
Wulan Ayu dan Anggala yang maju ke barisan depan, lansung menemui Pangeran Roksa Galuh.
Tampak dibelakang mereka berdua, para pendekar golongan putih, dan para punggawa kedua kerajaan, bersiaga jika terjadi yang tidak di inginkan.
Pangeran Roksa Galuh menyambut, Wulan Ayu dan Anggala secara langsung, mereka mengadakan perundingan di perkemahan Pangeran Roksa Galuh.
Sekitar dua jam, mereka berunding mereka pun keluar dari perkemahan itu, mereka menuju medan perang.
Ternyata Pangeran Roksa Galuh, menantang Wulan Ayu satu lawan satu, Wulan Ayu menerima tantangan itu, mereka pun bersiap di tengah medan perang.
"Dinda hati hati, Kakak lihat tenaga dalam Pangeran Roksa Galuh, mempunyai aura hitam...!?" ujar Anggala memperingatkan, Wulan Ayu.
"Baik Kak...!!" Jawab Wulan Ayu, sambil berjalan ke tengah arena pertarungan.
Pangeran Roksa Galuh bersiap dengan kuda kuda, ia belum menghunus pedang di pinggangnya.
Wulan Ayu bersiap dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'.
"Haaa....!"
Pangeran Roksa Galuh melompat menyerang Wulan Ayu dengan sebuah tendangan, Wulan Ayu menyambut dengan tangisan telapak tangannya.
Tap...!
"Hip......!"
Wulan Ayu berkelit ke samping, dengan sebuah serangan tàngan ke arah dada Pangeran Roksa Galuh.
"Hih.....!"
Pangeran Roksa Galuh terpaksa menarik mundur, tubuhnya ke belakang menghindari telapak tangan Wulan Ayu, yang berisi tenaga dalam yang tidak bisa di anggap enteng.
"Hup....!"
Pangeran Roksa Galuh melompat mundur, beberapa langkah kebelakang, ia meningkatkan tenaga dalamnya, ia bersiap dengan serangan yang lebih dahsyat lagi.
Wulan Ayu pun bersiap, dengan meningkatkan tenaga dalam dan 'Jurus Bidadari Kayangan'. dengan tingkàtan, yang lebih tinggi levelnya.
__ADS_1
Pangeran Roksa Galuh melompat menyerang Wulan Ayu dengan sebuah pukulan bertenaga dalam tinggi, Wulan Ayu menyongsong dengan telapak tangan menghadap ke depan.
Dik....!
Dress....!
Tenaga dalam mereka beradu, keduanya terbakar mundur, Pangeran Roksa Galuh lansung mengusulkan sebuah tendangan, Wulan Ayu melompat berjumpalitan di udara, menghindari tendangan itu.
Wulan Ayu balik menyerang dengan sebuah tendangan keras ke arah dada Pangeran Roksa Galuh. Pangeran Roksa Galuh terpaksa menapaki tendangan itu dengan kedua tangannya.
Dik...!
Pangeran Roksa Galuh terjajar mundur beberapa tombak ke belakang, Wulan Ayu, begitu menjejak tanah lansung menyerang kembali dengan 'Jurus Bidadari Kayangan.
Ia melompat ke udara dengan begitu cepatnya, sehingga tubuhnya bagai sebuah bayangan, meluncur deras ke arah Pangeran Roksa Galuh.
"Hup......!"
Pangeran Roksa Galuh terpaksa melompat ke udara, menghindari serangan Wulan Ayu itu, Wulan Ayu melompat kembali dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'.
Kali ini Pangeran Roksa Galuh menyambut serangan Wulan Ayu itu, dengan sebuah pukulan tàngan kosong bertenaga dalam tinggi.
Wulan Ayu terjajar tiga tombak ke belakang, Pangeran Roksa Galuh kali ini balik menyerang dengan sebuah tendangan berantai ke arah Bidadari Pencabut Nyawa itu.
"Hiyaaat.....!"
Wulan Ayu berjumpalitan menghindari tendangan, Pangeran Roksa Galuh itu.
Pangeran Roksa Galuh mengembor marah, karna tendangannya hanya mengenai angin kosong.
Pangeran Roksa Galuh melompat kebelakang,
ia meningkatkan tenaga dalamnya, dan merapat sebuah Ajian yang ia pelajari dari Orang orang Lembah Tengkorak.
Wulan Ayu pun kembali meningkatkan tenaga dalamnya, ia bersiap dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'. tingkat tujuh.
"Heaaa....!"
__ADS_1
Pangeran Roksa Galuh melompat menyerang Wulan Ayu dengan telapak tangan berwarna hitam,
ia memakai 'Jurus Iblis Hitam Pencabut Nyawa'.
"Hiaaa...!"
Wulan Ayu melompat menyongsong dengan kedua tangan di depan dada, yang berisi tenaga dalam tinggi.
Dess......!
Duaaar.........!
Ledakan dahsyat mengguncang tempat itu, ketika kedua pukulan bertenaga dalam tinggi itu bertemu.
Wulan Ayu terjajar enam tombak ke belakang, dengan memegangi dadanya, ia mengalami sirkulasi darah kacau, karna adu tenaga dalam tadi.
Pangeran Roksa Galuh melompat menyerang Wulan Ayu dengan telapak tangan di depan dada dada, ia masih menggunakan Jurus Iblis Hitam Pencabut Nyawa.
Wulan Ayu terpaksa melompat mundur, menjauhi Pangeran Roksa Galuh, ia belum sempat mengatur sirkulasi darahnya yang kacau.
Pangeran Roksa Galuh tidak memberikan kesempatan, ia terus menyerang Wulan Ayu, dengan Jurus mematikan itu.
Wulan Ayu berjumpalitan menghindari setiap serangan Pangeran Roksa Galuh, ia belum berkesempatan memakai jurus jurus andalannya.
Pangeran Roksa Galuh, terus mendesak Wulan Ayu, dengan Jurus Jurus yang ia pelajari, dari para tokoh hitam Lembah Tengkorak.
Saat Wulan Ayu hampir jadi sasaran, pukulan Pangeran Roksa Galuh. Sebuah bayangan putih menghalangi Pangeran Roksa Galuh.
Wusss......!
Tap...!
Desss.....!
Bayangan putih itu menangkis, dan langsung menyarangkan sebuah pukulan telapak tangan ke arah dada Pangeran Roksa Galuh.
Pangeran Roksa Galuh terkejut bukan kepalang, saat melihat orang yang menolong Wulan Ayu itu.
__ADS_1
Bersambung.........