
Cahaya mentari yang mulai menyengat kulit, burung burung berterbangan mencari makan dari pohon ke pohon, rerimbunan hutan menjadi tempat penghuninya bersembunyi dan mengais rezeki.
Sementara itu, pertarungan dua kelompok di tengah hutan itu, semakin sengit, orang-orang Kelompok Tengkorak Besi dan orang-orang Perguruan Kera Sakti yang di bantu Pendekar Naga Sakti dan para pendekar yang lain.
Pendekar Naga Sakti, yang masih bertarung melawan Denta, dan Bidadari Pencabut Nyawa masih terlibat pertarungan sengit dengan si Golok Kembar, Goro.
Denta si Kapak Kembar Pencabut Nyawa, terpental terhantam pukulan 'Tinju Halilintar'. Anggala. Denta cepat melompat bangun tapi darah mengalir dari sela-sela bibirnya saat ia berusaha bangun, si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu menyeka darah yang mengalir di sela bibirnya.
Anggala menjejakkan kaki ke tanah setelah menggunakan jurus 'Tinju Halilintar'. nya. Pendekar Naga Sakti berdiri tegak tidak jauh dari si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu.
Denta berusaha mengalirkan hawa murni ke tubuhnya, mengobati luka dalam yang ia derita.
Sedangkan Pendekar Naga Sakti, menunggu musuh yang lagi berusaha menyembuhkan diri itu.
"Bagaimana Ki, kita lanjutkan?"
"Bangsat Kau, anak muda. Aku belum kalah!" geram si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu, laki-laki berperawakan cukup tegar itu mengerahkan tenaga dalamnya.
Sebuah Ajian tampak di persiapkan, Denta menyusun tangannya yang memegang kapak bermata dua itu. Kapak itu mengeluarkan cahaya bak api menyala, perlahan Denta mengangkat tangan nya ke atas kepala.
"Kapak Api Pembelah Bumi! Heaaa......!" dengan teriakan nyaring Denta mengayunkan tangannya ke depan, sebuah bayangan api berbentuk kapak raksasa menderu ke arah Pendekar Naga Sakti.
Wusss........!
Blaaarrr.......!
Pendekar Naga Sakti melesat menghindari serangan Kapak besar dari cahaya merah api itu, sehingga serangan Denta hanya mengenai tanah.
Begitu menjejak tanah Pendekar Naga Sakti lansung melesat dengan jurus 'Tapak Naga'. tingkat lima, di tambah dengan ' Jurus Langkah Malaikat'. kecepatannya hampir tidak terlihat mata.
Denta si Kapak Kembar Pencabut Nyawa, terpaksa menangkis serangan Pendekar Naga Sakti itu, dengan kapak bermata dua di tangannya.
Desss......!
"Aaakh.....!"
Denta terlempar jauh ke belakang beberapa tombak ke tanah, si Kapak Kembar Pencabut Nyawa itu jatuh bergulingan, begitu ia berusaha berdiri darah segar menyembur dari mulutnya, pertanda luka dalamnya semakin parah. Denta pun jatuh berlutut.
Melihat musuhnya terluka dalam, Pendekar Naga Sakti melesat ke arah pertarungan dan membantu orang orang Perguruan Kera Sakti itu.
"Hiyaaa.....!"
__ADS_1
Duak......!
"Aaaa......!"
Dua orang anggota Kelompok Tengkorak Besi terpental ke tanah terkena tendangan Pendekar Naga Sakti itu, mereka lansung terluka dalam, dan hanya mampu menggeliat di tanah.
Sementara itu Bidadari Pencabut Nyawa, yang telah menghunus Pedang Elang Perak, memakai jurus 'Pedang Kayangan'. berhadapan dengan si Golok Kembar.
"Hiyaaat.....!
Set......!
Wusss......!
Trang.....!
Goro terhempas, terdorong ke belakang, terhantam hempasan tenaga dalam Bidadari Pencabut Nyawa itu. Goro segera melompat mundur sambil mengerahkan tenaga dalamnya.
Set.....!
Set....!
Goro memainkan golok di sekeliling tubuhnya, hawa panas mulai merebak di sekitar tubuhnya, ia memainkan jurus 'Golok Neraka Membakar Bumi'.
Wulan Ayu bersiap dengan jurus 'Pedang Kayangan'. tingkat tujuh, Pedang Menembus Awan.
"Heaa.....!" si Golok Kembar melesat ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dengan begitu cepat, kedua goloknya di depan dada, Wulan Ayu pun menyongsong di udara dengan pedang elang perak mengeluarkan sinar putih terang.
Wosss.....!
Set.....!
Trang......!
Blaaarrr.......!
Begitu ke Tiga senjata beradu, dua cahaya pun ikut bertabrakan ledakan dahsyat terdengar di sekitar hutan itu, si Golok Kembar terlempar beberapa tombak, dan jatuh bergulingan di tanah,
"Huaks......!"
Darah segar menyembur dari mulutnya, begitu ia berusaha berdiri ia sempoyongan dan kembali jatuh ke tanah dalam keadaan berlutut, tampak salah satu golok di tangannya tinggal separuh, golok di tangan kanannya patah menjadi dua bagian.
__ADS_1
Sedangkan Wulan Bidadari Pencabut Nyawa hanya terjajarr dua tombak ke belakang, murid Sepasang Pendekar Pemarah itu cepat mengatur napasnya, dan menstabilkan tekanan darah di tubuh nya dengan mengalirkan hawa murni ke aliran darahnya.
Wulan Ayu melihat musuhnya terluka, gadis itu pun melesat meninggalkan Goro.
Tanpa banyak bicara Wulan Ayu lansung membantu Aruni dan Jaka Kelana yang di keroyok anggota Kelompok Tengkorak Besi itu.
"Hiyaaa.......!"
Duk.......!"
"Aakh......!"
Sebuah tendangan terbang Wulan Ayu, mengenai tubuh salah seorang anggota Kelompok Tengkorak Besi yang mengeroyok Aruni dan Jaka Kelana, sehingga laki-laki itu terpental ke tanah.
"Heaa.....!"
Wut.........!
Salah seorang anggota Kelompok Tengkorak Besi, lansung menyerang Wulan Ayu dengan pedangnya, Wulan Ayu pun melentingkan tubuhnya ke udara menghindari sabetan musuhnya, dengan cepat ia memberikan serangan balik, sebuah tendangan cepat menghantam dada musuhnya itu.
Tidak butuh waktu lama mereka telah berhasil mendesak anggota Kelompok Tengkorak Besi, hingga lebih dari separuh anggota Kelompok Tengkorak Besi jatuh ke tanah.
Melihat teman temannya berjatuhan, di hajar para pendekar yang membantu Orang orang Perguruan
Kera Sakti itu.
Sementara itu Denta dan Goro bersemedi untuk menyembuhkan luka dalam mereka, semua anggota mereka telah mundur ke belakang kedua pimpinan mereka.
Anggala dan Wulan Ayu melompat ke depan Denta dan Goro, begitu kedua pimpinan Kelompok Tengkorak Besi membuka mata, para pendekar dan anggota Perguruan Kera Sakti telah berada di depan mereka.
"Bagaimana Kisanak? Kita lanjutkan?" tantang Anggala dengan nada suara datar dengan tatapan tajam bak mata elang.
Denta dan Goro saling pandang satu lama lain, mereka tampak ragu mau menjawab pertanyaan Anggala itu.
Tanpa banyak bicara lagi mereka berdua memberikan perintah kepada anggota mereka untuk mundur, mereka pun meninggalkan tempat itu.
"Kami belum kalah pendekar tunggu pembalasan kami!" teriak Debat sebelum melesat ke dalam hutan.
.
.
__ADS_1
Bersambung...