Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Tiga Elang. Kematian Jagat Pati


__ADS_3

Dewi Aurora segera meningkatkan tenaga dalam nya kearah kedua telapak tangannya, yang ia rapatkan didepan dada. Tidak lama kemudian Dewi Aurora melepaskan rapatan kedua telapak tangannya. Kedua telapak tangan Elang Hijau tersebut telah berubah menjadi keperakan.


"Hup!"


Dewi Aurora memasang kuda-kuda siap bertarung, kedua telapak tangannya membentuk cakar elang, Cahaya putih keperakan menyinari kedua tangan Elang Hijau itu.


"Heaaa...!"


Teriakan menggelegar dari mulut Jagat, maka tubuhnya melesat bagai kilat menyerang kearah Elang Hijau. Elang Hijau yang telah bersiap dengan jurus pamungkasnya pun melesat menyongsong.


Wuss..!


Wuss..!


Bagai dua bayangan kedua pendekar lain jenis kelamin itu saling menyerang. Dewi Aurora yang memakai 'Jurus Elang Kayangan'. melesat cepat menapaki setiap serangan cakar singa Jagat Pati tersebut. Jagat Pati yang membanggakan jurus singa merahnya tampak agak terkejut melihat gadis cantik berbaju hijau tersebut bisa mengimbangi jurus-jurus singa merahnya.


"Hiyaaa...!"


Dewi Aurora meningkatkan pola serangannya. Sebuah patukan paruh elang dari ujung jari Elang Hijau berhasil melukai lengan kiri Jagat Pati.


Tuk!


"Aakh...!"


Jagat Pati meringis menahan sakit di lengan kirinya. Untuk menghalau serangan Elang Hijau, Jagat Pati melepaskan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi. Elang Hijau yang terkejut dengan tendangan dadakan Jagat Pati itu, terpaksa melentingkan tubuhnya keudara.


Jagat Pati melompat mundur kebelakang sekitar tiga tombak, darah tampak mengucur dari luka di lengan kirinya.


"Bangsat! Rupanya jurus paruh elang gadis itu berhasil menembus kekebalan Ajian Singa Merahku," guman Jagat Pati hampir tidak terdengar. Jagat Pati berusaha mengobati luka di tangannya, dengan mengalirkan hawa murni kearah lukanya.


"Hmm...! Tampaknya ilmu Elang Kayangan mampu menembus kekebalan tubuh Jagat Pati yang memakai Ilmu Singa Merah, tapi kedua kakakku tidak bisa menguasai ilmu itu, aku harus cepat menyelesaikan pertarunganku, dan membantu mereka," guman Dewi Aurora setengah berbisik pada dirinya sendiri. Kali ini Elang Hijau bersiap dengan tingkatan lebih tinggi, yaitu Ilmu Paruh Elang Menembus Awan'.


"Kurang ajar. Gadis ini mempunyai kesaktian tersembunyi, aku salah menganggap remeh kemampuannya!" guman Jagat Pati dalam hati.


Tangan Elang Hijau yang diselimuti cahaya keperakan kini berubah menjadi kuning keemasan.


"Hup! Hiyaaat!"

__ADS_1


Jerit melengking Dewi Aurora mengawali tubuhnya melesat keudara, setelah itu ia menukik tajam dengan kedua tangan membentuk paruh elang. Jagat Pati terkesima melihat gerakan gadis cantik itu. Jagat Pati seperti lupa kalau bahaya besar mengincarnya.


Dik! Dik!


Crep! Sret!


"Aaakh....!"


Jagat Pati berusaha menangkis serangan Elang Hijau itu. Namun kedua tangannya malah jadi sasaran empuk jurus elang Dewi Aurora itu. Darah mengucur dari kedua lengan Jagat Pati. Warok Singa Merah kedua itu berusaha melompat mundur, tapi terlambat. Sebuah serangan cepat Elang Hijau telah mengenai dadanya sebelah kiri.


Crak!


"Aaakh...!"


Suara lenguhan tertahan keluar dari mulut Warok Singa Merah kedua tersebut. Darah merah kehitaman menyembur dari mulutnya. Di iringi tubuh Warok Singa Merah kedua itu terlempar ketanah. Beberapa saat Jagat Pati menggeliat sambil mengerang kesakitan. Tangan kirinya yang telah kembali kewujud tangan manusia, tampak memegangi luka di bagian dada kirinya.


Mata Jagat Pati melotot memandang kearah Elang Hijau, Warok Singa Merah kedua itu seakan tidak percaya ia dikalahkan oleh seorang gadis muda yang baru turun gunung di dunia persilatan ini.


Perlahan tubuh Jagat Pati berhenti bergerak. Jagat Pati tewas dengan darah mengalir dari dada dan mulutnya dengan mata melotot.


"Akhirnya, Kau harus membayar semua perbuatanmu dimasa lalu Jagat Pati!" desis Dewi Aurora sambil memandangi mayat Jagat Pati yang telah terbujur kaku.


"Hup!"


Tuk! Tuk!


Wut! Wuk...!


Namun rupanya serangan Dewi Aurora yang memakai Ilmu Elang Kayangan, Paruh Elang Menembus Awan tidak mampu melukai tubuh Jagat Alam. Jagat Alam cepat mengayunkan cakarnya kearah Elang Hijau itu. Gadis cantik itu terpaksa melentingkan tubuhnya kebelakang.


"Bangsat! Kau juga datang mengeroyokku. Dimana Kanda Jagat Pati?" bentak Jagat Alam sambil menatap tajam kearah Elang Hijau.


"Aku telah mengirimnya ke akhirat. Berikutnya adalah giliranmu Jagat Alam!" dengus Elang Hijau begitu sengit. Pandangan tajam bak mata elang memperhatikan mangsa.


"Hahaha...! Kau memcoba menggertakku gadis tolol, Kau kira Kanda Jagat Pati mudah dikalahkan!" berang Jagat Alam mendengar perkataan Dewi Aurora tersebut.


"Kalau Kau tidak percaya lihatlah ke sebelah kananmu!" balas Dewi Aurora tanpa bergeming. Perlahan Jagat Alam mengalihkan pandangannya. Mata Jagat Alam terbelalak melihat kakaknya telah terbujur ditanah.

__ADS_1


"Kanda.. Jagat Pati...!" teriak Jagat Alam langsung melompat dan langsung memeluk tubuh Jagat Pati yang tidak bernyawa itu. Di goncang-goncangkannya tubuh Jagat Pati sambil menangis. Air mata Jagat Alam mengalir membasahi pipinya dan jatuh ke wajah pucat milik Jagat Pati itu. Rasa tidak percaya bercampur aduk dihati Jagat Alam. Kesedihannya tidak terbendung. Jagat Alam menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh Jagat Pati.


Perlahan Jagat Alam menutup kedua mata Jagat Pati yang masih terbuka. Di usapnya darah dari bibir dan dagu Jagat Pati. Perlahan dan dengan begitu lembut Jagat Alam meletakkan tubuh sang Kakak keatas tanah. Jagat Alam menatap tajam kearah Dewi Aurora.


"Kau harus membayar kematian kakakku dengan nyawamu!" geram Jagat Alam menatap tajam kearah Elang Hijau. Sekali lompatan Jagat Alam telah berada sekitar dua tombak di hadapan para pendekar wanita itu.


"Kak Wulan, ajaklah Kak Arau dan Kak Pingai mundur dulu, biar ku hadapi Warok Singa Merah satu ini, obati dulu luka kalian," ucap Elang Hijau tanpa menolehkan pandangan. Gadis cantik berbaju hijau itu langsung meningkatkan tenaga dalamnya dan merapal ' Ilmu Elang Kayangan'. Elang Kayangan Memutari Pelangi.


"Heaaa...!"


Jagat Alam yang tampak begitu marah. Langsung meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat yang lebih tinggi hampir mencapai puncak yang ia miliki. Cahaya merah menyala menyelubungi tubuhnya. Jagat Alam Lansung menggunakan ' Ajian Singa Emas'. Wajah dan tangannya lansung berubah menjadi kuning keemasan. Kedua tangannya berubah menjadi cakar singa.


"Heaaa...!!"


Jerit melengking membahana keluar dari mulut Jagat Alam. Seketika itu pula tubuhnya melesat dan melompat bagai singa menerkam. Elang Hijau pun melesat menyongsong. Keduanya pun bertemu di udara.


Dik! Dik!


Desss! Desss..!


Dua pukulan kesaktian itu bertemu di udara. Letupan kecil membuat keduanya saling terdorong kebelakang. Dewi Arau terdorong sekitar empat tombak ke belakang. Begitupun dengan Jagat Alam. Laki-laki berumur sekitar lima puluh lima tahun tersebut harus terdorong sekitar empat tombak juga ke belakang.


"Huakh..!"


Dewi Aurora tampak terbatuk. Ada darah yang mengalir dari sela-sela bibirnya ranumnya. Dewi Aurora cepat mengusap darah dari sela bibirnya dan segera bersiap kembali, untuk bertarung.


"Aurora, jangan paksakan diri. Kita hadapi ilmu iblis itu bersama-sama!" ucap Bidadari Pencabut Nyawa sambil memegangi bahu Elang Hijau yang hampir terhuyung. Sementara itu yang terjadi dengan Jagat Alam juga sama, walau tidak membatukkan darah. Namun tampak darah merah kehitaman mengalir dari sudut bibir hitam Jagat Alam.


"Terima kasih Kak Wulan," ucap Dewi Aurora sambil berusaha tersenyum. Dewi Arau dan Dewi Pingai pun telah berdiri di sampingnya.


"Sama-sama, kita hadapi dia bersama-sama. Aku yakin dia punya kelemahan!" kata Bidadari Pencabut Nyawa sambil tersenyum. Pedang elang perak telah tergenggam ditangan kanannya.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya teman-teman. Author jarang up, karna author lagi sibuk dengan pekerjaan di dunia nyata. tetap dukung novel ini ya... sebagai penyemangat author untuk up...Terima kasih banyak.


__ADS_2