
Serangan Garang Amara yang cukup berbahaya itu di sambut dengan Jurus rajawali Pendekar Naga Sakti sehingga mereka terlihat saling menyerang dan menangkis serangan musuh. Namun kecepatan gerakan Anggala rupanya cukup jauh di atas Garang Amara sehingga sebuah serangan tangan Anggala yang membentuk paruh rajawali itu hampir mengenainya.
.
Garang Amara terpaksa menarik tubuhnya ke belakang dan segera menyusulkan sebuah pukulan balasan.
.
Pendekar Naga Sakti bergerak begitu cepat dengan perpaduan jurus rajawali dan 'Jurus Langkah Malaikat sehingga serangan Garang Amara itu hanya mengenai angin kosong.
.
"Bangsat! Heaaa...!"
.
Garang Amara mengembor marah karna seranganya begitu mudah di hindari Pendekar Naga Sakti.
.
"Ajian Siluman Kalajengking! Heaaa...!"
.
Garang Amara merapatkan kedua tangannya di atas kepala cahaya merah kehitaman menyelubungi tubuhnya. Cahaya hitam itu membentuk Kalajengking yang cukup besar setinggi lima tombak ke atas.
.
"Baiklah akan ku coba dengan 'Jurus Tapak Naga'. tingkat lima," Guman Pendekar Naga Sakti dalam hati. Pendekar Naga Sakti pun meningkatkan tenaga dalamnya ke arah dua tangannya. Cahaya putih kekuningan menyelubungi kedua telapak tangan Pendekar Naga Sakti itu. Cahaya kuning itu membentuk kepala naga yang menganga.
.
Wuss..!
__ADS_1
Garang Amara bergerak cepat ke arah Pendekar Naga Sakti dengan bayangan merah kehitaman membentuk kalajengking raksasa itu.
.
Srak.!
Dua jepit raksasa kalajengking dari cahaya itu berusaha menjepit tubuh Pendekar Naga Sakti. Pendekar Naga Sakti cepat melentingkan tubuhnya ke udara menghindar serangan Kalajengking raksasa itu.
.
"Hup!
"Hiaaa...!"
Pendekar Naga Sakti meluncur cepat ke arah Garang Amara yang di kelilingi cahaya merah kehitaman membentuk kalajengking itu. Kedua telapak tangannya yang di selubungi cahaya kuning membentuk kepala naga itu di depan.
.
Ekor Kalajengking raksasa itu meluncur ke depan menyongsong gerakan Pendekar Naga Sakti itu.
.
Desss....!
Blaaarrr.......!!"
Ledakan dua tenaga besar itu mengakibatkan ledakan yang begitu dahsyat. Tempat itu bagai terguncang gempa. Debu dan tanah berhamburan ke udara menutupi tempat itu.
.
Garang Amara terpental sekitar sepuluh tombak ke dalam hutan. Darah segar kehitaman menyembur dari mulut Garang Amara. Wajah Seram Garang Amara agak berubah pucat. Tanpa pikir panjang lagi Garang Amara yang mengalami luka dalam itu langsung melesat meninggalkan tempat itu.
.
__ADS_1
Sementara itu Pendekar Naga Sakti yang terjajar sekitar tiga tombak kebelakang. Pendekar Naga Sakti cepat-cepat mengatur sirkulasi darah dan pernapasannya. Begitu Pendekar Naga Sakti selesai mengatur jalan darahnya. Debu-debu dan tanah telah kembali jatuh ke bumi. Barulah Pendekar Naga Sakti menyadari Si Kalajengking Merah telah meninggalkan tempat itu.
.
"Huh.. Pengecut Kau Kalajengking Merah!" guman Pendekar Naga Sakti seperti berbicara pada diri sendiri.
.
"Kak Anggala! Apa Kakak tidak apa-apa?" tanya Wulan Ayu tampak menghampiri Anggala. Tiga Elang pun ikut keluar menemui Anggala dan Wulan Ayu.
.
"Kakak baik-baik saja Dinda," Jawab Anggala sambil tersenyum.
.
"Syukurlah.. Tampaknya Ajian Siluman Kalajengking itu cukup berbahaya, untuk Kakak menghadapinya dengan Jurus Tapak Naga tingkat lima," Ucap Wulan Ayu, gadis itu tampak lega mengetahui kekasihnya itu tidak mengalami luka akibat bertarung dengan Garang Amara tadi.
.
"Tampaknya anggota Perampok Singa Merah itu terus mencoba kesaktian Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa tuh," Kata Dewi Arau sambil tersenyum.
.
"Biar saja mereka datang! Jika mereka tidak keburu kabur, kita habisi mereka!" Jawab Wulan Ayu sambil menarik lengan Dewi Arau. Mereka pun berjalan menuju warung Ki Suro itu.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like Koment dan favorit nya ya teman-teman. Terima kasih banyak.
__ADS_1