Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Hancurnya Kelompok Tujuh Iblis Hitam Lembah Tengkorak


__ADS_3

Serangan demi seranga Pendekar Darah Dingin, belum juga berhasil mendesak Lesmana.


"Heaaa...!"


Pendekar Darah Dingin mengayunkan Pedang Hitamnya ke arah Lesmana dengan kecepatan yang sulit di lihat mata.


Tring...!


Trang.....!


Pedang Pendekar Darah Dingin beradu dengan Pedang Baja Putih, suara pedang berlesingan, memekakkan telinga, Lesama yang tampaknya seperti sengaja, membuat pertarungan itu berjalan lama.


Namun di pihak musuhnya, tampak tidak tanggung lagi, ia menyerang dengan membabi buta.


"Heaaa...!


Trang..! Tring.....! Ting......!


Serangan Pendekar Darah Dingin selalu di tangkis Lesmana, sambil Sesekali menyerang balik.


"Hiaaa....!"


Teriakan melengking, kemarahan Pendekar Darah Dingin, sambil menyerang Lesmana dengan pedang hitamnya, Lesmana menangkis dengan melintangkan pedang di depan dada, dentingan pedang beradu mekakkan telinga, kedua pendekar lain golongan itu saling menyerang di udara.


Kelelahan menyerang dengan pedang, Pendekar Darah Dingin melompat mundur, ia menyarungkan pedangnya kewarangka pedang, yang ada di pinggangnya.

__ADS_1


Pendekar Darah Dingin merapal 'Ajian Iblis Hitam Pencabut Nyawa'. kedua tangan nya merapat ke depan dada, cahaya hitam menyelumbungi kedua telapak tangannya.


Melihat Pendekar Darah dingin merapal jurus mematikan, Lesmana bersiap dengan 'Jurus Tapak Sakti'. tingkat enam, Malaikat Turun Dari Surga'.


Telapak tangannya mengahadap ke depan kemudian merapat ke sisi pinggangnya.


"Hiaaa......!"


Lesmana melompat se cepat kilat ke udara, dan berhenti di sana, ia mengambang di udara setinggi tujuh tombak, cahaya putih menyelumbungi kedua telapak tangannya, yang ia rapatkan di depan dada.


"Heaaa....!"


Pendekar Darah dingin melompat ke udara menyusul Lesmana, ke dua telapak tangannya mengatah ke atas, cahaya hitam besar menyelumbungi telapak tangan Pendekar Darah Dingin.


Lesmana melesat ke bawah dengan telapak tangan di depan, cahaya putih besar mengiringi telapak tangannya.


Pendekar Darah dingin terdorong ke bawah, hingga dia terhempas ke dalam tanah, di sekitar Pendekar Darah Dingin tanah berlobang berbentuk telapak tangan.


"Ampun.....! pendekar... Tobat....!"


Pendekar Darah dingin merintih kesakitan, karna tubuhnya seperti terbakar, baju hitamnya menjadi compang camping, seperti baju orang yang baru keluar dari api.


Lesmana turun dari udara, ia memapak di depan Pendekar Darah Dingin.


"HA HA HA.....! RASAKAN KAU PENDEKAR...!"

__ADS_1


Suara membahana, di tengah hutan itu, sekelebat bayangan putih secepat kilat datang ke tempat itu.


Bayangan putih itu berhenti di samping Lesmana.


Tampak yang datang itu adalah Pertapa Naga, guru


Lesmana.


"He he he...! tampaknya hancur sudah, tujuh Dedengkot Lembah tengkorak...!" ujar Pertapa Naga sambil melihat ke arah Pendekar Darah Dingin yang sudah tidak berdaya.


"Pendekar Darah Dingin, sebaiknya kau bertobat, dan menyerahkan diri pada kerajaan Galuh, karna di sana kau bisa menjalani hidup sebagai orang baik, tapi apabila kau kembali ke Lembah Tengkorak, kau akan jadi orang jahat lagi, bila kau hidup di tengah rakyat, kau akan di musuhi Teman temanmu dari Lembah Tengkorak...!"


Ujar Lesmana, sambil berjongkok di depan Pendekar Darah Dingin.


Pendekar Darah Dingin tampak diam, ia berusaha bangkit, dan ia duduk di dalm lobang berbentuk telapak tangan itu, bekas darah di sudut bibirnya masih merah segar, tanda ia terluka dalam cukup parah.


"Ayo Lesmana kita kembali ke medan perang, hari sudah hampir senja..!" ujar Pertapa Naga.


"Baik guru...!" jawab Lesmana.


Tampak di upuk barat, matahari sudah terbenam, tinggal cahaya kuning yang masih menerangi langit.


Lesmana, dan Pertapa Naga berjalan meninggalkan tempat itu, tanpa mempedulikan Pendekar Darah Dingin.


Tiba tiba, Pendekar Darah dingin mengambil sekitar sepuluh buah pisau belati berwarna hitam, dan melemparkannya ke arah Lesmana dan Pertapa Naga, dari arah belakang.

__ADS_1


Set....! Set.....!


Set....! Set.....!


__ADS_2