikut Kala Pati pergi itu, sampai saat ini tidak seorang pun dari dua puluh orang yang ikut pergi itu kembali.


.


Sementara itu Kala Abang dan kedua adiknya berembuk, mereka merencanakan cara menyingkirkan kedua pendekar muda yang akan menjadi batu sandungan tujuan mereka, yaitu menguasai dunia persilatan di daerah selatan pulau Andalas ini.


.


"Kanda, biarlah aku yang akan mengurus kedua pendekar kacangan itu, jika kita berhasil mengalahkan mereka, senjata mustika yang menjadi momok di dunia persilatan tanah andalas ini akan jadi milik kita," Ujar Kala Ireng pada Kala Abang.


.


"Bawalah Anggota sebanyak mungkin, kedua anak muda itu tampaknya mempunyai kesaktian yang cukup tinggi, apalagi dengan pusaka yang mereka miliki," Perintah Kala Abang.


.


"Baik lah Kak, aku akan membawa lima puluh orang murid pilihan, dan Anggota Golok Terbang," Jawab Kala Ireng.


.


"Berhati-hati lah dinda Kala Ireng, jika Kau terdesak gunakan segala cara untuk melarikan diri, aku tidak ingin Tiga pendekar Pisau Terbang berkurang!" Nasehat Kala Abang pada sang adik.


.


"Baiklah Kanda, aku akan berhati-hati!" Jawab Kala Ireng dengan begitu tenang, ia begitu yakin dengan kesaktian dan pengalaman, yang ia miliki. Ia akan dapat mengalahkan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa yang punya pengalaman jauh di bawah pengalamannya.


.


.


Sementara itu di desa Kincir Angin, di warung Ki Sarta, penduduk setempat berbondong-bondong menemui kedua pendekar muda yang menginap di sana, yaitu Anggala dan Wulan Ayu.


.


Para penduduk datang hanya untuk minum kopi dan teh buatan Ki Sarta dan Istrinya. Mereka hanya menyempatkan diri untuk menyapa dan berkenalan dengan kedua orang yang mereka anggap sebagai penyelamat mereka dari gangguan orang-orang Perguruan Belati Terbang itu.


.


Matahari telah condong ke barat, namun warung Ki Sarta lagi di penuhi pengunjung, baik dari desa Kincir Angin maupun para saudagar yang kebetulan lewat di desa ini.


Keadaan yang tenang itu tidak berlangsung lama,segerombolan orang-orang Perguruan Belati Terbang yang di pimpin oleh Kala Ireng datang mengusik ketenangan orang-orang Desa itu.


Suara deru langkah kuda menuju warung Ki Sarta itu, membuat para warga berlari ketakutan. Mereka lansung berlarian masuk ke dalam rumah mereka masing-masing.


.


Orang-orang yang berada di dalam warung tampak terdiam ketika rombongan Kala Ireng menghentikan kuda mereka di depan Warung yang sekalian rumah Ki Sarta itu.


.

__ADS_1


"Ha ha ha...! Rupanya Kalian sudah begitu senang, dengan datangnya kedua cecunguk golongan putih itu, cepat suruh keluar pahlawan kesiangan Kalian itu, jika tidak kampung ini akan kami bakar!" Bentak Kala Ireng setelah berhenti tertawa.


.


"Kami di sini Kisanak!" Tiba-tiba Pendekar Naga Sakti dan Wulan Ayu si Bidadari Pencabut Nyawa telah berada di samping halaman warung Ki Sarta itu.


.


Kala Ireng menatap tajam ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa, ia mencoba membaca seberapa tinggi tenaga dalam Pendekar yang akan ia hadapi itu. Kala Ireng terkejut karna ia tidak bisa mengukur seberapa tinggi tingkatan tenaga dalam musuhnya itu.


.


"Aku tidak bisa mengukur seberapa tinggi tenaga dalam anak muda ini, dia seperti tidak memiliki tenaga dalam, mungkinkah seorang yang sangat muda sudah menguasai ilmu penutup bathin," Guman Kala Ireng membathin.


.


Para murid Perguruan Belati Terbang itu lansung mengepung Anggala dan Wulan Ayu. Kali ini mereka juga mempersenjatai diri dengan pedang.


.


"Bunuh..!" Perintah Kala Ireng. Para muridnya lansung menghunus pedang, mereka bergerak memutar mengelilingi Anggala dan Wulan Ayu.


.


Kala Ireng yang masih duduk di atas Kudanya bersama anggota Golok Terbang. Mereka memperhatikan kawanan mereka yang siap mencincang Anggala dan Wulan Ayu itu.


.


Jumlah murid Perguruan Belati Terbang yang mengepung Anggala dan Wulan Ayu tidak kurang dari Lima puluh orang, mereka berbaris dengan pedang di tangan.


.


Sekitar dua puluh orang lansung merangsek menyerang ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa, dengan begitu cepat kedua pasangan pendekar muda itu melompat menghindari serangan musuh-musuh mereka.


.


Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa berpencar kedua arah, mereka sengaja memisahkan diri. Agar rombongan murid Perguruan Belati Terbang yang mengepung mereka terpecah.


.


Sret.!


Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa lansung mengambil Kipas Elang Perak dari balik baju birunya itu. Kipas itu lansung terbuka di depan dadanya. Para murid Perguruan Belati Terbang itu tampak agak ngeri melihat kipas pusaka di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu.


.


Karna mereka melihat sendiri Sesepuh mereka sampai terluka parah di buat senjata dari kipas elang perak itu. Melihat musuhnya ragu-ragu Bidadari Pencabut Nyawa hanya menyungging senyum tipis ke arah musuh-musuhnya itu.


.


"Ayo! Kisanak.. Apa Kalian takut melihat kipas ini hah!" Bentak Wulan Ayu dengan nada tantangan, mendengar tantangan yang meremehkan mereka. Murid-murid Perguruan Belati Terbang itu lansung merangsek menyerang dengan pedang di tangan.


"Heaaa....!"


Wut..! Wut.....!


"Hiaaa.....!"

__ADS_1


Trang.! Trang...!


Suara berdenting sahut menyahut ketika pedang dengan daun kipas elang perak itu beradu, setiap sabetan dan tikaman selalu di halangi kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu. dengan begitu cepat Bidadari Pencabut Nyawa malah memberikan serangan balik, beberapa tendangan dan pukulan tangan kosong nya berhasil menghajar beberapa orang murid Kala Ireng itu.


"Aaakh...!"


Beberapa orang pengeroyok yang terhantam pukulan dan tendangan Bidadari Pencabut Nyawa itu, lansung terpental ke tanah, mereka mengalami luka dalam yang cukup parah. Melihat kawan-Kawannya jatuh yang lain malah kalap menyerang tak beraturan lagi, tentu saja semua itu menguntungkan di pihak Bidadari Pencabut Nyawa. Ia jadi lebih mudah menghajar mereka yang menyerangnya dengan amarah itu.


.


Buk..! Buk..!


Srasss...! Stret...!


"Aaaa....!"


Lebih dari Lima orang terpental ke tanah terkena tendangan kaki Bidadari Pencabut Nyawa yang bergerak begitu cepat, dan beberapa orang harus ambruk terkena sabetan ujung kipas elang perak.


Pisau-pisau di ujung daun kipas itu.


.


Sementara itu Pendekar Naga Sakti terlibat pertarungan sengit dengan dengan para mengeroyoknya, pedang di tangan para pengeroyok itu mencerca dengan berturut-turut, dan beraturan.


.


Pendekar Naga Sakti terpaksa berjumpalitan di udara menghindari serangannya pedang para murid Perguruan Belati Terbang itu. Namun tidak buruh waktu lama Pendekar Naga Sakti itu telah berhasil memberikan serangan balasan.


Buk..! Buk.!


Dua orang murid Perguruan Belati Terbang itu terpental terkena tendangan Bertenaga dalam tinggi.


Mereka lansung mengalami luka dalam yang begitu parah, ketika mereka berusaha berdiri darah menyembur dari mulut. Kedua orang yang terkena tendangan Anggala itu tidak sanggup bertarung lagi.


.


Beberapa orang murid yang mengeroyok Pendekar Naga Sakti itu lansung melempar beberapa bilah pisau belati terbang.


.


Set...! Set....! Set....!


.


.


Bersambung


Jangan lupa like


Koment


Vote


Favoritnya ya....


Terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2