Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Pertarungan di Desa Lingkar Sari.


__ADS_3


Sementara itu Anggala dan Wulan Ayu, masih berada di warung di ujung Desa Lingkar Sari.


Mereka tampak berbincang bincang dengan pak tua pemilik warung itu, masyarakat Desa yang dari tadi memperhatikan Anggala dan Wulan Ayu, mulai berani mendekati warung dan ikut bergabung dengan memesan kopi, dan teh sekedar teman ngobrol, dan alasan mendekati Anggala dan Wulan Ayu.


Wulan Ayu yang menyadari semua tingkah rakyat desa lingkar Sari, menegur ramah pada orang orang desa, yang tampak ngeri ngeri sedap, Dengan keadaan yang masih jadi tanda tanya itu.


"Ayo aki aki, pesan minumnya, Saya yang bayar..!" Ujar Wulan Ayu sambil tersenyum pada orang orang desa, yang telah duduk di dalam warung, sedangkan Anggala hanya ikut tersenyum, melihat tingkah orang orang yang memperhatikan wajah cantik kekasihnya itu.


"Dinda, Kakak lihat semua orang, memperhatikan wajah cantik Dinda dari tadi...!!" Bisik Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum pada Wulan Ayu.


"Kakak bohong.! Dinda tidak melihat mereka memperhatikan Dinda..!?" jawab si Bidadari cantik itu, sambil tersenyum manis, menatap wajah tampan di depannya itu.


"Mereka memalingkan muka, jika Dinda melihat ke arah mereka, takut di hajar Bidadari Pencabut Nyawa...!" goda Anggala sambil tertawa kecil ke arah Bidadari Pencabut Nyawa atau Putri Wulan Ayu dari Galuh Permata itu.


"Hmm....! Godain Dinda trusss.....!" Jawab Wulan Ayu sambil memonyongkan bibirnya, namun wajah cantik itu memerah, karna di goda Anggala.


"Nggak Kakak, tidak godain Dinda.! mereka memang melirik Dinda, apalagi yang muda muda..!" Ujar Anggala sambil meminum air kopi, pesanannya tadi.

__ADS_1


"Awas ya, jika Kakak boong..! tak hajar...!"


"Lihat aja sendiri...!" Ujar Anggala sambil tertawa kecil ke arah Bidadari Pencabut Nyawa.


Wulan Ayu memakai ilmu gerak cepat melihat ke arah Orang orang, ia terkejut melihat semua mata, di dalam warung itu tertuju padanya.


"Pantasan Kak, dari tadi tekuk Dinda panas, rupanya jadi pusat perhatian...!" Ujar Wulan Ayu sambil sambil menunduk, menahan senyumannya,


sendiri.


"Tuh kan.! Apa Kakak bilang tadi..!" Jawab Anggala sambil tertawa kecil, memperhatikan wajah Cantik Wulan Ayu, yang memerah menahan malu.


"Udah, ah.. Dinda jadi malu..!" Jawab Wulan Ayu sambil menyandarkan kepalanya di pundak Anggala. "Biar mereka tambah panas..!" Ujarnya lagi, sambil menatap wajah tampan di sampingnya itu.


Tanpa mereka sadari Orang orang Partai Lembah Kematian, yang di pimpin Iblis Tangan Kematian, telah mendekati Desa Lingkar Sari.


Saka Rana atau Iblis Tangan Kematian, mengebah kudanya dengan begitu kencang, sehingga para anggotanya sedikit tertinggal di belakang.


Begitu memasuki Desa Lingkar Sari, Saka Rana lansung menuju warung tempat Merak Sati bertarung dengan Wulan Ayu tadi.Iblis Tangan Kematian lansung melompat ke arah pintu warung.

__ADS_1


"Heh....! siapa yang bergelar Bidadari Pencabut Nyawa, yang berani membuntungi tangan Merak Sati, Putri Sesepuh Kami Iblis Kematian Rambut Putih, Hah...! Bentak Saka Rana alias Iblis Tangan Kematian.


Semua orang di dalam warung, langsung menutup telinga, karna telinga mereka terasa sakit mendengar suara Iblis Tangan Kematian, kecuali Anggala dan Wulan Ayu, yang tampak santai, mendengar bentakan Saka Rana itu.


"Hei... Kisanak di dalam warung ini banyak orang biasa, dan tidak ada orang budek,! jadi kau tidak perlu bentak bentakan, kalau kau mencari siapa yang membuntungi tangan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu, ini di samping Saya Bidadari Pencabut Nyawa yang asli..!" Jawab Anggala tampak santai, duduk di samping Wulan Ayu.


"Heh..! Aku Iblis Tangan Kematian, akan mengambil nyawa orang yangmenyakiti Kekasih ku...!" Jawab Saka Rana menunjukkan ke arah Wulan Ayu.


Wulan Ayu langsung berdiri mendengar tantangan, yang tertuju untuknya, namun Anggala menghalangi.


"Jadi Merak Sati itu, Kekasihmu..? Bidadari Pencabut Nyawa yang asli itu, Kekasih Saya, jadi siapa pun kau.! kau harus berhadapan denganku..!!" Ujar Anggala, santai namun mengandung tantangan.


"Baik... Keluarlah, tempat ini terlalu sempit..!" Ujar Saka Rana sambil melompat ke depan warung.


Wusss....!


Jlek....!


Anggala lansung berada di depan Iblis Tangan Kematian, jarak mereka tinggal sekitar dua tombak

__ADS_1


Para Anggota Partai Lembah Kematian, yang baru datang, terkejut melihat Anggala atau Pendekar Naga Sakti, tiba tiba sudah ada di depan Iblis Tangan Kematian.


Mereka lansung mengepung Anggala, Wulan Ayu yang dari tadi hanya duduk, langsung melompat ke tengah gelanggang, di dekat Pendekar Naga Sakti.


__ADS_2