Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Geluh Permata, Mendesak


__ADS_3

Pertempuran Sengit antara dua pasukan besar itu, semakin sengit, para Pendekar dan Pungggawa dari dua Kerajaan telah menghadapi musuh mereka masing masing.


Wulan Ayu yang berhadapan dengan Warok Nusa Wungu, alias Si Golok Setan telah terlibat pertarungan sengit, kedua pendekar itu masih berada di tengah padang rumput, Pedang Elang Perak telah keluar dari warangkanya, yang terikat di balik punggung Bidadari Pencabut Nyawa dari barat itu.


Golok Setan pun telah terhunus dari sarungnya, kedua pendekar itu saling serang, dengan Jurus jurus Pedang yang mereka miliki.


Sementara itu Iblis Hitam yang di hadapi oleh Pertapa Naga, Iblis Hitam kalang kabut menghadapi serangan Pertapa Sakti dari Lembah Naga itu.


Iblis Hitam yang tak dapat melihat jelas wajah sang lawan, hanya bisa berjumpalitan menghindar setiap serangan Pertapa Naga ke arahnya,


Pertapa Naga tak memberi kesempatan pada Iblis hitam untuk menyerang balik, Jurus langkah malaikat dan 'Jurus Tinju Halilintar'. yang di gunakan Pertapa Sakti, membuat Iblis Hitam hampir kehabisan napas.


Iblis Hitam terus mundur, jauh ke dalam hutan, namun Pertapa Naga terus merangsek bagai kilat mengejar Iblis Hitam.


Sedangkan Warok Nusa Wungu adik Si Golok Setan, di buat keteteran menghadapi pedang terbang, milik Pendekar Pedang Terbang Senopati Arya Geni.

__ADS_1


Jaka Kelana Pendekar Srigala Putih, merangsek Ke arah salah seorang dari tujuh Iblis Hitam, dari Lembah Tengkorak, Jaka Kelana kali ini tak lagi berMain main, Pedang Srigala Putihnya telah berkelebat ke arah Iblis Hitam Rambut Merah.


Iblis Hitam Rambut merah Adalah Adik ketiga, di bawah Iblis Hitam, sebagai Sesepuh tertua dari tujuh Iblis Hitam Lembah Tengkorak.


Rambut merah miliknya di akibatkan Racun Hitam yang menyatu dengan darahnya, sehingga setiap pukulan dan serangan Iblis Hitam Rambut Merah, mengeluarkan hawa panas yang mengandung racun.


Sedangkan Lesamana berhadapan dengan Iblis Hitam Kedua yang di kenal dengan Pendekar Darah Dingin, Dedengkot Lembah Tengkorak yang satu ini, tak pernah banyak bicara ia bertarung bagai orang bisu, tanpa suara.


Namun kali ini ia harus berhadapan dengan tokoh silat pilih tanding dari golongan putih, tentu saja Pendekar Darah Dingin di buat kalang kabut mrnghadapi Jurus jurus silat Pendekar dari Lembah Naga itu.


Sri Kemuning Yang Berdampingan dengan Aruni Pendekar Kelelawar Putih, berjalan santai ke arah para prajurit pemberontak itu, mereka berdua membuat para prajurit pemberontak berjatuhan, dan beterbangan terkena serangan mereka yang mengandung tenaga dlam tinggi.


Tiga Pendekar bersaudara dari Mandalika, mereka bertiga bersama dengan Senopati senopatinya merangsek maju dari sebelah kiri, Tiga Pendekar bersaudara belum turun dari kuda mereka, belum ada satu pun dari para prajurit pemberontak, yang membuat mereka turun dari kuda.


Mereka bertiga maju dengn berbaris sehingga, prajurit pemberontak yang maju menyerang mereka, di buat tak berdaya, Liku Dana Tiba tiba melompat dari atas kudanya jauh ke depan.

__ADS_1


Kedua adiknya menggeleng kepala, melihat tingkah sang Kakak yang Kekurangan musuh itu, Resa Dana dan Jaka Dana melompat ke tengah prajurit pemberontak, mereka menghajar setiap prajurit yang menyerang mereka.


Matahari telah mencapai di atas kepala, pertempuran semakin jauh masuk ke dalam hutan, pasukan benteng perisai Galuh Permata, membuat pasukan pemberontak tak berkutik, pasukan panah,dari para pemberontak di buat tak berdaya, menghadapi benteng para perisai prajurit Galuh itu.


Korban telah berjatuhan di pihak pemberontak, para pendekar andalan mereka kini di hadapi tokoh tokoh silat kelas atas golongan putih, Orang orang Partai Teratai Hitam yang berkepandaian cukup tinggi di hadapi pasukan Khusus Galuh Permata.


Kini tinggal Pangeran Roksa Galuh yang termangu, melihat para prajuritnya di buat kalang kabut, pasukan kerajaan Galuh dan bantuan dari Mandalika.


Para prajurit Mandalika yang di bawa Tiga pendekar, Rata rata memiliki tiga puluh persen tenaga dalam, jadi mereka berhadapan dengan prajurit pemberontak, tak ada yang berat bagi mereka.


Patih Jagat Geni dan Panglima Kerajaan Galuh, ki Guntur Setra tampak duduk tenang di atas kuda,


mereka tidak begitu jauh, dari Pangeran Roksa galuh, jarak mereka tinggal sekitar empat puluh tombak lagi, para senopati bertarung di sekeliling mereka berdua.


Para punggawa Kerajaan Galuh itu terpaksa mengangur kali ini, karna para senopati mereka mengamuk membantai setiap prajurit musuh yang mendekat.

__ADS_1


__ADS_2