Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Tiga Elang. Saling Berhadapan


__ADS_3

Entah dari mana datangnya, sekitar lima puluh orang berpakaian ala ninja berlompatan dari balik bangunan itu. Orang-orang bertopeng itu langsung mengepung ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.


Tiga Warok Singa Merah dan Para tamu undangan lainnya hanya diam menjadi penonton. Tiga Elang yang dari tadi diam tiba-tiba melesat ke arah meja yang di tempati Tiga Warok Singa Merah itu.


Brak..!


Meja besar yang dipenuhi makanan dan minuman itu hancur berkeping-keping terkena tendangan kaki Dewi Arau. Tiga Warok Singa Merah terpaksa melompat ke belakang menghindar.


"Bangsat! Kalian mau cari mati gadis-gadis cantik!" bentak Jagat Alam melihat meja yang mereka tempati hancur berkeping-keping.


"Kita punya urusan Tiga Warok!" ujar Dewi Arau Begitu dingin.


"Hahaha...! Bertemu saja, baru kali ini bagaimana kita punya urusan gadis cantik!" jawab Jagat Satra sambil tertawa.


"Apa kau ingat Desa Tanjung Sari dua puluh tahun yang lalu, hah..!" bentak Dewi Arau dengan begitu sengit.


"Desa Tanjung Sari, dua puluh tahun yang lalu. Ya, kami memang mengobrak-abrik Desa itu dua puluh tahun yang lalu. Apa hubungan mu dengan Desa Tanjung Sari?" Jagat Satra seperti mengingat sesuatu.


"Kau telah membunuh kedua orang tua kami dua puluh tahun yang lalu. Sekarang Kalian bertiga harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian di masa lalu!" dengus Dewi Arau sambil menunjuk ke arah Jagat Satra beserta kedua adiknya.


"He he he...! Gadis cantik. Sebenarnya kami menyegani guru Kalian Elang Hitam. Namun jika balas dendam keinginan kalian. Kami akan melayani, he he he...!" tawa Jagat Satra dengan terkekeh.


Sring!


Dewi Arau langsung menghunus sepasang pedang pemberian gurunya Elang Hitam. Sepasang pedang berwarna putih itu tampak berkilat terkena cahaya api dari obor yang menerangi tempat itu.


Dewi Pingai dan Dewi Aurora pun tidak tinggal diam, kedua gadis itu juga menghunus pedang dan menghadang kedua adik Jagat Satra itu.


"He he he...! Rupanya aku memang beruntung kali ini, Elang Hitam mengirimkan muridnya yang cantik-cantik dan bahenol ke gunung pungur ini. He he he...!" kekeh Jagat Alam tampak malah tertawa terkekeh di hadang Dewi Pingai.


"Tertawalah selagi bisa manusia laknat, hari ini adalah hari perhitungan dosa-dosa kalian!" hardik Dewi Pingai dengan tatapan tajam penuh kebencian. Sepasang pedang di tangan gadis cantik berbaju kuning itu melintang di depan dada.


Sementara itu Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa yang di kepung oleh empat orang pimpinan Perampok anak buah Warok Singa Merah dan puluhan orang berpakaian ala ninja tampak telah terlibat pertarungan.


Beberapa orang golongan hitam yang hadir di sana tampak menjadi penonton. Salah seorang tokoh Hitam yang cukup terkenal di wilayah selatan ini adalah Datuk Prabang Kara yang bergelar Iblis Kelabang Hijau.

__ADS_1


Beberapa tokoh hitam lainnya adalah kepala penyamun yang jadi taklukan Tiga Warok Singa Merah. Fhatiklah yang paling tenang. Pendekar Naga Hitam itu duduk tenang sambil menikmati hidangan yang telah di siapkan para pelayan Tiga Warok Singa Merah.


Sret!


Kipas Elang Perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa berkelebat menapaki serangan musuh yang datang bertubi-tubi. Dengan Jurus Kipas Elang Perak dan jurus 'Bidadari Kayangan'. tingkat lima nya Bidadari Pencabut Nyawa berkelebat dengan sangat cepat.


"Hiyaaa...!"


Buak! Dess..!


"Aaakh...!" dua orang Anggota orang-orang berpakaian ala ninja itu harus terpental ke tanah, kipas Elang Perak tepat menghantam dadanya. Salah seorang dari kelompok itu mencoba membokong dari belakang namun naas, kaki kanan Bidadari Pencabut Nyawa bergerak begitu cepat sehingga orang itu tidak sempat menghindar lagi.


"Hup!


Ctar! Ctar! Srass...! Ctar!


Sekitar sepuluh orang pengeroyok yang bergerak menerjang Pendekar Naga Sakti terpental terhantam lidah petir yang tiba-tiba menyambar ke arah mereka. jurus 'Tinju Halilintar'. tingkat lima yang di gunakan Pendekar Naga Sakti itu membuat para pengeroyok itu terpaksa melompat mundur.


"Mundur kalian, hadapi gadis itu biar kami yang menghadapi mereka," perintah Sapta Mara pada orang berpakaian ala ninja itu. Empat orang petinggi Perampok Singa Merah itu langsung mengepung ke arah Pendekar Naga Sakti.


"He he he....! Rupanya nama besar Perampok Singa Merah itu hanya isapan jempol belaka. Perampok yang menguasai daerah gunung pungur ini hanya berani main keroyokan!"


Tiba-tiba suara menggema di tempat itu, membuat semua orang mengedarkan pandangannya, mencari asal suara itu.


Wuss..!


Tiba-tiba empat bayangan melesat bagai kilat dan berdiri di tengah-tengah arena tempat itu. Tampak Pengemis Gila dan Tiga Pendekar Tongkat Naga Emas berdiri sambil tertawa.


"He he he...! Kek, mereka melihat kita seperti melihat setan. Siapa yang sebenarnya yang setan Kek? Kita yang setan, apa mereka, Kek?" tanya Kamandaka sambil tertawa terkekeh, jari tangan kirinya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"He he he..., yang datang seperti dedemit kita. Tapi rupanya kita masuk ke sarang dedemit banci! Hehehe...!" jawab Pengemis Gila dengan tawa khasnya.


"Bangsat! Kenapa jadi begini? Kenapa orang-orang golongan putih datang berbondong-bondong kesini? Mana tiga gadis ini membuat repot lagi," geram Jagat Satra sambil memandang ke arah Pengemis Gila dan Tiga Pendekar Tongkat Naga Emas.


"Jagat Pati. Hadapi pengemis itu, biar tiga gadis ini kami yang urus!" perintah Jagat Satra.

__ADS_1


"Baik, Kanda!" jawab Jagat Pati. Laki-laki setengah baya itu melompat ke depan Pengemis Gila dan Tiga Pendekar Tongkat Naga Emas.


"Hup!" Dewi Aurora melesat ke arah Jagat Pati dengan begitu cepat. Gadis cantik berbaju hijau itu mengacungkan pedang di tangan kanannya ke arah Jagat Pati.


"Kau kira bisa lari dariku, bangsat! Urusan kita belum selesai," hardik Elang Hijau dengan sengit.


"Heh! Rupanya Kau memang ingin mati di tanganku gadis J4lang! Heaaah....!" kesal di buru oleh Dewi Aurora Jagat Pati langsung merangsek dengan pukulan jarak jauh, dua sinar putih melesat dari tangan Warok Singa Merah kedua itu.


Blass....!!"


Burrr.....!!


Tanah tempat Elang Hijau berhamburan terkena dua sinar dari tangan Jagat Pati itu. Namun Aurora telah melentingkan tubuhnya ke udara dengan begitu cepat.


"Hiaaa...!"


Dewi Aurora langsung melesat bagai elang ke arah Jagat Pati. Dua pedang di tangan gadis cantik berbaju hijau itu menyabet dengan cepat ke arah kepala dan leher Jagat Pati.


Set! Wut!


"Hup!" Jagat Pati cepat menunduk dan menarik kepalanya kebelakang. Jika terlambat sedikit saja tentu pedang putih di tangan Elang hijau itu, tentu akan membuat kepala Jagat Pati mengelinding di tanah.


Sret!


Jagat Pati melompat kebelakang tiga tombak. Warok Singa Merah kedua itu bersiap dengan ilmu 'Singa Cakar Singa Menerkam Mangsa'.


Wut! Wut!


Dewi Aurora mengebutkan pedang di sekitar tubuhnya. Gadis cantik itu bersiap dengan jurus 'Pedang Elang Menembus Awan'. Bayangan pedang putih di tangan Dewi Aurora begitu cepat, sehingga yang terlihat hanya bayangan puluhan mata pedang mengelilingi tubuhnya.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya teman-teman. Sebagai dukungan buat novel ini. Maaf kalau akhir ini author sering telat upload, karna author lagi sibuk banget di dunia nyata.


__ADS_2